Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2012

Info Event #1: Hello Fest Expo, ANIMAEXPO

Tentang HelloFest

Apa itu HelloFest ?Festival tahunan yang diadakan oleh HelloMotion Academy. 7 tahun sebelumnya HelloFest menggunakan kalimat “Motion Picture Arts Festival”, namun dengan berkembangnya komunitas kami dan daya jangkau yang tidak hanya ke film pendek dan cosplay, maka untuk HelloFest ke 8 kali ini menggunakan slogan baru yaitu “Anima Expo”. Diambil dari kata Animasi yang memiliki arti “bring to life”.
Nama Anima Expo juga bagian strategi agar terdengar lebih “catchy” dan dapat menjangkau elemen turunan lainnya untuk masuk dalam event ini.


Acara di HelloFest ada apa aja sih ?
Kami bagi menjadi 3 Acara Utama di HelloFest, yaitu :

HelloFest Movie Competition

Kompetisi film pendek berdurasi maksimal 5 menit. Ditayangkan di big screen dengan kapasitas penonton 1.000 orang.
KostuMasa
Istilah untuk pengunjung yang menggunakan kostum. KostuMasa Show Off adalah ajang kompetisi yang diadakan di panggung utama.

Lebih Lanjut tentang KostuMasa »
Pasar HelloFest

Eksibisi yang berhubun…

Liputan Event #2: Jakarta Grand Wedding Expo

Event ini berlangsung dari tanggal 27-29 Januari 2012 di Jakarta Convention Center, Senayan. Cukup dengan HTM Rp, 10.000,-/ orang, saya (dengan pacar saya tentunya jadi 20.000) sudah bisa melihat pernak-pernik pernikahan, mulai dari wedding organizer, dekorasi, catering, bridal, souvenir pernikahan, sampai foto pre-wedding.

Berikut foto-foto hasil jepretan saya di event Jakarta Grand Wedding Expo 2012 ini.





Terima Kasih #15HariNgeblogFF

#15HariNgeblogFF??Apaan ya?

Jujur pertama kali saya tahu ada proyek menulis ini adalah saat saya dijodohkan membaca tweet mba @lalapurwono, penulis yang juga menggagas proyek #DearMama dimana saya terlibat di dalamnya,
Berikut tweet dari Mba @lalapurwono yang saya maksud:

Dan setelah saya buka link tersebut, saya langsung baca baik2 ketentuan dan penjelasan lain mengenai proyek menulis yang diberi nama #15HariNgeblogFF.

Setelah baca penjelasan itu, saya juga gak langsung paham apa itu Flash Fiction.
What? Fiksi? Jadi ini proyek menulis fiksi?
Yap. Saya memang tidak pernah percaya diri untuk menulis fiksi. Meski saya memang sudah beberapa tahun ngeblog, tapi dari dulu blog saya ini biasanya isinya liputan event, kuliner, atau cuma opini dan sudut pandang saya terhadap sesuat hal. Jadi saya ini memang sangat sangat polos tentang dunia tulis menulis fiksi.

Setelah baca beberapa contoh Flash Fiction karya @lalapurwono, @adit_adit, @WangiMS dan @momoDM, jadilah setitik pencerahan dalam dir…

Ini Bukan Judul Terakhir

“Hei Rick, kalo loe emang takut ngomong cinta secara langsung, katakan perasaan loe itu lewat lagu. Gue jamin deh loe pasti diterima”, kata Billy tempo hari, saat aku bertanya kepadanya bagaimana cara menembak cewek.

Kata-kata Billy itu yang membuatku melakukan hal gila seperti ini. Mencari dan merekam judul-judul lagu yang pas dan bisa membuat Lala, cewek incaranku di kampus, tahu perasaanku. Ya, aku ingin Lala jadi pacarku, tapi aku terlalu takut untuk mengungkapkan perasaanku.

“Aku harus menyerahkan CD ini hari ini ke Lala usai mata kuliah Bu Endang siang nanti. Harus....”kataku penuh keyakinan dan kenekatan. Tak lupa kukepalkan tanganku mencoba meningkatkan keberanian

Hari ini mata kuliah Bu Endang terasa berlangsung lama sekali. Tak sabar rasanya memberikan CD ini ke Lala, yang hari ini tampil dengan balutan kaos putih plus jeans belel dan sneaker kanvasnya. Manis sekali, seperti biasanya.

“Treng.....teng....teng”
Bunyi tanda mata kuliah itu hari ini terasa merdu sekali. Mata kuliah B…

Kalau Odol Jatuh Cinta

“Wahai Andi, mulai saat kamu bangun nanti, kamu akan menyebut dirimu odol. Jadi setiap kali kamu menyebut dirimu sendiri dengan aku, saya, gue, ane, kulo, inyong, dan kata-kata ganti lain untuk dirimu sendiri, maka kata yang keluar adalah ODOL. Temukan SIKAT GIGIMU, maka kau akan normal kembali.”

“Aaaaaaaaaaaa.......”, teriak Andi.
“Puji Tuhan ternyata hanya mimpi...”

Diliriknya jam di dinding kamarnya. Pukul 05.00 WIB.
“Bangun ah. Odol pengin sekali-kali bangun pagi.”, ucap Andi.

Baru saja akan beranjak turun dari ranjangnya, Andi sadar apa yang tadi dia katakan.
“Odol...Odol...Odol tak bisa ngomong odol...Tolong odol....”

“Gimana nih. Odol bingung...”, ucap Andi sembari tertunduk lemas. Dirinya bingung akan apa yang dia alami.

Temukan dan cintailah SIKAT GIGIMU, maka kau akan normal kembali.”
Kata-kata itu terngiang di telinga Andi.

Ia berpikir, “Apa ya maksud kata-kata temukan SIKAT GIGIMU ya.Aku kan sudah punya sikat gigi di kamar mandi.”

***
Tiga bulan kemudian


“Sudah tiga bulan odol mencari…

#1 Copy-Paste : Macam-Macam Majas (Gaya Bahasa)

MACAM-MACAM MAJAS (GAYA BAHASA)


1. Klimaks
Adalah semacam gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal yang dituntut semakin lama
semakin meningkat.
Contoh : Kesengsaraan membuahkan kesabaran, kesabaran pengalaman, dan pengalaman
harapan.

2. Antiklimaks
Adalah gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal berurutan semakin lama semakin menurun.
Contoh : Ketua pengadilan negeri itu adalah orang yang kaya, pendiam, dan tidak terkenal
namanya


3. Paralelisme
Adalah gaya bahasa penegasan yang berupa pengulangan kata pada baris atau kalimat.
Contoh : Jika kamu minta, aku akan datang

4. Antitesis
Adalah gaya bahasa yang menggunakan pasangan kata yang berlawanan maknanya.
Contoh : Kaya miskin, tua muda, besar kecil, smuanya mempunyai kewajiban terhadap keamanan bangsa.
Reptisi adalah perulangan bunyi, suku kata, kata atau bagian kalimat yang dianggap penting
untuk memberi tekanan dalam sebuah konteks yang sesuai

5. Epizeuksis
Adalah repetisi yang bersifat langsung, artinya kata yang dipentingkan diulang beberapa
ka…

Merindukanmu Itu Seru

Jakarta, 23 Januari 2012.
Pukul 01.00 WIB.


Kuangkat telepon dan kupencet nomor di deretan angka teleponku.


“Hallo...”

“Hallo sayang...”

“Apa kabar Mas?Lagi ngapain?Udah makan siang Mas?...”

“Baik sayang. Baru saja kelar makan siang ni sayang.”

“Gimana mas, kerjaan di sana? Lancarkah?”

” Puji Tuhan lancar sayangku. Maafin ya jarang kasih kabar ke kamu. Disini benar-benar padat jadwalku. Bentar lagi aja udah mau meeting lagi. Hufft”

Kudengar hela nafasnya. Dia kedengaran benar-benar capek.


“Kamu kapan balik Mas ke Indonesia?”

“Senin depan kalau semuanya lancar, aku udah bisa balik ke Indonesia. Doain ya sayang”

“Senin....lama banget Mas.”
“Aku kangen kamu mas. Aku pengen cepat-cepat ketemu.”

Ya. Aku merindukanmu kamu suamiku. Mas Robby tercintaku yang selalu menemani hari-hariku, kini sedang di Amerika sampai hari Senin depan. Aku kangen kamu Mas.


“Aku juga kangen kamu sayang. Segera setelah semua kerjaan disini selesai, aku pasti pulang.”
“Kamu mau oleh-oleh apa sayang.?”

“Ga usah bawa apa-apa Mas. A…

Senyum Untukmu Yang Lucu

Badanku masih tergolek lemas di samping Vani, wanita yang sudah 5 bulan ini aku pacari.

Saat tubuhku mencoba beranjak dari ranjang, Vani tiba-tiba berkata padaku.
“Mas, aku ada berita gembira untukmu.”, katanya

Kupasangkan senyum termanis untuknya yang lucu.
“Berita apa sayangku. Sepertinya kamu senang sekali”, balasku.

“Aku hamil Mas. Aku mengandung anak kita Mas.”, jawabnya riang.
“Kamu senang kan Mas.”, matanya berbinar menatapku.
“Jadi kapan kau akan menikahiku Mas.”, tambahnya.

Senyum di wajahku surut seketika. Aku terdiam.
Melintas di pikiranku kejadian tadi siang saat Fesya, pacarku yang lain pun berkata hal yang sama. “Aku hamil Mas.”

OH NO..................

Inilah Aku Tanpamu

“Aku kehilanganmu”, kataku dalam hati.

Kalau ada yang bilang cinta sejati itu harus rela berkorban sampai mati, maka sepertinya itu kata-kata yang tepat untukmu. Ya...untukmu yang selalu menemaniku di tiap detik kehidupanku.

“Aku tak bisa hidup tanpamu”, kataku sekali lagi.

Rasa kehilanganku ini tak hanya serentetan bualan yang sering orang katakan. Rasaku ini jujur. Aku tak bisa hidup tanpamu.

Kini engkau sudah tak bersamaku lagi.
“Inilah aku tanpamu sayang.”
Aku hanya terdiam mematung, melihat engkau diambil olehnya dariku. Andai aku bisa melawan, pasti sudah kulawan dirinya yang tega memisahkan kita berdua.

“Pahhhhhhhh.......”
Suara parau itu menghentikan lamunanku.

“Kenapa Mah?”, seorang lelaki mendekat padanya wanita pemilik suara parau itu.

“Ini Pahh.....”, jawab wanita itu.

“Oh tidak....”, wanita itu menunjukkan jarinya kepadaku.
 “Salah apa aku”...


“Ini lho. Jam ini abis baterainya kok dibiarin aja si Pah. Nih, baterai yang udah mati”.

“Oh itu dia pasanganku. Tolong jangan pisahkan kami”, …

Aku Benci Kamu Hari Ini

Dika terbaring di ranjangnya. Matanya memandang langit-langit kamarnya sembari pikirannya menerawang jauh. Ke sana, ke tempat Rena, cewek yang membuatnya jatuh hati.

“Kalau Rena nolak aku terus jadi mutusin persahabatan kita gimana ya?”, tanya Dika dalam hati.

“Huftt...”.

Kringggg.....kringgg...
Telepon di rumah Dika berdering.

“Hallo...Dikanya ada?Ini Rena temannya Dika.”

“Hai Ren, Ini Dika. Ada apa nih jam segini nelpon.”, tanya serius, mencoba menyembunyikan rasa groginya.

“Gak apa-apa. Eh Dik, kamu mau gak nemenin aku ke konser Simple Plan. Soalnya teman gue yang tadinya mau nemenin gue batal datang. Gimana, bisa gak hari Selasa ketemuan di Istora Senayan jam 6?”

“Emmm....gimana ya Ren?....Oke deh...”

“Sip Dik. Selasa jam 6 sore ya. Jangan telat ya Dik”

“Eh Ren, gue pake baju apa ya buat ke konsernya. Gue kan belum pernah nonton begituan.”

“Pake jas dan tuxedo aja Dik. Kayaknya seru tuh...hehe. Oh iya Dik, udah dulu ya. Jangan lupa jam 6 sore hari Selasa besok”

“Iiiya...Ren..”

Rena menutup te…

Sepucuk Surat (Bukan) Dariku

“Hei Nad, nih ada surat cinta lagi buat kamu. Cieh..., senangnya yang sering dapat surat cinta”, ledek Dinda sembari memberikan surat bersampul merah jambu itu kepadaku.

“Ye....Bukan surat cinta kok Din. By the way, makasih ya Din.”ucapku padanya sembari melirik ke arah kubikel Billy. Tak ada gerakan disana.

“Sama-sama Nad. Jangan lupa makan-makannya ya...hehe” ledek Dinda sekali lagi sambil berjalan pergi dari kubikelku.

Kulihat sekilas surat itu. Kubuka laci mejaku, dan kuletakkan surat yang baru saja kuterima bersama dengan belasan surat bersampul merah jambu yang lainnya.

“Huh, sudah belasan surat cinta yang tapi kenapa tak ada respon apapun dari Billy. Memangnya dia gak cemburu kalau ada yang ngedeketin aku apa”, gerutuku dalam hati.

“Apa Billy sudah gak sayang aku lagi”, batinku kembali bertanya.

Yah, jujur dalam hati kecilku, aku masih sayang Billy, cowok rekan kerjaku yang juga mantan pacarku yang terakhir. Kami putus dua bulan yang lalu. Simpel sih masalahnya. Aku mutusin dia gara-…

Ada Dia Di Matamu

Aku tak suka bila ada yang merebut apa yang aku suka dari tanganku.
Termasuk masalah cowok.

Namanya Alan. Mamaku yang mengenalkan Alan padaku.
Sejak pertama bertemu, aku langsung merasa jatuh cinta pada Alan. Dia tipe cowok yang selama ini aku cari. Badan tegap berisi dengan parfum maskulin, serta senyuman yang “aduhhhh..” bener-bener manis buatku. Tak hanya menarik secara fisik, tapi dia pun selalu baik kepadaku.

“Kalau mau minta sesuatu, bilang ya. Ntar aku kasih”, begitu ucapnya tiap kali dia mengajakku jalan.
Dia sering datang ke rumah. Tiap kali datang ke rumah, dia tak pernah lupa membawa hadiah untukku.  Dan tiap kali dia memberikan hadiah itu padaku, tanpa malu-malu kucium pipinya kiri dan kanan.

“Siska...Siska...Kamu lucu banget sih. Jadi gemes deh...”, itu yang Alan katakan setelah kucium kedua pipinya.

Aku bahagia memiliki Alan, hingga aku sadar, ada wanita lain di mata Alan selain diriku.

“Ada dia di matamu. Dia merebut kamu dariku”, hatiku berbicara.

----------------------------…

Jadilah Milikku, Mau?

“Aku tahu kamu mungkin udah sangat bosan dengar ini, tapi aku ingin bilang aku sayang kamu. Jadilah milikku, mau?”

Anton


Sebaris kata itu tertulis rapi di selembar kertas. Warna pink dengan aroma wangi bunga. Romantis bagi orang lain, tapi tidak bagiku. Apalagi Anton yang mengirimnya.

“Huh...Anton lagi. Ga bosen-bosen apa dia aku tolak berkali-kali”, gerutuku.

Anton memang lelaki paling pantang menyerah sekaligus lelaki paling banyak aku tolak cintanya. Masih kuat di ingatanku tanggal 14 September 2011. Itu hari dimana Anton untuk pertama kali menyatakan cinta dan menembakku.

“Inge, aku suka dan sayang kamu. Jadilah milikku, mau?”
Kata-kata dari Anton tersebut diucapkannya saat aku baru saja selesai latihan dance.
Anton datang padaku tepat pada saat aku sedang duduk mengelap keringat. Terang saja saat itu juga aku jawab
“Maaf ton. Aku ga bisa.”

Sejak saat itu, sudah puluhan kali cara yang dia gunakan untuk menembakku. Mulai dari lewat bunga, rekaman video, sms, BBM, dan yang paling sering ada…

Aku Maunya Kamu, Titik

“Aku maunya kamu, titik.”, ucapku kepadanya. Ya aku menginginkanmu seperti titik mengakhiri setiap kalimat. Aku ingin kamu menjadi akhir kalimatku. Kalimat hidupku.
Titik, bukan koma ataupun tanda tanya. Aku tak ingin koma, karena koma hanya sementara. Dan lalu terus lewat begitu saja. Aku pun tak ingin tanda tanya. Karena kamu bukanlah sebuah pertanyaan. Kamu adalah jawaban.
Aku tak setuju bila orang membenci titik. Titik hitam di dekat bibirmu membuat senyummu terasa manis. Bukan jerawat atau tahi lalat, hanya sebuah titik.
Aku harap titikmu adalah aku, dan titikku adalah aku. Kuharap tak akan ada dua titik, karena itu berarti titik kita berbeda. Aku hanya ingin ada satu titik, untuk aku dan kamu.
TITIK
NB: Diikutsertakan dalam proyek #15HariNgeblogFF hari keempat dengan topik "Aku Maunya Kamu, Titik" yang diadakan oleh Mbak @WangiMS dan Mas @momo_DM.

Kamu Manis, Kataku

Andi sudah lama tak menyentuhku. Tak pernah kurasakan lagi kelembutan bibirnya di kulitku. Bibirnya yang dulu selalu menyentuhku setiap hari. Kehangatan yang dulu aku nikmati setiap hari. Kini sirna...

“Kamu manis...terlalu manis bahkan.Aku tak mau lagi menyentuhmu.”, kata Andi ketika dia menatap diriku sembari menggenggamku.

“Kau tahu aku manis, tapi kenapa kamu meninggalkan aku”, jawabku kepadanya.

Andi terdiam. Sepertinya dia berpikir keras untuk menjawab tanyaku kepadanya.
Dia menghela nafas. Berat, sangat berat sepertinya masalah yang sedang dia alami. Tak pernah kulihat dirinya sedih seperti ini sebelumnya.

“Aku harus pergi darimu, karena aku tak bisa lagi hidup denganmu”, katanya lirih.

“Apa kau bilang tadi”, tanyaku marah.

“Ya, aku tak bisa lagi hidup bersamamu. Aku tahu kau yang selalu ada buatku. Menemaniku pagi, siang, dan malam. Tapi sungguh, mulai hari ini aku harus pergi darimu”, jawabnya padaku.

Aku kecewa.
“Tapi, kenapa. Apa salahku....”, kataku sembari terisak.

“Aa....aa...ak.…

DAG DIG DUG

Jantungku terasa semakin cepat berdetak. Keringat mengucur deras dari kening, tangan dan lekukan-lekukan tubuhku lainnya.

Dag...dig...dug....

Seorang pria berdiri di depan pintu gudang itu. Pak Dedy, pria yang dulu sempat menjalin kerjasama bisnis denganku. Pria yang menghabiskan waktunya di kantor sedangkan istrinya menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang denganku. Bukan salahku bila ada wanita yang membayarku mahal hanya untuk memberinya kenikmatan yang selama ini tak pernah ia dapatkan dari suaminya.

“Keluarlah. Aku tahu kau ada dimana. Sembunyi dimanapun kau akan kutemukan”.
teriak pria itu kepada seseorang yang aku yakin itu adalah diriku.

“Keluarlah sekarang. Jangan harap kau akan bisa selamat dariku..”, teriaknya lagi.

Kotak kardus ini terasa semakin pengap untuk tubuhku ini. Dari lubang seukuran jari yang kubuat sendiri, kulihat pria itu berdiri sembari melayangkan pandangannya ke arah tumpukan kardus di gudang ini, termasuk kardus tempat aku bersembunyi dari kejarannya.

Dag di…

Halo Siapa Namamu?

Hai...

Begitu bunyi pesan pendek yang baru saja kuterima. Dari +6389898989, nomor yang tidak ada dalam deretan angka di phonebook ponselku. Kulirik sudut layar ponselku, jam 02.51.

“Siapa sih malam-malam gini sms aku. Ganggu orang tidur aja”, gerutuku kesal membaca sms tersebut.

Tak lama setelah sms tersebut, “pengganggu tidurku” ini kembali mengirimkan pesan singkat ke ponselku.

“Aku kangen kamu...”

Tiga kata itu yang muncul di layar ponselku begitu kupencet tombol baca pesan.

“Apa-apaan sih ini. Udah ganggu tidur orang, eh malah sekarang bilang-bilang kangen”, cerocos mulutku.
Sebuah pesan singkat masuk lagi ke dalam inbox
“Masih inget aku ga sayang?”

“Hah, sayang. Apaan sih”

Aku memang tak pernah membalas sms-sms tidak jelas macam itu. Buang-buang waktu dan pulsa saja menurutku. Biasanya nomor-nomor yang tidak jelas, begitu aku tak membalas, mereka akan berhenti sms. Tapi ini, sudah tiga kali dia sms tanpa aku membalas satu kata pun, nomor asing ini terus saja mengirimku sms. Apalagi deng…

Kuliner #6 (Purwokerto) : Gule Kepala Ikan Mas Agus

Ingin gulai kepala ikan untuk santap siang anda. Buat yang sedang ada di Purwokerto, tak perlu khawatir untuk memenuhi keinginan anda perut anda itu, karena sudah ada Restoran Gule Kepala Ikan Mas Agus yang merupaka cabang dari daerah Kabangan, Solo.

Pada liburan Natal kemarin, saya sempat mengunjungi tempat makan yang ada di Jalan Prof. Dr. Soeharso No. 606 Purwokerto, tepatnya berada di samping Rumah Makan Pecel Lele Lela.

Siang itu, saya dan teman saya tadinya hendak mencicipi menu yang menjadi andalan di situ yaitu Gule Kepala Ikan, namun sayangnya menu tersebut telah habis siang itu. Jadilah, saya akhirnya memesan Gule Ikan Fillet. Sedangkan si Wildan memesan Tom Yam Ikan Fillet. Kami juga memesan menu Dagu Penyet untuk dimakan bersama. Untuk minumnya, kami memesan Es Teh Manis dan Es Softdrink Susu. Tak lupa nasi masing-masing 1 piring untuk kami berdua juga kami pesan.

Setelah menunggu kurang lebih 10 menit, semua menu yang kami pesan telah tersaji di meja kami.
Beginilah tampi…