Jumat, 29 Juni 2012

Mencicipi Hidangan ala Makassar di Rumah Makan Pelangi Wahid Hasyim

Ingin mencicipi hidangan ala Makassar seperti Es Palu Butung, Es Pisang Hijau atau aneka hidangan laut seperti ikan, udang, kepiting, dll? Untuk anda yang tinggal di Jakarta, tak perlu repot-repot pergi jauh ke Makassar. Cukup datang saja ke Rumah Makan Pelangi di Jln. Wahid Hasyim No 108, Jakarta Pusat, telepon 3103372. Untuk anda yang datang dari arah Sarinah, letak rumah makan ini ada di sebelah kiri jalan. Tepatnya di sebelah rumah makan AliBaba Steak dan Iga Bakar.

 Malam itu, saya dan dua teman saya mampir ke rumah makan ini karena salah seorang dari teman saya memang sedang semacam "ngidam" makan ikan di tempat ini. Ketika kami datang, sekitar pukul 7 malam, suasana di dalam rumah makan sudah cukup ramai. Untung saja, masih ada bangku dan meja yang tersisa untuk kami bertiga. Sedikit catatan, untung dapat bangku disini memang agak susah. Apalagi jam-jam makan. Karena rata-rata yang datang kesini untuk makan itu rombongan yang berkisar 4- 10 orang. Bisa dibayangkan bukan.

Suasana di dalam rumah makan

Tak lama setelah kami duduk, kami pun segera membaca daftar menu dan mulai memilih-milih menu apa yang akan kami santap malam itu. Setelah sesi pilih-pilih dan diskusi, kami pun sepakat menu Ikan Kerapu Bakar, Sup Baso Ikan Pelangi, Kangkung Terasi, dan Cumi Goreng Telur Asin. Awalnya kami hendak memesan Ikan Baronang Bakar. Sayang sekali si Ikan Baronang ini ternyata sudah laris terjual. Untuk minumnya kami awalnya hendak memesan Es Pisang Hijau. Ternyata Es Pisang Hijau pun sudah out of stock. Jadilah kami hanya memesan es teh manis dan teh manis hangat.
Sembari mengobrol hampir sekitar 10-15 menit, menu kami akhirnya datang juga. 

Menu malam kami

Mulai dari menu yang pertama yaitu Ikan Kerapu Bakar. Rumah Makan Pelangi ini melengkapi setiap sajian ikan bakarnya dengan tiga macam sambal dan irisan mangga muda. Sambal yang pertama yaitu sambal tomat dan terasi. Bagi saya sih, ini favorit saya, karena rasanya relatif lebih pedas dibandingkan 2 jenis sambal lainnya yaitu sambal dabu-dabu dan sambal yang saya-tak-tahu-namanya. Sambal dabu-dabu cocok jika anda ingin mencicipi sambal yang segar di mulut (menurut saya sih..hehe..). Sedangkan jenis sambal terakhir yaitu sambal yang saya-tak-tahu-namanya itu rasanya semacam ada rasa petis dan terasi. Cocok bila dipadukan dengan irisan mangga muda yang disediakan.

Ikan Kerapu Bakar
3 jenis sambel plus irisan mangga muda
Jujur saja sih saya lebih suka dengan ikan baronang daripada ikan kerapu. Karena ikan baronang memiliki daging yang lebih tebal dibandingkan kerapu. Daging kerapu lebih susah dipisahkan dari duri-durinya dibandingkan ikan baronang.

Menu berikutnya yaitu Cumi Goreng Telur Asin. Bagi saya yang tidak terlalu suka makanan yang keras digigit, menu ini cukup bisa berkompromi dengan gigi saya (dasar gigi orang tua, gak bisa gigit yang keras-keras..). Cumi dipotong-potong lalu digoreng tepung. Telur asinnya kurang terasa karena hanya berupa taburan saja, apalagi telur asin tersebut digoreng (saya juga masih bingung apa itu telur asin atau telur biasa).

Cumi Goreng Telur Asin
Selanjutnya yaitu Sup Baso Ikan ala Pelangi. Ini menu favorit saya malam ini. Kuahnya segar (sepertinya kuah sup ini adalah kaldu ikan..Ya iyalah). Isinya bermacam-macam yaitu baso ikan utuh, rumput laut (eh iya bukan ya..), potongan sayur, wortel, dan ayam. Nyam nyam nyam bukan...:-)

Sup Baso Ikan ala Pelangi

Menu terakhir adalah Kangkung Terasi. Menurut saya si standar ya. Kangkung ditumis dengan irisan cabe rawit, bawang merah, dan bawang putih. Di lidah saya, rasa terasinya sih kurang. 

Kangkung Terasi

Setelah selesai bersantap ria dan mengobrol, tibalah saatnya yang paling dibenci yaitu membayar. hehe...
Setelah dihitung-hitung, jumlah yang harus kami bayar atas apa yang sudah kami makan adalah
Rp. 214.500 dengan rincian.

1 Ikan Kerapu Bakar dengan berat 5 ons Rp. 75.000
1 Cumi Goreng Telur Asin Rp. 35.000
1 Kangkung Terasi Rp. 15.000
1 Sup Baso Ikan Rp. 46.000
3 Nasi Putih Rp. 15.000
2 Teh Manis Panas Rp. 6.000
1 Es Teh Manis Rp. 3.000

Jadi, bagi anda yang gemar hidangan laut yang disajikan dengan citarasa ala Makassar, wajib untuk mengunjungi Rumah Makan Pelangi ini. Saya kasih nilai 8 untuk Rumah Makan Pelangi. Yang kurang dari Rumah Makan Pelangi adalah tempatnya yang menurut saya agak kurang representatif. Jumlah bangkunya terlalu sedikit dibandingkan dengan jumlah pengunjung yang ingin makan di tempat ini.

Senin, 25 Juni 2012

Kebersihan Kereta Berawal dari Alat Pelubang Tiket

Karena kebersihan kereta bisa dimulai dari hal-hal yang kecil.

Jadi mulanya begini. Kemarin saya pulang ke Purwokerto dengan menggunakan jasa angkutan kereta api. Seperti biasa, setiap penumpang akan diperiksa oleh kondektur untuk memastikan bahwa penumpang yang naik kereta adalah penumpang yang telah memiliki tiket sesuai dengan kereta yang dinaikinya.Nah, saat kondektur memeriksa tiket penumpang͵ dia akan melubangi tiket penumpang dengan menggunakan semacam alat pelubang. Awalnya semua berjalan tanpa ada pikiran aneh di otak saya.Tapi segera setelah melihat ke lantai tempat kondektur tadi melubangi tiket penumpang͵ saya melihat kertas2 sisa hasil alat pelubang tiket penumpang tsb. Dan lantai yang tadinya bersih menjadi terkotori oleh sisa kertas tersebut.

Yang saya maksud dengan kertas hasil alat pelubang tiket

Seharusnya͵ slogan bersih itu sehat yang tertempel di dalam kabin kereta juga harus menjadi tanggung jawab PT.Kereta Api Indonesia. Dan hal-hal kecil seperti alat pelubang kertas tersebut bisa diperhatikan guna menjaga kebersihan kabin kereta. Karena menurut saya sayang saja jika lantai gerbong yang memang sejak berangkat dijaga agar bersih, terpaksa diceceri oleh potongan kertas hasil proses pelubangan tiket yang dilakukan kondektur.

Stiker slogan Jagalah Kebersihan yang tertempel di kabin kereta
Solusi paling mudah menurut saya adalah perlu memodifikasi alat pelubang kertas tersebut sehingga alat pelubang kertas tersebut dapat memiliki semacam tempat penampung untuk kertas2 hasil melubangi tiket penumpang. Dengan begitu kertas hasil proses melubangi kertas tersebut tidak jatuh berserakan di lantai kabin kereta. Bukankah itu cara sederhana untuk menjaga kebersihan di dalam kabin kereta.

Contoh alat pelubang kertas yang memiliki tempat penampung kertas sisa

Rabu, 20 Juni 2012

Martabak Yang Mendunia di D'Marco Cafe, Sabang

D'Marco Cafe

Lokasi: Jl. Sabang No. 43 A Jakarta Pusat
Jam Operasi: 07.00 - 23.00 WIB
Fasilitas:
Free Wifi dan Free Sewa LCDProjector untuk yang meeting
Harga Makanan: Rp. 12.000 - Rp. 29.000
Harga Minuman : Rp. 4.000 - Rp. 25.000






 "Mengapa kami memilih martabak? Karena martabak merupakan jajanan asli Indonesia dan kami bermimpi suatu saat nanti martabak dapat mendunia seperti halnya pizza yang merupakan panganan khas Italia", demikianlah visi yang disampaikan oleh Mba Ira Lathief, seorang penulis dan penggiat komunitas, yang juga merupakan salah satu dari tiga pemilik D'Marco, tempat kami para Kompasianer tanggal 17 Juni 2012 kemarin mengikuti acara Get Urbanized III.

Ya, siang itu, kami 14 orang Kompasianer, dalam kegiatan Get Urbanized III kerjasama Kompasiana dan Urbanesia.com diajak untuk menikmati lezatnya martabak di D'Marco Cafe yang terletak di Jalan Sabang No. 43 A Jakarta Pusat. Diawali dengan penjelasan singkat dari Mba Selina dari Urbanesia dan Mas Nurul dari Kompasiana mengenai acara Get Urbanized III ini, acara selanjutnya  kami lebih banyak dipandu dan ditemani oleh Mba Ira Lathief.

Desain interior D'Marco Cafe
D'Marco Cafe yang merupakan singkatan dari Martabak and Coffee Cafe ini berawal dari tiga orang muda, yaitu Mba Ira Lathief, Mba Ika Hendriani dan Budiono yang ingin mengangkat martabak untuk naik kelas. Mereka menyadari bahwa martabak yang panganan asli Indonesia identik dengan makanan yang dijual di pinggir jalan. Padahal sebenarnya banyak sekali orang-orang, terutama kaum urban dan ekspatriat, yang sebenarnya menyukai jenis panganan ini, namun menjadi kehilangan selera jika harus menikmatinya di pinggir jalan. Berangkat dari sinilah mereka berusaha mengangkat kelas martabak ke kafe, agar kaum urban dan ekspatriat dapat menikmati lezatnya martabak tanpa ragu dan takut untuk menikmatinya di pinggir jalan.

Sesuai dengan visinya, martabak yang tersedia di kafe ini pun telah mengalami banyak sekali penyesuaian, mulai dari rasa, toping, nama menu hingga penyajiannya yang menyesuaikan dengan sasaran konsumen yang menjadi target. Sebut saja menu seperti Martabak Ice Chocobana, yang merupakan perpaduan antara martabak dengan toping berupa irisan pisang, meises coklat, ice cream vanilla dan dihias dengan sebatang astor. Lezat sekali rasanya, apalagi jika Anda adalah penyuka makanan manis. Tak heran menu ini menjadi salah satu menu favorit bagi pengunjung setia D'Marco.

Martabak Ice Chocobana
 Menu-menu lainnya misalnya adalah Martabak Mushbeef, yang merupakan perpaduan martabak dengan toping irisan daging asap (smoke beef)  dan potongan jamur (mushroom) dengan saus mayonaise, atau ada juga salah satu favorit saya, Martabak Noodle yaitu martabak berupa campuran mie, irisan daging asap dan potongan jamur, yang kemudian digoreng dan disajikan bersama saus berwarna orange (seemacam campuran saus sambal dengan mayonaise). Harga aneka menu martabak disini berkisar dari Rp. 12.000,- sampai dengan Rp. 25.000,-.

Martabak Mushbeef
Martabak Mushbeef with Egg
Martabak Noodle
Martabak Ice Cheeseberry
Buat pengunjung yang sedang bosan makan martabak, D'Marco Cafe ini juga menyediakan aneka makanan lain yang bisa disantap. Bahkan jika Anda di sekitar Sabang dan bingung untuk mencari menu sarapan yang enak, bisa datang ke kafe ini karena memang D'Marco yang buka dari pukul 07.00 sampai pukul 23.00 ini juga menyediakan aneka menu sarapan yang bisa dinikmati. Khusus untuk hari Senin s.d Jumat, kafe ini bekerjasama dengan Restoran AA untuk menyediakan menu-menu berat seperti I Fu Mie, Gohiong (udang) Goreng, Ayam AA, Ayam Spesial, dll. Untuk kisaran harganya antara Rp. 15.000,- sampai dengan Rp. 29.000,-, kecuali untuk nasi putih yang dihargai sebesar Rp. 5.000,-.

Mba Ira menjelaskan konsep D'Marco Cafe
Kompasianer sedang menyimak paparan Mba Ira

Mba Ira Lathief in action #1

Mba Ira Lathief in action #2
Sebagai pendamping dalam menikmati martabak, pengunjung juga dapat memilih aneka minuman sesuai selera dan ukuran kantong, dengan kisaran harga mulai dari Rp. 4.000 sampai dengan Rp, 25.000. Siang itu saya memesan Hot Cinnamon Cofee, yang merupakan perpaduan hangat antara rasa kopi yang kental dengan aroma kayu manis yang menggugah selera. Konon katanya menu ini adalah menu minuman favorit di kafe ini. Selain Hot Cinnamon Coffee, minuman favorit lain di sini adalah  Ice Strawberry Coffee yang merupakan campuran rasa kopi yang berpadu dengan rasa segar dari strawberry. Untuk yang tidak suka minum kopi, kafe ini juga menyediakan minuman non kopi baik yang hangat maupun dingin, seperti Ice Tea, Hot Chocolate dan aneka minuman ringan lainnya.

Hot Cinnamon Coffee
Ice Caramel Latte


Ice Strawberry Coffee
Hot Hazelnut
Selain dijelaskan mengenai konsep D'Marco Cafe ini, Mba Ira Lathief juga memberikan semacam workshop singkat seputar dunia kreatif dengan judul "Normal Is Boring For Creativity". Menurut Mba Ira, kreatifitas itu inti sebenarnya ada tiga yaitu berani melakukan hal yang baru, berani melakukan hal yang beda dan berani melakukan hal di luar kebiasaan. Selanjutnya beliau menjelaskan bahwa Abad 21 ini adalah abad untuk Generation C or Generation Creativitity. Artinya bahwa di abad 21 ini, orang-orang yang berjaya adalah orang-orang yang bergerak di bidang kreatifitas. Hal itu seperti diungkapkan oleh Richard Branson, pendiri Virgin Enterprises, seorang konglomerat yang memiliki banyak sekali perusahaan. Demikian ungkapan yang dikatakan Richard Branson:

"People with ideas become more powerful than the people who owns the machine", 
by Richard Branson, Virgin Enterprise

Setelah dijelaskan mengenai apa itu kreatifitas dan bagaimana orang-orang di bidang kreatif ini menguasai Abad 21 ini, selanjutnya banyak sekali materi yang diberikan oleh Mba Ira Lathief ini. Contoh-contoh iklan kreatif satu demi satu ditampilkan. Dijelaskan juga apa perbedaan kreatif dan inovasi, dimana perbedaannya adalah inovasi itu sendiri adalah kreatifitas yang telah mendapatkan semacam penerimaan dari masyarakat.

Tak hanya teori saja yang diberikan Mba Ira Lathief dalam workshop seputar kreatifitas ini. Mba Ira juga mengajak para Kompasianer yang ada, Mba Selina dan Mas Nurul, untuk mengikuti semacam permainan yang juga menjadi tes yang pernah dilakukan oleh seorang Prof. Bob Mc Keane mengenai tingkat kreatifitas seseorang. Di permainan sekaligus tes ini, kami diberi selembar kertas dengan gambar lingkaran-lingkaran sejumlah 30. Kami diberi waktu selama 1 menit untuk mengisi sebanyak-banyaknya lingkaran tersebut dengan gambar. Dan hasilnya adalah, saya cuma berhasil mengisi sebanyak 6 lingkaran saja.

Kertas berisi gambar lingkaran
Apa yang bisa dilihat dari permainan tersebut?
Mba Ira menjelaskan bahwa dari permainan tersebut, Prof. Bob McKeane mendapatkan data bahwa ketika permainan tersebut diberikan kepada orang dewasa pad umumnya, jumlah lingkaran yang berhasil diisi mungkin tidak akan ada setengah dari jumlah keseluruhan. Namun yang menarik adalah, ketika permainan tersebut diberikan kepada anak-anak, ternyata seluruh lingkaran yang berjumlah 30 buah tersebut dapat diisi semuanya dengan gambar.

Dari penelitian tersebut, jelas Mba Ira, disimpulkan bahwa semakin dewasa seseorang, semakin kecil tingkat kreatifitas seseorang. Kenapa? Karena ketika dewasa, seseorang cenderung untuk membuat segala sesuatu itu langsung sempurna. Orang menjadi cenderung untuk berpikir kreatif dan melakukan hal-hal yang baru. Banyak batasan-batasan yang membuat orang dewasa sulit untuk mengekspresikan apa yang dia ingin ekspresikan.

Selanjutnya, Mba Ira mengenalkan buku terbarunya yaitu Normal Is Boring.




Dalam buku ini, jelas Mba Ira Lathief, beliau banyak sekali mengungkapkan hal-hal seputar dunia kreatifitas. Karena saya belum membaca buku ini, saya belum terlalu tahu mengenai isi detil dalam buku ini. Yang jelas dari sisi layouting, Mba Ira mencoba kreatif dengan menyusun buku ini dimana halaman 1 ada di bagian belakang. Jadi cara membaca buku ini seperti membaca komik Jepang, yaitu dari belakang ke depan. Kreatif sekali bukan.

Setelah mendapatkan pencerahan seputar dunia kreatif dari Mba Ira Lathief, Kompasianer diajak untuk mengikuti games "Make Your Own Martabak". Di permainan ini, kami yang berjumlah 14 orang ini dibagi menjadi beberapa kelompok dengan 3-5 orang per kelompoknya. Kami diberi adonan dasar martabak dan bahan-bahan toping seperti jamur, daging asap, strawberry, meises coklat dan warna warni, keju, susu kental manis putih dan coklat, dan sirup strawberry.


Mba Ika menjelaskan bagaimana memberi toping pada adonan dasar martabak

Sebelum permainan dimulai, Mba Ika Hendriani, pemilik sekaligus manajer operasional D'Marco Cafe ini menjelaskan beberapa hal yang penting mengenai bagaimana memberi toping pada adonan dasar martabak. Hal yang pertama adalah, sebelum memberi toping, setiap adonan martabak diberi olesan mentega. Hal kedua yang perlu diperhatikan juga adalah bahwa jika kita ingin memberi toping irisan buah strawberry, maka sebaiknya kita menambahkan selai strawberry untuk memperkuat rasanya. Segera setelah Mba Ika selesai memberi penjelasan, permainan pun dimulai. Meski telah diberi penjelasan, kami para Kompasianer ternyata lebih suka kreatif dan bereksperimen dalam memberi toping. Alhasil, campur mencampur bahan toping pun lebih didasarkan prinsip coba-coba. Setelah 10 menit, permainan pun diakhiri. Dan berikut foto-foto hasil kreasi 4 tim Kompasianer.



4 Martabak kreasi Kompasianer

Martabak hasil tim saya

Mba Selina dari Urbanesia dan Mas Nurul dari admin Kompasiana diminta untuk mencicipi martabak hasil kreasi para Kompasianer. Dan setelah mempertimbangkan segala aspek, baik rasa dan penampilan, maka martabak kreasi tim Pak Yusuf, Mas Manji, dkk terpilih menjadi juara pertama dan mendapatkan hadiah dari D'Marco berupa segelas es krim untuk masing-masing anggota tim.

Dengan berakhirnya permainan "Make Your Own Martabak" ini, maka sesi Get Urbanized III di D'Marco Cafe ini pun berakhir. Sebagai tambahan informasi, Mba Ira Lathief menyampaikan bahwa selama event sepakbola Euro Cup berlangsung, akan diadakan Nonton Bareng Euro Cup di D'Marco Cafe ini setiap weekend (Jumat-Minggu). Juga selama bulan Juni ini, setiap hari Senin dari jam 14.00 s.d 23.00 WIB, para jurnalis atau wartawan dapat potongan harga 15%.


NB:
Berikut beberapa liputan Media tentang D'Marco Cafe

Martabak Make Over : Updating a street food favourite (The Jakarta Globe)

D'Marco bikin Martabak Naik Kelas (TNOL Online)

Martabak Cita Rasa Resto(Majalah Sekar)


Rabu, 13 Juni 2012

Menunggu Lampu Hijau



Kusisir rambutku dengan rapi. Kuoleskan sedikit minyak rambut agar terlihat basah dan semakin rapi. Kupatut-patut diriku di depan cermin. Sudah setengah jam aku di depan cermin hanya untuk memastikan bahwa penampilanku ini menarik dan rapi.

“Aku harus terlihat rapi hari ini“͵ kataku dalam hati sembari memasang sabuk di celanaku yang agak kedodoran ini. Ya͵ hari ini adalah hari yang penting bagiku karena hari ini aku akan menemui Bu Linda͵ orang yang berjanji akan memberikan pekerjaan kepadaku. Setelah sekian lama luntan lantung mencari pekerjaan͵ akhirnya datang juga harapan yang diberikan kepadaku.
Setelah yakin dengan penampilanku sendiri͵ kulangkahkan kakiku keluar kamar.

“Bu͵ Slamet pamit cari kerja ya bu. Doakan agar Bu Linda menepati janjinya untuk memberikan pekerjaan kepada Slamet ya.“

***

“Jadi begini pekerjaanmu. Kamu bertugas untuk menyebarkan dan memberikan brosur kepada setiap pengendara motor dan mobil yang lewat di depan Jam Gadang. Untuk mudahnya͵ kamu bisa berikan brosur itu pada saat motor dan mobil berhenti di lampu merah di perempatan situ. Setiap satu brosur yang kamu sebar͵ kamu dapt upah 150 rupiah. Nanti akan ada orang yang bertugas mengawasimu dari jauh͵ untuk memastikan kamu benar-benar menyebarkan brosur-brosur ini.“ Kuingat setiap ucapan Bu Linda di ruangan kantor tadi baik-baik. Aku tidak ingin gagal bekerja di hari pertamaku ini.

“150 rupiah. Jika aku bisa menyebarkan 200 lembar brosur setiap hari͵ berarti aku bisa membawa pulang uang 30 ribu setiap hari. Ibu pasti senang mendengar berita ini“͵ pikirku dalam hati.

Kutinggalkan sepedaku di tempat Bu Linda. Aku lebih memilih jalan kaki karena jarak dari kantor Bu Linda ke Jam Gadang memang tidak terlalu jauh. Sekitar 10 menit perjalanan dengan jalan kaki. Lagipula alasanku memilih jalan kaki adalah agar aku bisa memastikan siapa orang yang bertugas mengawasiku.

Sambil berjalan menuju Jam Gadang͵ sesekali kepalaku menengok ke belakang. Mataku mencoba mencari orang yang ditugaskan mengawasiku menyebarkan brosur ini.

Tak terasa͵ kakiku telah membawaku sampai di perempatan di samping Jam Gadang. Kupandangi sebentar bangunan megah dan menjulang tinggi͵ yang menjadi simbol kota Bukittinggi ini. Gagah nian Jam Gadang ini. Seolah sedang mengatakan pada dunia
“ Hai Dunia͵ akulah Jam Gadang yang siap menghadapi segala permasalahan.“

Kurapikan brosur yang ada  di tanganku. Kukepalkan tanganku sesaat sambil berkata dalam hati
"Aku pasti bisa melakukan ini. Lagipula ini adalah pekerjaan mudah.Hanya menyebarkan brosur kepada orang-orang".

Kudekati lampu lalu lintas di samping Jam Gadang ini. Kuperhatikan kendaraan yang melintas dengan cepatnya di jalan ini. Tempat ini memang tempat yang tepat untuk menyebarkan brosur kepada orang-orang. Kulihat lampu lalu lintas menjadi merah, aku berjalan pelan menuju ke tengah jalan.
"Aneh..kenapa motor dan mobil tampak tak ada tanda-tanda akan berhenti", kataku dalam hati.

"Oi mas. Ati-ati dong jalannya. Lampu masih hijau kok udah main nyeberang aja.".
Salah satu pengendara motor yang melintas berteriak kepadaku sambil berlalu. Aku berlari kecil, menepi ke pinggir.

"Hijau..tapi bukankah itu warna merah..::", tanyaku. Kukucek mataku berulang kali untuk memastikannya.
"Iya kok. Itu merah.."

Tiba-tiba, sebuah tangan menepuk bahuku. Seorang Bapak Polisi berseragam berdiri di belakangku.

"Kamu ini kalau mau menyeberang harus hati-hati ya dek. Pastikan dulu lampu lalu lintas berwarna merah. Kamu tahu arti warna-warna di lampu lalu lintas kan dek?", tanya Pak Polisi itu kepadaku.

"Tahu Pak. Merah itu berhenti, Hijau itu untuk jalan terus, dan Kuning itu untuk hati-hati.", jawabku.

"Nah itu kamu sudah tahu. Tapi kenapa tadi kamu berjalan ke tengah saat lampu sedang hijau?", kembali Pak Polisi itu bertanya.

"Tapi Pak. Yang saya lihat, lampu lalu lintas tadi itu sudah berwarna merah. Itu kenapa saya berjalan ke tengah untuk menyebarkan brosur untuk pengendara motor dan mobil yang akan berhenti pada saat lampu merah.", jawabku kembali menjelaskan.

Pak Polisi itu menggelengkan kepala. Mungkin dia bingung dengan segala penjelasan keras kepalaku tadi.
"Ya sudah dek. Yang penting nanti kalau mau menyeberang, pastikan dulu lampu itu berwarna merah. Baru kamu bisa menyeberang atau ke tengah menyebarkan brosur itu. Hati-hati ya lain kali"
Segera setelah berkata itu, Pak Polisi meninggalkanku sendirian di pinggir jalan ini.

"Apa mataku ini bermasalah ya. Kenapa orang lain bilang lampu merah itu hijau, padahal mataku melihatnya berwarna merah.", sejenak aku berpikir tentang kejadian-kejadian yang terjadi tadi.

"Ah sudahlah. Yang penting aku harus bisa menyebarkan brosur ini sampai habis. Sekarang aku harus menunggu sampai lampu berwarna merah agar aku bisa membagikan brosur-brosur ini"

Kulihat lagi lampu lalu lintas. "Masih hijau.."
Motor dan mobil masih melintas dengan cepatnya.
Kualihkan pandanganku sekilas ke brosur di tanganku. Kurapikan susunannya agar terlihat rapi dan mudah dibawanya.

Kulihat lagi lampu lalu lintas. "Wah, sudah merah.."
Dengan percaya diri, aku berjalan perlahan ke tengah jalan. Seolah menyambut motor dan mobil yang akan berhenti di perempatan ini.

Tiba-tiba, terdengar bunyi rem mobil yang diinjak. Dan tiba-tiba......

 ***

"Bagaimana keadaannya dokter." tanya seorang Ibu kepada pria berseragam putih yang dipanggilnya dokter.

"Slamet ini hanya mengalami gegar otak ringan. Tapi kita sudah melakukan tindakan untuk menanganinya Mungkin baru nanti siang dia akan siuman.", jawab pria itu.

Pria itu balas bertanya pada Ibu itu.
"Ibu ini kan pasti tahu kehidupan sehari-hari Slamet. Nah, apakah mata Slamet ini memiliki kelainan semacam buta warna? Karena berdasarkan polisi yang tadi mengantar kesini, Slamet ini terlihat percaya diri menyeberang jalan, padahal lampu lalu lintas masih hijau."

"Saya juga kurang tahu pasti dok. Tapi memang dari dulu Slamet ini susah sekali untuk membedakan antara satu warna dengan warna lainnya. Dan saya tidak menyangka dok kalau hal itu akan bisa mencelakakan Slamet.", ibu itu menunduk. Isak tangis terdengar dari bibirnya.

***

"Aku pasti bisa melakukan ini. Lagipula ini adalah pekerjaan mudah. Hanya menyebarkan brosur kepada orang-orang". Kukepalkan lagi tanganku mencoba menyemangati.

"Sekarang aku hanya tinggal menunggu motor dan mobil berhenti pada saat lampu merah."

***

"Lihat itu dok. Tangan Slamet sedikit bergerak", kata Ibu itu kepada dokter sedikit berteriak

"Wah, ini kondisi yang bagus Bu. Semoga Slamet segera siuman Bu.", dokter itu menimpali.


Dibuat untuk #15HariNgeblogFF2 hari pertama dengan judul Menunggu Lampu Hijau dengan setting Menara Jam Gadang.
Telat submit tapi gak apa-apalah. Yang penting nulis.



Buah Mata dari Tepian Sungai Siak Pekanbaru

Tanggal 12 April 2012 saya mengunjungi kota Pekanbaru Riau untuk urusan pekerjaan dari kantor. Setelah selesai dengan urusan kantor͵ saya menyempatkan diri untuk berjalan-jalan sebentar di kota ini.
Berikut foto-foto hasil bidikan mata dengan menggunakan LG Optimus Hub saya.















Sabtu, 09 Juni 2012

Apartment Construction at Kemang

Everyday͵ at morning and night͵ I see this apartment construction in front of my renthouse.
This morning͵ I try to make a sketch on my book. And I also post the photo of that building to compare my sketch and my photo...hehehe




Selasa, 05 Juni 2012

Di Tanganku


Gadis itu manis dan menarik.
Itu menurutku sebagai seorang lelaki normal yang telah beristri satu dan beranak dua ini. Bukan sudah bosan dengan istriku, hanya saja sesekali melakukan “penyegaran mata” bukankah baik.

Kupandangi foto yang ada di genggamanku, sembari sesekali mengamati gadis yang wajahnya ada di foto itu sedang duduk tenang sembari membaca buku, 20 meter dari tempatku berdiri. Nampak sedikit berbeda memang antara wajah gadis itu di foto dengan aslinya sekarang. Di foto, wajah gadis itu tampak lebih pucat dan polos, tak seperti wajahnya yang penuh dengan riasan yang serasi yang membuatnya nampak lebih manis dan menarik. Itu kata hatiku lagi.

Saat tengah asyik melamun, getar ponsel di kantong jaketku mengembalikanku ke dunia nyata.
Tertera nama Pak Kardi, atasanku di kantor, di layar ponselku. Kutarik nafas dalam-dalam sebelum kuangkat telepon itu.

“Selamat Siang Briptu Slamet”, suara tegas dan lantang terdengar di ponselku.

“Siap..Selamat Siang Iptu Kardi”, kujawab dengan suara tak kalah lantang.

Orang di ujung telepon sana, bertanya
Bagaimana Briptu, apa sudah ada kepastian dengan rencana kemarin?”

“Eee....eee...eee...Saya....”, jawabku terbata-bata.

“Sudah tenang saja Briptu. Kalau saya berhasil dipromosikan untuk menjadi Kapolsek, saya janji tidak akan pernah lupa jasa bantuan Briptu. Kamu ikuti saja rencana saya Briptu. Kamu awasi terus gadis itu ya..”.

Jawabku, “Siap Pak...”,

Suara disana kembali menjawab
“Nah bagus seperti itu. Sudah, yang penting awasi terus gerak gerik gadis itu. Besok kita lakukan rencana kita..”

“Siap Pak..”, jawabku mengakhiri pembicaraan tesebut.

Kepalaku tertunduk lesu. Sungguh tugas yang kuemban kali ini benar-benar bertentangan dengan hati nuraniku sebagai seorang manusia. Kupandangi lagi gadis yang masih duduk di ujung sana. Masih tenang dengan buku di tangannya.

“Haruskah ia besok kutangkap dan diproses hukum demi promosi jabatan atasanku,
padahal dia tak bersalah sama sekali”

Kuhela lagi nafasku dalam-dalam, mencoba mengurangi beban pikiran dan hati nuraniku akan tugas ini.

Nasibnya di tanganku.”,



Jakarta, 4 Juni 2012
@rbennymurdhani

Minggu, 03 Juni 2012

Info Lomba: Lomba Blog "Berbagi Cerita Bersama BCA"

Dalam rangka peluncuran situs baru BCA yaitu www.bca.co.id, BCA mengadakan lomba blog dengan tema " Berbagi Cerita bersama BCA". Hadiahnya menarik banget lho yaitu Macbook Air untuk juara 1, Samsung Galaxy Note untuk juara 2, dan iPad 2 untuk juara ketiga. 


berikut syarat dan ketentuan yang saya copykan dari situs http://www.bcablogcompetition.com/
 ==================
Periode Kompetisi
1 Mei – 1 Juli 2012. 
Syarat Peserta
  1. Warga Negara Indonesia (WNI)
  2. Memiliki blog pribadi
  3. Bukan karyawan PT BCA Tbk atau pihak agensi yang terkait atau pihak penyelenggara lainnya
Persyaratan Karya Tulisan
  1. Bersifat asli dan tidak melanggar hak pihak ketiga, termasuk namun tidak terbatas pada: hak cipta, hak merek dagang, hak privasi atau publisitas, atau hak-hak atas kekayaan intelektual lainnya.
  2. Tidak mengandung unsur pornografi, SARA, atau memojokkan individu/golongan tertentu.
  3. Tidak mempromosikan produk lain dan tidak melanggar hukum/aturan yang berlaku. Adapun makna mempromosikan adalah tidak menunjukkan nama merek, logo, atau merek dagang selain milik Penyelenggara.
  4. Wajib mencantumkan hyperlink www.bca.co.id di dalam tulisan.
  5. Wajib mencantumkan keywords berikut ini:
    • Solusi perbankan
    • Rencana masa depan
    • Kemudahan transaksi
    • Produk perbankan
    • Layanan perbankan
    • Kebebasan finansial
Topik Tulisan
Topik yang dapat dipilih dalam kompetisi ini antara lain:
  1. “Kemudahan Transaksi”
  2. “Perencanaan Finansial Pendidikan Sang Buah Hati”
  3. “Perlindungan Jiwa dan Kesehatan adalah Investasi”
  4. “Mewujudkan Hunian Ideal”
Kode Badge/e-Sticker
Anda harus memasang kode badge/e-sticker di bawah ini sebagai tanda peserta Anda dalam mengikuti kompetisi “Berbagi Cerita bersama BCA”.
Ketentuan Pemenang
  1. Pemenang “Berbagi Cerita bersama BCA” terdiri atas Juara 1, Juara 2, dan Juara 3 yang dipilih berdasarkan penilaian oleh tim juri (sistem penjurian).
  2. Pengumuman pemenang dilaksanakan pada tanggal 26 Juli 2012 pukul 12.00 WIB melalui website www.bca.co.id dan social media asset milik BCA (Facebook & Twitter).
Hadiah
Juara 1                  : Macbook Air
Juara 2                  : Samsung Galaxy Notes
Juara 3                  : iPad 2
========

Buat yang tertarik mendapatkan hadiah-hadiah yang disediakan, buruan buka internetmu dan mulai ngeblog, Selamat berlomba.....

 

Jumat, 01 Juni 2012

Kelas #FlashWriting Akademi Berbagi Jakarta bersama @bangaip , 31 Mei 2012

Kelas Flash Writing ini menjadi kelas kedua saya di @akberjkt͵ setelah dulu saya pertama kali ikut pada saat acara Ngerumpi Days Out sekitar 2 bulan yang lalu.

Bertempat di AmWay Indonesia͵Wisma BNI Lt.26͵ kelas kali ini dihadiri sekitar 30 orang.Tadinya sempat bingung juga karena saya datang ke kelas sendirian.Lebih tepatnya takut dicuekin dan tidak nyaman.Namun ternyata saya salah.Teman-teman yang hadir di kelas dan panitia ternyata begitu ramah dan hangat.

Kelas kali ini diisi oleh @bangaip yang ternyata memiliki segudang pengalaman dalam tulis menulis. Dia pernah menulis untuk berbagai media͵ bahkan untuk beberapa perusahaan yang membutuhkan keahliannya.Saat ini dia bekerja di salingsilang.com.

Sesi ini dibuka dengan mengajak teman-teman peserta untuk membuat sebuah tulisan pendek terkait dengan gambar yang ditampilkan di layar presentasi. Yang menjadi susah adalah karena waktu yang diberikan untuk membuat sebuah tulisan adalah 1 menit. Alhasil͵ tulisan-tulisan yang dibuat oleh para peserta pun ada yang hanya satu kalimat saja͵meskipun beberapa memang ada yang mampu merangkaikan beberapa kalimat dalam waktu yang menurut saya begitu sempit.

Segera setelah waktu 1 menit habis͵ 3 orang teman akberian diminta membacakan tulisan yang mereka hasilkan dalam waktu 1 menit tersebut. Setelahnya͵ @bangaip mengomentari setiap tulisan yang dihasilkam tersebut.
S
Untuk materi yang diberikan sendiri sebenarnya tidak terlalu banyak karena @bangaip sendiri memang menginginkan agar kelas ini tidak terlalu banyak materi͵ tapi.lebih banyak ke praktek menulis seperti yang telah saya tulis di atas. Sebut saja total 12 gambar͵ diantarannya apel merah͵ bulan sabit͵ bulatan kuning͵ secangkir kopi͵ dll. Dari setiap gambar tersebut

Beberapa materi yang saya sempat catat adalah:
  • Flash Writing memiliki tiga kegunaan:
    • Bagi seorang pemula yang ingin belajar menulis, flash writing dapat berguna sebagai sarana bagi kita untuk berlatih menulis.
    • Bagi seorang penulis yang sering merasa kesulitan untuk memulai sebuah tulisan, flash writing ini dapat digunakan sebagai sarana untuk menggali ide ataupun tulisan pembuka bagi tulisan besar yang ingin kita tulis. 
    • Bagi seorang penulis yang sering merasa buntu atau mengalami writer's block di tengah-tengan tulisan, maka flash writing ini dapat digunakan sebagai sarana untuk menyegarkan pikiran kita. Tips tambahannya adalah buatlah sebuah flash writing dengan ide yang berbeda dengan tulisan yang membuat kita mengalami writer's block. 
  • Untuk dapat menulis dengan baik͵ menurut @bangaip kita hanya perlu untuk mengembangkan 4 kemampuan berbahasa kita͵yaitu mendengar͵berbicara͵membaca dan menulis. Jika kita mampu menjadi pendengar yang baik͵ maka kemungkinan besar kita dapat menulis dengan baik͵karena dengan menjadi pendengar baik, maka kita dapat mengetahui apa yang orang lain inginkan, dan apa yang dirasakan orang lain. Begitu juga apabila kemampuan membaca dan berbicara kita, maka kemungkinan kemampuan menulis kita berpotensi untuk semakin berkembang.... (Kalo ga penjelasan saya membingungkan, mungkin karena kemampuan mendengar saya agak kurang.hehe...)

  • 5 tips menulis yang baik versi @bangaip yaitu Show, Don't tell, add the details, simple, direct dan active.
    • Show, Don't tell, artinya saya lupa...hehe..Maap
    • Add the details, artinya tulisan kita perlu kita tambah detail-detail yang berguna agar pembaca semakin mengerti tentang apa yang sedang kita sampaikan lewat tulisan.
    • Simple, artinya tulisan yang kita buat meskipun banyak menggunakan detail, tapi tetap harus sederhana cara penyampaiannya. Jangan sampai menggunakan kata-kata yang terlalu teknis atau "bahasa dewa" yang malah akan membingungkan pembaca kita.
    • Direct, artinya tulisan yang kita sampaikan harus bisa langsung menyampaikan pesan yang ingin disampaikan. Jangan bertele-tele dan berputar-putar dalam menyampaikan pesan.
    • Active, artinya buatlah tulisan dengan banyak menggunakan kalimat aktif karena itu akan lebih mudah membuat pembaca menangkap pesan yang kita sampaikan.
Berikut foto-foto yang saya ambil dalam kelas kali ini.


@bangaip sedang menjelaskan materi

Suasana kelas

Suasana Kelas