Sabtu, 30 November 2013

Mari Berkomentar. Don't Be A Silent Reader.

Banyak orang yang tak suka dikomentari oleh orang lain. Seringkali ketika kita mengerjakan sesuatu, dan kita dikomentari oleh orang lain, bahkan teman sendiri, maka kita jadi tidak nyaman dengan apa yang kita kerjakan tersebut. Tak terkecuali dengan diri saya sendiri. Bahkan ketika saya dikomentari oleh orang lain, saya malah lebih sering sakit hati dan berujung hati bersungut-sungut, lalu tanpa sadar hati kecil saya berbicara "hihhh. ngapain si pake komentar segala. Kayak dirinya bener aja".

Pernah merasa seperti itu juga?

Tapi kali ini saya tidak ingin menulis tentang berkomentar dalam konteks tersebut. Yang ingin saya tulis adalah keheranan saya terhadap minimnya komentar dari pembaca blog saya ini.

Jadi begini. Awal keheranan saya ini adalah karena setelah berbulan-bulan saya memantau statistik pada blog saya ini, saya mendapatkan data bahwa blog saya ini rata-rata diakses dan dibaca oleh 100 orang setiap hari. Puji Tuhan memang masih ada yang mau membaca blog saya ini, dan hits counter saya dari tahun 2009 s/d waktu saya menulis tulisan ini adalah 69.867. Namun yang sedikit aneh adalah hingga sekarang, baru ada 271 komentar saja yang ada pada blog saya.

Adakah yang salah?

Mungkin awalnya memang dari saya sendiri. Ketika blogwalking, saya seringkali menemukan artikel yang menarik yang ditulis oleh blogger lain, namun meskipun artikel tersebut menarik, selesai membaca saya tak memberikan komentar  pada artikel tersebut. Ada beberapa alasan yang menjadikan saya malas untuk memberikan komentar, tapi yang sering terjadi adalah karena kolom komentar yang ada di blog tersebut menggunakan captcha atau harus mengisi kode-kode verifikasi. Ya semacam itulah.

Jadi kesimpulannya apa?
Ya di tulisan ini sih saya cuma ingin berjanji untuk berusaha memberikan komentar pada setiap artikel pada blog orang lain yang saya baca. Syukur-syukur, blogger yang tulisannya saya beri komentar, lalu gantian membaca blog saya lalu kemudian memberikan komentar pada blog saya.

Jadi, mari budayakan berkomentar di blog orang lain.
Mariiiiii....:)
 

Senin, 25 November 2013

[Terios7wonders] Perjalanan "14 Hari Untuk Selamanya" bersama Terios, Sahabat Petualang

Sebuah cerita indah akan selalu terkenang selama-lamanya, seperti halnya 3 hari perjalanan dari Jakarta sampai Jogja yang dilalui Nikolas Saputra dalam film “3 Hari Untuk Selamanya.

Pada bulan Oktober yang lalu, 7 orang blogger Indonesia menjalani “14 hari Untuk Selamanya” versi mereka masing-masing bersama dengan tim Daihatsu. 7 orang blogger tersebut adalah 5 orang pemenang kompetisi blog “Terios 7 Wonders: Hidden Paradise” yaitu Wira Nurmansyah, Bambang, Puput, Harris Maulana, dan Giri, serta dua orang travel blogger yang dipilih oleh tim Daihatsu yaitu Mumun dan Lucia Nancy. Dari tanggal 1-14 Oktober 2013, mereka melakukan perjalanan dalam serangkaian tur Daihatsu Terios 7 Wonders: Hidden Paradise ke 7 destinasi wisata yang disebut sebagai “surga yang tersembunyi” di Indonesia.

Bagi saya, seseorang yang sangat jarang sekali melakukan perjalanan wisata, menyimak setiap tulisan dari para blogger yang ikut dalam “Terios 7 Wonders: Hidden Paradise” ini seakan membawa saya menjadi “blogger ke-8” yang ikut turut serta. Mungkin lucu juga ya kalau tahun depan Daihatsu mengadakan trip “Terios 8 Wonders: Beautiful Indonesia” dengan mengajak 8 orang blogger yang salah satunya adalah saya.

Destinasi Pertama: Desa Sawarna

Perjalanan “Terios 7 Wonders: Hidden Paradise” ini dimulai dengan pelepasan para blogger, driver, media beserta tim Daihatsu oleh Bapak Endi. Bertempat di Sentul City, Bellanova Country Mall, para blogger melakukan doa bersama sebelum melakukan perjalanan selama dua minggu. Segera setelah acara pelepasan selesai, perjalanan dimulai.

Sumber foto: http://daihatsu.co.id/terios7wonders/2013/


Destinasi pertama tim Daihatsu 7 Wonders adalah desa Sawarna. Desa ini terletak di Provinsi Banten, tepatnya di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak. Dari blog Giri, saya mendapat informasi rute sepanjang 180 km yang dilalui dari Sentul menuju desa Sawarna adalah :

Sentul – Pamoyanan – Cijeruk – Lido – Cicurug - Sukabumi lewat jalur alternatifnya – Pelabuhan Ratu – Citepus – Cisolok – Bayah – Pantai Sawarna

Sebelumnya saya bingung mana yang benar apakah nama destinasi wisata ini adalah desa Sawarna atau Pantai Sawarna. Baru setelah saya membaca lebih detail tulisan para blogger, saya tahu bahwa ternyata di desa Sawarna ini terdapat beberapa destinasi wisata, dua yang paling terkenal adalah Pantai Ciatir Sawarna dan Pantai Tanjung Layar. Dua pantai inilah yang menjadi tujuan tim Daihatsu 7 Wonders kali ini.

Pantai Ciatir dan Pantai Tanjung Layar ini memiliki karakteristik yang sedikit berbeda, dimana Pantai Ciatir memiliki pasir pantai yang lembut, sedangkan Pantai Tanjung Layar yang merupakan “landmark” dari Desa Sawarna ini adalah pantai berkarang. Sayangnya, keindahan karang di pantai ini harus dirusak oleh keisengan para pengunjung tak bertanggungjawab yang mencorat coret dan menulis di dinding karang.

Untungnya rasa kesal tim Daihatsu 7 Wonders terhadap aksi vandalism tersebut sedikit terobati dengan menikmati keindahan langit di kala matahari tenggelam.  Ya, menikmati matahari tenggelam di antara sela-sela batu karang yang menjulang tinggi di Pantai Tanjung Layar memang seakan berada di “hidden paradise. Andai saja saya bisa ada disana.

sumber foto: backpackology.me

Oh iya, Bambang, salah satu blogger dengan detil sampai menceritakan bagaimana ia berburu sunset di Pantai Tanjung Layar ini. Kalau tertarik untuk membaca, silahkan baca disini.

Destinasi Ke-2: Desa Kinarejo

Setelah dibawa bermain air, menikmati angin laut dan mengabadikan momen sunset di belantara batu karang di Desa Sawarna, selanjutnya para blogger beserta tim Daihatsu 7 Wonders bergerak ke arah timur, menuju ke “hidden paradise” yang kedua. Apa itu?

Destinasi “hidden paradise” yang kedua adalah Desa Kinarejo. Buat yang belum mengenal Desa Kinarejo, pasti akan lebih mengenal sosok Mba Maridjan. Sosok juru kunci Gunung Merapi yang tiga tahun lalu, tepatnya tanggal 5 November 2010, meninggal akibat terjangan awan panas Gunung Merapi yang lebih familiar disebut “wedhus gembel”. Yap, Desa Kinarejo adalah desa tempat tinggal almarhum Mbah Maridjan yang sekaligus menjadi saksi bisu keganasan Gunung Merapi di kala meletus.

Di desa ini, tim Terios 7 Wonders melakukan kegiatan bakti sosial untuk para warga yaitu dengan penanaman 10.000 pohon, dengan didukung oleh Pemerintah Provinsi DIY dan penduduk setempat, serta pemberian beasiswa bagi 10 orang anak yatim yang berprestasi di desa tersebut. Setelah semua acara seremonial selesai, barulah petualangan di jalur lava atau kerap disebut lava tour Gunung Merapi dimulai.

Sumber foto: lucianancy.com

 Jika di desa Sawarna, mobil Daihatsu Terios yang digunakan tim belum terlalu mendapatkan banyak tantangan, maka di tempat inilah tantangan bagi mobil Daihatsu Terios dimulai. Jalanan yang menanjak dengan jalan yang berselimut debu vulkanik menjadikan “lava tour” ini menjadi ujian bagi ketangguhan Daihatsu Terios yang memiliki sebutan “Sahabat Petualang”. Dan ternyata sebutan tersebut tak sekedar tagline saja, karena jalanan “lava tour” yang biasanya hanya dilalui oleh mobil jip 4WD (four wheel drive) dan truk pengangkut pasir, kini dilalui oleh mobil Daihatsu Terios TX yang bukan 4WD sambil membawa tim Daihatsu Terios 7 Wonders.

Di dalam “lava tour” ini pula, tim Daihatsu Terios 7 Wonders mengunjungi Museum Sisa Hartaku yang terletak di desa Kepuharjo, sekitar 5 menit perjalanan dengan mobil dari Desa Kinahrejo. Museum ini dibangun atas inisiatif Riyanto beserta keluarganya, setelah melihat rumahnya yang menjadi lokasi Museum ini telah rusak parah, termasuk barang-barang dan ternak yang tak sempat ia bawa ke tempat pengungsian saat tanggal 5 November 2010 Gunung Merapi memuntahkan isi perutnya.

Sumber foto: lucianancy.com

Destinasi Ke-3: Ranu Pani

Bagi yang sudah pernah menonton film 5 cm yang sempat heboh beberapa bulan yang lalu pasti seperti dibawa nostalgia film tersebut begitu mendengar kata “ Ranu Pani”.  Ya, Ranu Pani adalah desa terakhir di kaki gunung Semeru yang masih bisa dijangkau dengan mobil. Desa ini sekaligus menjadi pos tempat para pendaki harus mendaftarkan dirinya sebelum mendaki gunung Semeru.

Begitu tiba di Ranu Pani, tim Daihatsu Terios 7 Wonders langsung disambut oleh warga Suku Tengger di rumah salah satu dari mereka. Sejenak mereka dijelaskan mengenai filosofi rumah masyarakat Suku Tengger dimana mereka menyatukan pawon alias dapur dengan ruang tamu, dengan tujuan untuk lebih mengakrabkan para tamu. Sembari dijelaskan, tim Daihatsu Terios 7 Wonders dipersilakan untuk menyantap sajian makanan khas Tengger: jagung putih penggati nasi, sepotong ayam utuh, sayuran bunga kol yang masih muda, serta sambal plecing Tengger. Dari deretan menu tersebut, yang paling membuat air liur saya menetes adalah sambel plecing Tengger yang konon terkenal akan pedasnya. Lihat saja bagaimana Lucia Nancy menuliskan komentar salah seorang driver ketika mencoba sambel ala Ranu Pani tersebut.

Gileeee, pedesnya bisa bikin ane sampe afal Quran ini mah!”,kata Iman, salah satu driver yang terkenal dengan logat Betawi kentalnya tiba-tiba nyeletuk dan berhasil membuat saya keselek dan tidak berhenti tertawa selama semenit.

Sumber foto: lucianancy.com
Usai beramah-tamah dan menikmati lezatnya kuliner asli masyarakat Suku Tengger, tim Daihatsu Terios 7 Wonders menuju tepian danau Ranu Pani untuk beristirahat malam itu. Namun, ternyata kelelahan selama perjalanan ternyata tak mampu membuat tim Terios 7 Wonders untuk langsung menuju ke peraduan. Langit Ranu Pani yang malam itu seakan ingin memberikan hadiah “sejuta bintang” tak ayal lagi menjadi semacam ladang berburu foto bagi tim Terios 7 Wonders. Saya jadi membayangkan seandainya saya bisa disana bersama pasangan saya. Pasti sungguh terasa romantis.

Sumber foto: wiranurmansyah.com
Pagi harinya, sebelum meninggalkan Ranu Pani untuk menuju “Hidden Paradise” yang ke-4, tim Terios 7 Wonders memberikan bantuan berupa beberapa buah tong sampah kepada warga Ranu Pani.

Sumber foto: wiranurmansyah.com
Perjalanan tim Terios 7 Wonders pun dimulai kembali. “Hidden Paradise” seperti apakah yang akan menjadi tujuan tim Terios 7 Wonders berikutnya?

Destinasi Ke-4: Taman Nasional Baluran

Setelah dibawa menikmati langit sejuta bintang sembari mendekap tubuh erat-erat karena dinginnya udara di tepian Danau Ranau Pani, kini saatnya tim Terios 7 Wonders menjelajahi kehidupan liar di Taman Nasional Baluran yang menjadi “Hidden Paradise” ke-4 dalam perjalanan ini.

Taman Nasional Baluran terletak tak jauh dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, tepatnya di wilayah Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur, Indonesia. Baluran ini mendapat julukan “Africa Van Java” karena vegetasi savana yang kering dan berdebu, dengan dominasi warna coklat, seakan membawa setiap pengunjung taman nasional seluas 250 km persegi ini ke suasana savana di Afrika. Kondisi savanna yang kering dan sangat rawan terbakar ini membuat tim Terios 7 Wonders harus benar-benar menjaga agar jangan sampai ada anggota tim yang membuat puntung rokok sembarangan, seperti apa yang ditulis Puput dalam blognya.

Mumun, segera memperingatkan semua anggota tim agar tidak membuang puntung rokok sembarang. “Puntung rokok jangan dibuang sembarang, ditelan aja” demikian terdengar sayup-sayup peringatan di HT kami.

Di Baluran ini, tim Terios 7 Wonders sempat mencicipi “safari night” ala Baluran. Tim Terios 7 Wonders diajak untuk berjalan kaki di dalam Savana Bekol ini dengan dipandu oleh Pak Indra, salah satu guide yang mengajak mereka bersafari malam. Tak banyak yang bisa tim lihat selain bayangan-bayangan rusa dan kerbau yang melintas serta beberapa jenis burung liar.

Baluran memang terlihat lebih indah di pagi hari daripada siang ataupun malam hari. Tak heran, begitu mentari sedikit menyembulkan dirinya, tim Terios 7 Wonders langsung sibuk dengan kamera masing-masing mengabadikan momen sunrise yang ada di depan mata.

Sumber foto: harrismaulana.blogdetik.com
Sebelum beranjak menuju “Hidden Paradise” berikutnya, tim Terios 7 Wonders menyempatkan diri menuju gardu pandang Taman Nasional Baluran yang merupakan tempat terbaik untuk melihat taman nasional ini, termasuk suguhan kemegahan Gunung Baluran dan Argopuro yang terlihat jelas dari gardu pandang ini.

Sumber foto: wiranurmansyah.com

Destinasi Ke-5: Desa Sade Rambitan


Jika empat “Hidden Paradise” sebelumnya ada di Pulau Jawa, maka kali ini tim Terios 7 Wonders harus menyeberangi dua selat yaitu Selat Bali dan Selat Lombok untuk menuju “Hidden Paradise” ke-5 yang ada di Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Desa Sade Rambitan, demikian orang banyak mengenalnya menjadi tujuan ke-5 surga tersembunyi yang tengah diburu oleh tim Terios 7 Wonders.

Untuk mencapai desa ini, tim Terios 7 Wonders tidak terlalu mengalami kesulitan karena letaknya ada di pinggir jalan raya Praya di daerah Rembitan, Lombok Tengah, memakan waktu sekitar 45 menit – 1 jam dari pusat kota Mataram. Berbeda dengan empat surga tersembunyi sebelumnya yang lebih menonjolkan pada kekayaan alam, maka desa ini menjadi semacam penyegar bagi tim yang sedari awal telah banyak melihat keindahan gunung dan pantai.

Di Desa Sade Rambitan, tim diajak untuk lebih mengenal bagaimana kehidupan Suku Sasak yang mendiami desa tersebut serta belajar kearifan lokal yang mereka miliki. Banyak sekali kearifan lokal yang tim pelajari disini, diantaranya yang sangat menarik bagi saya adalah ternyata masyarakat Suku Sasak rajin mengepel lantai rumahnya dengan kotoran kerbau. Mereka mengatakan bahwa kotoran kerbau mampu membuat lantai rumah mereka yang terbuat dari tanah liat menjadi mengkilap. Kotoran kerbau yang di dalam pikiran saya adalah “kotoran yang berbau tidak enak” ternyata tidak menimbulkan bau sama sekali.

Sumber foto: lucianancy.com

Ada beberapa kearifan lokal lainnya yang tidak kalah unik seperti tradisi menculik pasangan yang ingin dinikahi. Hehe.. Disini Wira jago sekali menggambarkan kisah si Iman yang menculik gadis yang sangat dicintainya, yaitu Uci (Entah kenapa Wira memilih nama Uci yang merupakan nama panggilan Lucia Nancy..hehe). Coba saja baca kisah Iman yang menculik Uci di blog Wira.

Usai menikmati kekayaan budaya di Desa Sade Rambitan ini, termasuk melihat hasil tenun penuh warna-warni khas Sasak, tim Terios 7 Wonders pergi menuju Pondok Pesantren Almasyhudien Nahdlatulwathan yang mengelola beberapa sekolah untuk memberikan bantuan buku untuk perpustakaan sekolah dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) Pintar Bersama Daihatsu.

Sumber foto: harrismaulana.blogdetik.com

Oh iya, di perjalanan kali ini, para blogger ternyata diberi kejutan tambahan oleh tim Terios 7 Wonders. Apa itu? Selepas melakukan kegiatan CSR di Pondok Pesanter Amlasyhudien, tim mengunjungi 2 pantai yang merupakan “Hidden Paradise” Pulau Lombok yaitu Pantai Pink dan Pantai Selong Belanak.

Pantai Pink (Sumber foto: harrismaulana.blogdetik.com)

Pantai Selong Belanak (Sumber foto: indohoy.com)


Destinasi Ke-6: Dompu

Bagi para pria yang besar di tahun 90-an pasti dulu pernah mendengar kehebohan dan kesaktian “susu kuda liar asli Sumbawa” yang dipercaya memberikan kejantanan para pria. Nah, di destinasi “Hidden Paradise” ke-6 inilah tim Terios 7 Wonders bergerak menuju ke Dompu, salah satu tempat pemerahan susu kuda liar.

Setelah membaca artikel dari Harris Maulana disini, saya baru tahu bahwa ternyata “kuda liar” itu dipelihara oleh penduduk. Simak saja penuturan Harris Maulana dalam blognya berikut ini:

Jadi mereka memelihara kuda-kuda tersebut dan setiap pagi melepasnya untuk mencari makan sendiri seperti halnya hewan peliharaan lainnya seperti kambing atau ayam. Dan setiap sore hari mereka kembali pulang ke rumah sang empunya masing-masing.
(Sumber: harrismaulana.blogdetik.com)

Proses pemerahan sapi (Sumber foto: harrismaulana.blogdetik.com)


Destinasi Ke-7: Taman Nasional Komodo 

Akhirnya, tim Terios 7 Wonders  sampai di tujuan terakhir yaitu Taman Nasional  Komodo. Menurut saya sendiri, Pulau Komodo bukanlah sebuah "Hidden Paradise" karena Taman Nasional Komodo sudah terkenal di dunia, apalagi pada beberapa waktu yang lalu,Taman Nasional Komodo ditetapkan sebagai salah satu dari New 7 Wonders berdasarkan situs www.n7w.com.

Pemandangan dari bukit di Taman Nasional Komodo (Sumber foto: harrismaulana.blogdetik.com)

Ternyata ada sebuah kisah yang menceritakan mengenai Komodo dan Putri Naga. Demikian tulis Harris Maulana berdasarkan cerita yang ia dengar saat rombongan Tim Terios 7 Wonders menaiki Kapal Playaran menuju Pulau Komodo.

Alkisah beberapa waktu yang lalu hidup di sebuah desa seorang pemuda yang menikahi seorang wanita bernama Putri Naga yang datang dari negeri seberang. Tidak lama setelah menikah sang putri hamil dan beberapa waktu kemudian melahirkan bayi kembar. Namun kedua anak kembar tersebut berbeda, yang satu berwujud manusia, sedangkan kembarannya menyerupai seekor kadal. Karena malu salah satu anak kembarnya berbeda dengan bayi lainnya, maka anak yang menyerupai kadal dibuang ke sebuah.
Waktu terus berjalan hingga anak kembar beranjak besar, sampai suatu hari anak tersebut berburu dan hendak memanah salah satu hewan buruannya berupa seekor komodo. Namun saat hendak memanah sang ibu mencegahnya. “Jangan bunuh dia nak, dia adalah saudara kembarmu!” ujar sang ibu. Sang anak tentu kaget dan menjawab, “Mana mungkin bunda aku memiliki saudara seekor komodo?”
Sang ibu lalu menjelaskan, “Beberapa tahun lalu bunda melahirkan bayi kembar. Dirimu dan komodo itu. Coba lihatlah tangan komodo tersebut dan ada tanda lahir yang sama denganmu!” Dan benar saja ketika diperiksa di kedua tangan mereka terdapat tanda lahir yang sama. Dan akhirnya sang anak tidak jadi membunuh komodo yang ternyata kembarannya tersebut.
***

Yang unik di Pulau Komodo adalah ternyata disini ada juga Pantai Pink lho. Jadi Pantai Pink tidak hanya ada di Pulau Lombok lho.

Pantai Pink di Pulau Komodo (Sumber foto: harrismaulana.blogdetik.com)

Yihaaaaa. Melihat perjalanan tim Terios 7 Wonders mengunjungi 7 Hidden Paradise rasanya membuat saya yang dasarnya "jarang berwisata" jadi ingin menyisakan uang dan pergi berlibur. Ya syukur-syukur saya bisa dapat hadiah dari lomba blog Terios 7 Wonders ini yang hadiah pertamanya uang sebesar Rp. 5.000.000,00. Ya siapa yang tahu kan. :)


Bukti Follow Twitter




Bukti Post










Minggu, 24 November 2013

[Iman Katolik] : Ekaristi Tidak Berdasarkan Kitab Suci?

Hari ini, ketika membaca buku Teks Perayaan Ekaristi dan Lonceng Kebayoran, saya menemukan sebuah tulisan yang menarik dan informatif bagi orang Katolik seperti saya yang kadang tidak mengetahui makna-makna di balik sebuah perayaan Ekaristi. Artikel tersebut berjudul "Ekaristi Tidak Berdasarkan Kitab Suci".Sebagai informasi, buku Teks Perayaan Ekaristi dan Lonceng Kebayoran ini diterbitkan oleh Gereja St. Yohanes Penginjil Blok B. Dan buku yang saya baca ini adalah teks tanggal 24 November 2013.

Berikut saya tuliskan lagi artikel tersebut didalam blog ini. Semoga bermanfaat.

Ekaristi Tidak Berdasarkan Kitab Suci?

Ekaristi, yang merupaka bagian sangat penting dalam iman Katolik, sering diserang. Salah satu kriik terhadap ekaristi dan bagaimana menjawabnya pernah dibahas dalam Lonceng Kebayoran 29 September 2013 (Minggu Biasa XXVI) yang lalu.
 
Nah kritik yang lain adalah:

"Ekaristi dalam Gereja Katolik bukan berasal dari firman Allah yang tercatat dalam Alkitab, melainkan berasal dari seremoni-seremoni orang kafir (pemujaan-pemujaan bangsa Romawi)."

Benarkah kritikan itu?

Jawaban kita sangant jelas, bahwa dalam sleuruh ekaristi bertaburan kekayaan Kitab Suci. Marilah kita lihat bagian demi bagian dari ekaristi dan bagaimana masing-masing bagian itu berdasar/bersumber dari Kitab Suci:

1. Tanda Salib:

"Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus" (Mat 28:18)

2. Salam:

Imam menyapa umat dengan kalimat: "Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan dari Tuhan kita, Yesus Kristus, besertamu" (1 Kor 1:3)

3. Kyrie

"Tuhan, kasihanilah kami" (lihat Mat 20:30)

4. Gloria

" Kemuliaan kepada Allah di surga" (bandingkan Luk 2:14)

5. Liturgi Sabda

- Bacaan I (dari Perjanjian Lama)
- Mazmur Tanggapan (dari Kitab Mazmur)
- Bacaan II (dari surat/tulisan Paulus/rasul lain)
- Bacaan Injil

6. Credo

Hasil dari dua konsili ekumenis, yaitu Konsili Nicea (325 M) dan Konsili Konstantinopel (381M) yang merumuskan iman yang alkitabiah. Credo itu dari semula menyebutkan: "Aku percaya akan Gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolik". Perhatikan ada kata "katolik" dengan kata lain. Kita mengucapkan credo yang sama sejak rumusan itu muncul hingga hari ini.

7. Doa Umat

Doa umat ini mengikuti nasiha rasul Paulus: "Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar" (1 Tim 2: 1-2).

8. Persembahan:

Persembahan yang pokok untuk ekaristi adalah roti dan anggur. Kita mempersembahan roti dan anggur kepada Yesus agar diubah menjadi Tubuh dan DarahNya (bandingkan Yoh 6:9, Mrk 6:38).
 
Jadi persembahan dalam ekaristi bukanlah pertama-tama kolekte atau buah-buahan/bunga.

9. Sanctus

"Kudus, kudus, kuduslah Tuhan semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaanNya" (Yes 6:3)

10. Konsekrasi
 
Ekaristi merupakan perintah Yesus dalam perjaman malam terakhir : "PERBUATLAH INI menjadi peringatan akan Aku" (Luk 22:19; bandingkan 1 Kor 11:24). Dalam ayat itu kata "peringatan: menerjemahkan kata "anamnesis" (bahasa Yunani) atau "memoria" (bahasa Latin). Terjemahan ini kurang tepat, sebab makna "anamnesis"/"memoria" sebenarnya adalah "penghadiran kembali". Maka pesan Yesus dalam Luk 22:19 henaknya kita pahami sebagai "Perbuatlah ini untuk menghadirkan Aku kembali".

11. Bapa Kami: lihat Mat 6: 9-13

12. Agnus Dei

"Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia" (bandingkan 1 Ptr 1:18-19)

13. Persiapan Komuni

Umat mengucapkan: "Ya Tuhan, saya tidak pantas Tuhan datang kepada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh" (bandingkan Mat 8:8).

14. Komuni
 
Pembagi komuni (imam/prodiakon) mengucapkan "Tubuh Kristus", dan umat menjawab "Amin" (bandingkan 1 Kor 11:29)

 
 Nah, bagaimana mungkin ekaristi Gereja Katolik itu mengadopsi seremoni-seremoni kafir Romawi? Hanya orang yang sudah terlanjut berprasangka buruk terhadap Gereja Katolik saja yang tetap punya kata untuk berkilah. Jadi, rayakanlah ekaristi dalam Gereja Katolik yang sejak semula melaksanakan ekaristi seturut pesan Kitab Suci dan tradisi para rasul, hingga hari ini sampai akhir zaman.

Sabtu, 23 November 2013

[Akber] Kelas AkberJKT “Career Preparation” bersama Michael Handry dari Interview First (@interview1st)

Untuk mendapatkan pekerjaan yang bagus, salah satu faktor penting yang harus kita perhatikan adalah persiapan kerja, termasuk di dalamnya adalah bagaimana membuat CV yang baik dan bagaimana teknik menghadapi wawancara kerja. Hal inilah yang menjadi inti pembelajaran kelas AkberJKT yang bertema “Career Preparation” tanggal 21 November 2013 yang lalu.

Pak Michael Handry, guru yang mengajar malam itu, membagi materi kelasnya menjadi tiga hal, yaitu bagaimana membuat CV yang baik, bagaimana persiapan wawancara kerja, dan bagaimana teknik menghadapi wawancara kerja. Pak Michael ini adalah salah satu trainer advisor dari Interview First, sebuah tempat kursus yang mengkhususkan diri pada kursus “persiapan kerja”, yang malam itu sekaligus memberikan donasi ruangan kepada AkberJKT.

Terkait bagaimana membuat CV yang baik, Pak Michael menjelaskan bahwa sebuah CV adalah alat pemasaran alias “marketing tools” diri kita. Oleh karena itu, “jangan pernah membuat CV secara asal-asalan apalagi hanya copy paste dari CV milik teman”, jelasnya.

Isi dari CV itu sendiri adalah data pribadi, pengalaman kerja, pendidikan dan training, kompetensi, minat dan prestasi, informasi tambahan, dan yang terakhir adalah referensi. Berikut beberapa catatan yang saya buat kaitannya dengan isi dari sebuah CV:
  • Pada bagian pengalaman kerja, jangan hanya menyebutkan jenis pekerjaan dan lama rentang waktu bekerja saja, melainkan harus lebih detail lagi yaitu dengan menyebutkan apa saja tugas dan tanggung jawab pada pekerjaan tersebut, termasuk achievement alias prestasi yang didapat dari pekerjaan tersebut.
  • Bagaimana untuk para lulusan baru yang belum punya pengalaman kerja? Mas Michaelmenjelaskan bahwa untuk para lulusan baru seperti ini, kolom pengalaman kerja bisa diganti dengan pengalaman berorganisasi.
  • Untuk pendidikan dan training, seorang pelamar kerja tidak perlu melampirkan sertifikat bukti pernah mengikuti pendidikan atau training tersebut. Kenapa? Karena nanti bila memang pelamar dipanggil untuk tahap wawancara, maka pada saat itulah biasanya HRD akan menanyakan sertifikat-sertifikat yang membuktikan bahwa si pelamar benar-benar telah mengikuti pendidikan dan training sebagaimana disebutkan dalam CV.
  • Buat yang memiliki bakat musik, nyanyi atau potensi lainnya, perusahaan biasanya akan suka karena karyawan/i yang memiliki bakat semacam itu biasanya akan membentuk employee engagement dalam perusahaan tersebut.
  • Bagaimana kalau kita memiliki pengalaman kerja di berbagai bidang? Apakah kita harus memasukkan semua pengalaman kerja tersebut atau hanya yang relevan dengan pekerjaan yang sedang dilamar? Untuk pengalaman kerja yang semacam “nano-nano” tersebut sebaiknya dimasukkan saja ke dalam CV. Kenapa? Ya karena pengalaman kerja adalah investasi waktu kita. Ada kemungkinan juga HRD akan melihat sisi positif dari pengalaman kerja yang “nano-nano” tersebut.
Setelah materi soal bagaimana membuat CV yang baik tersebut, Pak Michael kemudian melanjutkan materi inti keduanya yaitu bagaimana mempersiapkan diri menghadapi tes interview atau wawancara kerja. Di bagian ini, Pak Michael menjelaskan fakta-fakta interview dari hasil survey yang dilakukan oleh David Schepps – penulis di AOLJobs pada 2000 atasan. Berikut fakta-fakta interview tersebut:  
 
  • 33% dari atasan memahami bahwa dalam 90 detik pertama pada sebuah interview apakah mereka akan menerima seseorang.
  • 67% dari atasan mengatakan bahwa eye contact yang buruk adalah kesalahan non verbal yang paling umum.
  • Ketika bertemu orang baru, 55% dari hasil interview berasal dari cara seseorang berpakaian, bersikap dan berjalan masuk.
  • 65% dari atasan mengindikasikan bahwa pakaian bisa menjadi faktor yang menentukan jika ada dua kandidat memiliki hasil interview yang sama.
  • Memiliki pengetahuan yang sedikit (bahkan tidak sama sekali) dari perusahaan adalah kesalahan yang paling umum pada waktu interview.
  • Pertanyaan nomor satu yang paling sering ditanyakan adalah ceritakan tentang diri anda.
  • Kesalahan umum nomor satu ada sebuah job interview adalah tidak bertanya mengenai pekerjaan.
Selesai dengan materi bagaimana mempersiapkan diri menghadapi interview, disambung dengan materi ketiga yaitu bagaimana menghadapi interview. Pada bagian ini, salah satu hal yang saya sempat catat adalah jangan pernah bertanya soal gaji pada saat wawancara awal, kecuali memang pewawancara yang bertanya soal gaji.

Pembahasan menjadi menarik ketika dijelaskan mengenai penilaian kepribadian berdasarkan DISC profile karena Pak Michael menantang Akberians yang datang untuk mencoba mengkategorikan 4 Presiden RI yaitu Soekarno, Soeharto, Gus Dur dan SBY ke dalam 4 kuadran DISC profile tersebut. Silakan menebak-nebak ya.

sumber: http://etpa.com.au/wp-content/uploads/2013/10/DISC.gif


Setelah dijelaskan mengenai DISC Profile, selanjutnya dijelaskan salah satu metode interview yaitu Behavioral Interview (STAR). Metode ini seperti mengambil salah satu “bagian” dari kehidupan si pelamar, biasanya adalah pengalaman kerja, yang seakan menjadi semacam “jendela” untuk melihat kepribadian si pelamar secara keseluruhan.

Metode STAR

Situation. Menjabarkan situasi di penglaaman kerja
Target. Apa yang ingin dicapai kapan berapa
Action. Apa strateginya skill yang diperluka support
Result. Hasil prestasi

Di akhir kelas, salah satu pesan yang selalu dibilang oleh Pak Michael adalah bekerja itu ibadah. Beliau mengatakan bahwa kita semua ini sedang bekerja di “perusahaan Tuhan”. Kita tidak tahu kita akan bekerja dimana, yang jelas bekerja dimana pun kita harus memiliki integritas.

Terkait interview sendiri, Pak Michael berpesan bahwa jangan pernah berbohong pada saat melamar pekerjaan, karena cepat atau lambat, perusahaan akan mengetahui apakah si pelamar atau berbohong atau tidak.

sumber: @akberJKT
Fakta yang membuat saya kaget adalah ternyata biaya untuk menerima orang baru itu 6 kali lebih besar daripada mempertahankan dan menjaga karyawan yang sudah ada. Wew… Tak heran mengapa perusahaan yang bagus akan benar-benar melakukan proses seleksi karyawan baru secara ketat.

Rabu, 20 November 2013

[Kuliner] Sate Kiloan Rumah Makan Emut Rasa, Sentul Bogor

Selasa lalu, saya dan teman saya ditugaskan dari kantor untuk mengikuti rapat di Hotel Lorin, Sentul Bogor. Begitu mendengar kata “Sentul Bogor”, maka yang terbayang di pikiran saya adalah mencicipi “pedagang sate kiloan” atau kerap disingkat dengan istilah PSK. Saya yang memang sudah lama sekali mendengar kelezatan sate kiloan, langsung merasa senang ketika mendengar penugasan ke daerah Sentul ini.

Pedagang Sate Kiloan yang saya datangi adalah Rumah Makan Emut Rasa yang ada di jalan Babakan Madang. Untuk mencapai kesana, dari hotel Lorin tempat saya menginap, saya dan teman saya mesti berjalan sekitar 300 meter ke arah pintu gerbang Sirkuit Sentul. Dari depan pintu gerbang Sirkuit Sentul, kami naik angkot no 04 jurusan Cisanggaruli. Segera setelah kami naik angkot, kami tak lupa bilang kepada supir angkutnya untuk menurunkan kami di pedagang sate kiloan di daerah Cisanggaruli. FYI, sate kiloan tidak hanya ada di Cisanggaruli saja, tapi kata supir angkotnya disitulah daerah yang lebih rame untuk sate kiloannya.


Begitu sampai di Rumah Makan Emut Rasa, saya heran dengan kata supir angkot yang bilang daerah sini ramai dengan pengunjung yang ingin mencoba sate kiloan, karena Rumah Makan Emut Rasa yang saya datangi ini sepi sekali. Saat saya datang, hanya saya dan teman saya yang menjadi pengunjungnya. Pikir saya, mungkin di pedagang sate kiloan lain lebih ramai. Ternyata, setelah saya berjalan keluar rumah makan, saya tak melihat pedagang sate kiloan lain yang ramai. Yang ramai justru Alfamart yang berjarak sekitar 15 meter dari lokasi Rumah Makan Emut Rasa.


Malam itu, saya dan teman saya memesan sate kambing. Saya tak tahu apa ada menu lain selain sate kambing, karena yang terlihat digantung di dekat meja pedagang hanya sepotong besar daging kambing yang digantung pada sebuah kait besi.


Berhubung rumah makan yang menjual sate kiloan, awalnya saya hendak memesan sate per kiloan. Namun setelah mengetahui harga perkilo daging kambingnya menurut saya mahal, yaitu Rp. 160.000,00 perkilo, maka saya dan teman saya sepakat memesan sate kambingnya per porsi, yaitu Rp. 30.000,00 untuk sepuluh tusuk. Harga tersebut belum termasuk nasi yang dihargai sebesar Rp. 5.000,00 per porsi.


Setelah menunggu sekitar 10 menit, semua pesanan kami datang. Sebelum pesanan kami datang, pelayan telah terlebih dahulu memberikan kami masing-masing satu gelas teh tawar hangat (rasanya tehnya tidak enak. Tawar sekali seperti air putih). 

Sate kambing siap disantap (dok.teman saya)

Sepuluh tusuk sate kambing disajikan dalam piring terpisah dari bumbu kecap. Oh iya, buat yang tak suka bumbu kecap, disini juga disediakan bumbu kacang. Dua porsi nasi disajikan di dalam satu tempat nasi yang terbuat dari bambu (porsinya saya rasa cukup banyak. Bagi saya bisa jadi empat porsi). 

Begitu mencicipi sate kambing yang kami pesan, rasa kesal karena harga perkilo kambingnya cukup mahal menjadi hilang sudah. Daging kambingnya sangat lembut saat digigit. Jadi gigi saya tidak perlu berusaha keras untuk mengunyah setiap potongan dagingnya. Nyummy sekali rasanya. Yang bikin mantap juga adalah karena potongan daging per tusuk satenya itu besar-besar, dan benar-benar daging. Bukan lemak atau jeroan kambing. Pokoknya mantap dan enak.

Oh iya, buat yang dari Jakarta penasaran ingin mencicipi lezatnya sate kiloan ini, kalian bisa masuk dari tol Jagorawi exit tol Sentul City. Letak rumah makan ini tak jauh dari Hotel Harris yang persis ada di depan Sentul International Convention Center (SICC). Sebagai catatan saja, jalan di daerah sini tidak mulus. Jadi bersiaplah untuk terguncang perutnya selama perjalanan menuju atau pergi dari rumah makan ini. 



Lihat Rm. Emut Rasa di peta yang lebih besar