Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

Review Buku : "Mr.Ambassador, Dari Wartawan Foto Menjadi Duta Besar" dari M. Indro Yudono

Judul buku :  Mr.Ambassador, Dari Wartawan Foto Menjadi Duta Besar
Penulis : M. Indro Yudono
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama Jumlah halaman: 274 hlm
Terbit : Agustus 2013
Menjadi seorang diplomat lalu berkeliling dunia, mengenalkan Indonesia kepada khalayak internasional sudah lama menjadi impian saya. Cita-cita itu pernah sangat terasa dekat ketika saya mengikuti serangkaian tes untuk menjadi seorang diplomat di Kementerian Luar Negeri tiga tahun lalu. (Baca pengalaman saya disini). Sayang sekali saya belum dapat lolos dalam tes tersebut. Akhirnya, impian saya untuk berkeliling dunia sebagai seorang diplomat pun saya kubur dalam-dalam. Namun impian saya tersebut, sedikit terangkat kembali usai saya membaca buku "Mr. Ambassador, Dari Wartawan Foto Menjadi Duta Besar" ini.
Pertama kali saya tertarik dengan buku ini bukan karena saya tertarik dengan judulnya, tetapi karena di sampul buku ini terdapat sebuah stiker bertuliskan "Peraih Bronze Trophy Cover Terbaik Pina…

Asyiknya Dapat Coffee Maker

Apa jadinya kalau seorang yang gemar minum kopi seperti saya ini kemudian mendapatkan sebuah hadiah Coffee Maker?
Jadi ceritanya 9 hari yang lalu, saya membaca sebuah pengumuman lomba blog di website Kompasiana, dengan tema "Lestarikan Aset Wisata". Lomba ini merupakan hasil kerjasama Kompasiana dengan Kemenparekraf (kementerian ini memang paling gencar bikin lomba blog. :)). Karena tertarik dengan temanya dan kebetulan saya punya sedikit cerita mengenai pengalaman ketika mengunjungi Museum Taman Prasasti Jakarta, maka saya bulatkan tekad dan niat untuk ikut lomba blog ini. Setelah ketik-ketik lebih kurang 3 jam, jadilah sebuah tulisan yang berjudul Mari Selamatkan Warisan Sejarah Kita di Museum Taman Prasasti Jakarta, yang segera saya daftarkan di lomba tersebut. 
Setelah menunggu sekitar 9 hari, tepat tanggal 27 Desember 2013, pengumuman nama-nama pemenang lomba blog diposting oleh Kompasiana. Dan...jeng-jeng.... Puji Tuhan nama saya muncul menjadi juara ketiga dan berhak…

Prompt #32: Sinar Matanya

Bayi lelaki itu merangkak mendekatiku. Dia berhenti di beberapa langkah dari tempatku berdiri. Pandangan kami beradu. Kurasakan kedua matanya seperti sebilah pedang yang mengoyak-ngoyak pikiranku dan meminta pertanggungjawaban atas apa yang telah kulakukan.

Kucoba untuk menggerakan kakiku ke belakang. Kakiku bergeming. Seakan ribuan ton besi terikat di pergelangan kakiku, membuatnya tak bisa bergerak bahkan satu sentimeter pun.

“Mama…” kata bayi itu. “Kenapa engkau membunuhku?”

Bayi itu terus saja merangkak perlahan mendekatiku. Kakiku bergeming dan lidahku kelu. Bibirku terus mencoba untuk berteriak, tapi tak sedikit pun suara keluar dari dalam tenggorokanku.

“Mama….Kenapa engkau membunuhku?” ucap bayi lelaki itu sekali lagi.

Tenagaku seakan terkuras habis berusaha untuk menggerakan kakiku yang tak kunjung bisa bergerak. Keringat dingin turun membasahi sekujur pakaianku seiring dengan semakin dekatnya bayi itu denganku.

“Maafkan mama Nak. Mama cuma belum siap menjadi bahan omongan…

Perpustakaan Freedom Institute, Tempat Kopi Darat Paling Seru Di Jakarta Menurut Gue

Seperti apa sih tempat kopi darat paling seru menurut kalian? Ada yang bilang Taman Suropati, ada yang bilang Monas, ada yang bilang kafe ini lah kafe itu lah. Memang setiap orang punya kriteria masing-masing dalam menentukan tempat kopi darat yang paling seru. Mungkin buat yang hobi dengan sejarah, museum adalah tempat kopi darat paling seru. Yang hobi ngopi, sudah pasti sederet pilihan kafe di Jakarta menjadi pilihannya. Nah kalau saya sendiri bagaimana? Seperti apa tempat kopi darat paling seru?

Buat saya yang hobi membaca buku, maka tempat kopi darat yang paling seru syaratnya ya pasti harus ada koleksi buku yang bisa dibaca gratis. Soal tempat, yang pasti sih harus nyaman untuk membaca. Kan ga mungkin juga membaca buku dalam keadaan gelap-gelapan atau basah-basahan (itu pacaran atau nyuci baju tuh.hehe…). Karena saya hobi ngeblog juga (biar kayak teman-teman Kopdar Jakarta :D ), maka hotspot area alias WIFI yang gratis sudah pasti menjadi salah satu syarat sebuah tempat bisa dij…

Pamuji, Contoh Tanggung Jawab Terhadap Pekerjaan

Selalu ada hikmah dari sebuah musibah. Dan ada selalu ada pelajaran berharga dari sebuah masalah. Tak terkecuali dari peristiwa musibah tabrakan antara mobil tangki dengan kereta rel listrik (KRL) di daerah Tangerang Selatan beberapa hari yang lalu. Salah satu pelajaran yang menurut saya berharga dari  peristiwa tersebut adalah mengenai dedikasi terhadap pekerjaan.
Dari artikel yang saya baca disini, diceritakan bahwa Pak Pamuji, penjaga perlintasan rel dimana terjadinya peristiwa tabrakan tersebut tetap berada di dekat mobil tangki sampai dengan detik-detik terjadinya tabrakan. Ia tetap berusaha untuk mengingatkan sopir mobil tersebut untuk menjalankankan kendaraannya guna menghindari tabrakan. Meski telah berusaha, akhirnya tabrakan pun tetap terjadi, persis di depan matanya.
Dalam artikel tersebut terdapat kata-kata seperti ini:
Saat ditanya mengapa ia tidak melarikan diri saat kereta datang dari arah stasiun Pondok Ranji, Pamuji mengaku ia masih memikirkan tanggungjawabnya terhad…

Mencari Motor Sport Yang Canggih, Irit dan Advance

“Kamu beli motor dong,yang. Biar nanti kita bisa lebih mudah untuk pergi kesana kemari mengurus pernak-pernik persiapan pernikahan kita. Kan kita bisa lebih irit ongkos dan waktu dibandingkan kalo naik kendaraan umum”.

“Lagian kan kamu tau angkutan umum di Jakarta itu gak aman. Kamu sendiri kan udah tiga kali kehilangan HP di bis”

Perkataan dan nasehat dari pacar saya itulah yang membuat saya akhir-akhir ini berencana untuk membeli sebuah sepeda motor. Sebelumnya di kota kelahiran saya memang saya sudah ada motor, cuma tidak mungkin saya bawa ke Jakarta, tempat dimana saya bekerja dan tinggal sekarang, karena motor itu digunakan untuk keperluan transportasi keluarga saya disana. Jadilah selama ini saya mengandalkan transportasi umum ala kota Jakarta seperti Metro Mini, Kopaja maupun Transjakarta.

Bepergian di Jakarta dengan transportasi umum di Jakarta memang selama ini cukup saya nikmati. Apalagi dengan pertimbangan saya bisa “mencuri waktu” untuk tidur selama di dalam bis atau angkot…

Mari Berkomentar. Don't Be A Silent Reader.

Banyak orang yang tak suka dikomentari oleh orang lain. Seringkali ketika kita mengerjakan sesuatu, dan kita dikomentari oleh orang lain, bahkan teman sendiri, maka kita jadi tidak nyaman dengan apa yang kita kerjakan tersebut. Tak terkecuali dengan diri saya sendiri. Bahkan ketika saya dikomentari oleh orang lain, saya malah lebih sering sakit hati dan berujung hati bersungut-sungut, lalu tanpa sadar hati kecil saya berbicara "hihhh. ngapain si pake komentar segala. Kayak dirinya bener aja".
Pernah merasa seperti itu juga?
Tapi kali ini saya tidak ingin menulis tentang berkomentar dalam konteks tersebut. Yang ingin saya tulis adalah keheranan saya terhadap minimnya komentar dari pembaca blog saya ini.
Jadi begini. Awal keheranan saya ini adalah karena setelah berbulan-bulan saya memantau statistik pada blog saya ini, saya mendapatkan data bahwa blog saya ini rata-rata diakses dan dibaca oleh 100 orang setiap hari. Puji Tuhan memang masih ada yang mau membaca blog saya ini,…

[Terios7wonders] Perjalanan "14 Hari Untuk Selamanya" bersama Terios, Sahabat Petualang

Sebuah cerita indah akan selalu terkenang selama-lamanya, seperti halnya 3 hari perjalanan dari Jakarta sampai Jogja yang dilalui Nikolas Saputra dalam film “3 Hari Untuk Selamanya.

Pada bulan Oktober yang lalu, 7 orang blogger Indonesia menjalani “14 hari Untuk Selamanya” versi mereka masing-masing bersama dengan tim Daihatsu. 7 orang blogger tersebut adalah 5 orang pemenang kompetisi blog “Terios 7 Wonders: Hidden Paradise” yaitu Wira Nurmansyah, Bambang, Puput, Harris Maulana, dan Giri, serta dua orang travel blogger yang dipilih oleh tim Daihatsu yaitu Mumun dan Lucia Nancy. Dari tanggal 1-14 Oktober 2013, mereka melakukan perjalanan dalam serangkaian tur Daihatsu Terios 7 Wonders: Hidden Paradise ke 7 destinasi wisata yang disebut sebagai “surga yang tersembunyi” di Indonesia.
Bagi saya, seseorang yang sangat jarang sekali melakukan perjalanan wisata, menyimak setiap tulisan dari para blogger yang ikut dalam “Terios 7 Wonders: Hidden Paradise” ini seakan membawa saya menjadi “bl…