Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2012

Kuliner #7: Joni Steak

Pengen makan steak enak dengan harga yang terjangkau, datanglah ke Joni Steak yang setahu saya ada di dua tempat, yaitu di daerah Gajah Mada, Sawah Besar (sebelah Bakmi GM) dan di daerah Pasar Baru.

Saya sendiri baru dua kali mencicipi lezatnya steak di Joni Steak. Pada saat datang untuk pertama kali, saya memesan Tenderloin Steak Lokal seharga 35 ribu rupiah dan Teh Manis Hangat seharga 3 ribu rupiah. Dan pada saat datang untuk yang kedua kali, saya memesan Ribs Eye (Import) seharga 35 ribu.

Untuk pilihan saus steaknya, pelanggan bisa memilih antara saus jamur maupun saus lada hitam. Saya sendiri lebih memilih saus lada hitam. Baik itu steak maupun Ribs Eye disajikan di sebuah piring bersama dengan kentang dan sayuran yang terdiri dari jagung manis, wortel dan buncis. Buat yang ingin daging yang lembut digigit, saya sarankan untuk memilih tenderloin steak, karena Ribs Eye sendiri teksturnya lebih kasar sehingga lebih lama untuk dikunyah di mulut (menurut saya ya...).

Selain steak da…

Buku The Coffee Shop Chronicle

Setelah lama berpikir mengenai apa bisa saya membuat sebuah review buku, maka akhirnya saya putuskan untuk belajar menulis review buku-buku yang saya baca. Dan buku pertama yang saya ingin review adalah buku The Coffee Shop Chronicle.



Buku setebal 128 halaman ini (tidak termasuk cover) adalah buku kumpulan flash fiction alias cerita mini dari beberapa penulis. Ada 19 penulis dengan 29 cerita yang saling sambung-menyambung satu sama lain.

Sambung-menyambung??Maksudnya?
Jadi 29 cerita itu sama-sama mengambil tempat cerita di sebuah coffee shop bernama "Priya's Coffee Shop" namun dengan sudut pandang bercerita berbeda-beda satu sama lain. Ada penulis yang menulis dari sudut pandang kasir, ada pula yang menulis dari sudut pandang pengunjung coffee shop, wanita tua dengan gembolan bakul, dll. Jadi membaca setiap kisahnya, membuat kita seakan ada di coffee shop tersebut saat itu dengan berbagai layar kamera. Sangat menarik.

Bukan review kalau tidak ada pendapat saya...hehe
Men…

Payung Ungu Amela

Hujan masih dengan lebatnya mengguyur kota Jakarta. Sedikit memberi kesejukan di tengah padatnya ibukota.
Terminal Blok M sore ini terasa lebih lenggang. Tak terlihat orang-orang yang biasanya berseliweran di sekitar terminal ini. Semua orang seakan bersembunyi dari hujan yang turun deras, jatuh dari langit di luar sana. Beberapa orang berdiri disini, bersamaku, di pintu keluar Blok M Square ini. Meneduh sambil sesekali merapatkan jaket mencoba menahan angin yang berhembus dengan dinginnya.
“Payungnya Om.Dua ribu saja Om..”, suara anak kecil perempuan itu memecah lamunanku. Kutatap sosok anak kecil dengan payung ungunya berdiri di depanku. Mulutnya tak henti menawarkan jasa ojek payungnya kepada orang-orang yang sedang meneduh dari hujan sepertiku.
Kupanggil anak kecil itu “Dek...sini payungnya...”
Bibirnya tersenyum dengan kedua matanya menatapku riang. Badannya mendekat padaku sambil menyerahkan sebuah payung ungu yang sedang ia pakai sedari tadi. Kuterima payung itu dari tangan mungilnya…

Aku Sakit Karenamu, Gigi

Sudah 5 hari ini aku terbaring di ranjang. Berbaring bersama pasien lain di bangsal Kamboja,  Rumah Sakit Pelita Sehat ini.
Tiap mendengar nama bangsalku, yaitu Kamboja, pikiranku pasti langsung tidak karuan. Bayangkan saja, nama kamboja kan identik dengan kuburan, dan sekarang aku harus dirawat sebagai seorang pasien, di tempat yang selalu mengingatkanku akan kuburan.
“Don, ayo bangun sebentar nak. Dokter dan Suster sebentar lagi datang buat ngecek kondisi kamu.”, suara Ibuku menyadarkanku dari istirahat dan lamunanku.
Kubuka mataku sedikit demi sedikit. Kukucek perlahan mataku dengan hanya tangan sebelah kananku yang kugunakan. Ya, karena tangan kiriku sedang disusupi jarum infus yang mengalirkan cairan glukosa dari tabung infus.
“Halo Doni. Apa kabar? Gimana, sudah agak baikan?” Suara dokter Nita terdengar begitu lembut menyapaku. Seperti biasanya, sebelum ia mengecek kondisi kesehatanku, ia akan menyapa dan menanyakan kabar pasiennya.
“Udah agak baikan dok. Cuma masih agak lemas saja.…

Gaun Merah

Pagi ini, kulakukan kegiatan yang sudah hampir setahun ini aku lakukan setiap hari. Ya, sebagai seorang buruh cuci di kost-kostan milik Pak Abdul ini, pekerjaanku setiap pagi hari adalah berjalan dari satu pintu kamar ke pintu kamar, mengambil baju kotor milik para penghuni kost yang berjumlah 20 orang, dan membawanya ke kamar mandi belakang untuk segera kucuci. Siang hari, kujemur pakaian-pakaian itu berjejer di tali jemuran yang dipasang di atas bangunan kostan Pak Abdul ini. Sore harinya, pakaian-pakaian tersebut , baik yang sudah kering maupun masih lembab, kusetrika dan kulipat rapi agar pagi harinya pakaian-pakaian tersebut sudah tertumpuk rapi di depan pintu kamar masing-masing  penghuni kostan.
Aku sudah berada di depan pintu kamar no. 16. Penghuni kamar ini adalah Mba Siska, seorang perempuan mungkin berumur sekitar 18 tahunan, seumuran dengan anakku satu-satunya Yuni. Sepertinya Mba Siska ini adalah anak orang kaya. Hal itu aku simpulkan dari baju-baju yang ia miliki, yang s…

Liputan Event #6: Nonton Bareng Film John Carter

Puji Tuhan untuk kesekian kalinya saya dapat tiket gratis buat nonton film gratis.Kali ini, sponsor saya (ceileh..sponsor sob.haha) adalah Majalah Hai (@HaiMagazine).Berhubung saya dapat 2 tiket, saya mengajak sahabat saya @ulilulil, untuk menemani saya di nonton bareng ini.



Acara nonton bareng film John Carter di XXI Plaza Senayan ini ternyata tidak hanya dihadiri oleh para pemenang tiket dari @HaiMagazine saja, karena sewaktu duduk di lobby bioskop saya sempat ngobrol dengan orang di sebelah saya duduk dan ternyata dia adalah pemenang kuis via Facebook dari Total Film.

Bicara tentang filmnya, John Carter ini adalah film bergenre sci-fiction adventure yang diangkat dari novel pertama Edgar Rice Burroughs yang berjudul 'A Princess of Mars'. Film ini berkisah mengenai petualangan seorang mantan kapten perang, John Carter (Taylor Kitsch) , yang tanpa sengaja terkirim ke Planet Barsoom (Mars) saat dia sedang menyelamatkan diri di sebuah gua, dari kejaran suku Apache.


Barsoom ternya…

Buku Keduaku: 15 Hari Flash Fiction Bagian 1

Puji Tuhan Hore...akhirnya buku kumpulan tulisan yang ikutan #15HariNgeblogFF naik cetak dan sudah bisa dipesan. Buat yang ga tau apa itu #15HariNgeblog bisa baca tulisan saya disini.
Di buku ini, saya menyumbangkan satu tulisan yang berjudul "Kopi Tubruk". Tadinya sih sempat agak bingung juga kenapa dari sekian banyak judul tulisan yang saya ikutkan, kenapa judul "Kopi Tubruk" yang terpilih. Tapi setelah berpikir ulang lagi, mungkin memang  untuk judul-judul lain tulisan saya masih kalah bagus dibandingkan tulisan teman-teman lain.
Berdasarkan info dari Mba @WangiMS disini, royalti dari penjualan buku ini akan disumbangkan biaya pendidikan adik asuh.


Untuk info lengkap pemesanan buku ini, silahkan klik disini. Yang penasaran tulisan-tulisan saya selama ikut #15HariNgeblogFF silahkan klik disini.

Liputan Event #5 : Launching Buku "Cerita Sahabat" karya Alberthiene Endah and Friends

Berawal dari undangan gratis dari hasil nge-kuis yang diadain Mba @salsabeela alias Ollie, saya dan teman saya akhirnya memutuskan datang ke launching buku "Cerita Sahabat" di Kinokuniya, Plaza Senayan, tanggal 1 Maret 2012 jam 5 sore.
Cerita Sahabat adalah buku kumpulan cerpen dari Alberthiene Endah dan 11 penulis lainnya. Mereka adalah Alexander Thian, Faye Yolody, Tjhai Edwin, Verry Barus, Rahne Putri, Dillon Gintings, Chicko Handoyo Soe, Jia Effendie, Rendy Doroii, Ollie, Faizal Reza, dan tentu saja Alberthiene Endah sendiri. Ide awal buku ini adalah dari mba Alberthiene Endah, dimana dia merasa bahwa banyak sekali penulis berbakat yang ia temukan dalam twitter. "Banyak sekali kata-kata indah yang tercipta dalam 140 karakter di twitter", begitu kata Mba Alberthiene. Cerita menarik dari di balik pembuatan buku ini adalah saat mba Alberthiene Endah pertama kali mengajukan ide pembuatan buku ini ke pihak Gramedia. Pihak Gramedia awalnya menolak ide dari Mba AE, pan…