Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2012

Review Buku : DreamCatcher by Alanda Kariza

Buku tentang bagaimana mewujudkan mimpi atau memotivasi orang untuk berani bermimpi memang banyak sekali beredar di pasaran. Namun membaca buku DreamCatcher karya Alanda Kariza saya jamin akan memberikan nuansa yang berbeda dengan buku-buku lainnya.

Membaca setiap halaman dari buku ini serasa disadarkan bahwa hidup ini terlalu sia-sia jika dilewatkan tanpa kita berani bermimpi. Gaya bahasa Alanda yang ringan dan tak terkesan menggurui membuat saya betah tiap halamannya hingga tak terasa tak lebih dari 2 jama saya membaca, buku ini habis di tangan. Dan selama proses 2 jam membaca ini, saya merasa seperti ditampar-tampar dan dibuat malu oleh sosok Alanda Kariza, yang di usianya yang masih belia, dia telah banyak sekali menorehkan prestasi.Tak hanya prestasi untuk dirinya sendiri, tapi juga sesuatu yang ia lakukan untuk orang lain.

Selain kisah perjuangan dirinya sendiri, Alanda juga menyisipkan kisah beberapa anak muda yang di usianya yang belia namun telah berhasil mewujudkan mimpinya…

My Third Book: Time 2 Write Sesi 1

Pernah membayangkan bagaimana rasanya menulis sebuah cerita bersama-sama dengan orang lain.
Seru, tak terduga, dan penuh kejutan. Itulah gambaran perasaan yang saya rasakan ketika pertama kali saya belajar untuk menulis duet.

Buku Time 2 Write ini adalah kumpulan tulisan fiksi hasil dari proyek menulis duet yang digagas oleh @teguhpuja dan @violetkecil selama 20 hari berturut-turut. Tulisan duet saya sendiri ada di dalam buku sesi pertama Time 2 Write ini.

Trus apa uniknya buku ini?
Di buku ini, kita bisa menemukan beragam tulisan duet penulis-penulis baru (termasuk saya..hehe) dengan beragam genre, mulai dari romantic, fan-fiction, thriller, dll. Sungguh kaya dan beragam bukan.


Untuk teman-teman yang ingin membeli buku ini, segera klik link di bawah ini.
http://nulisbuku.com/books/view/time-2-write-20harinulisduet




Menyambut Pembentukan Ikatan Alumni Sastra Inggris Unsoed

16 April 2012 lalu saya mendapat sebuah email dari salah satu dosen semasa kuliah saya. Isi emailnya adalah mengenai undangan untuk menghadiri temu alumni Sastra Inggris Unsoed sekaligus pembentukan Ikatan Alumni Sastra Inggris Unsoed.

Apa reaksi pertama yang muncul di pikiran saya ketika mendapat undangan tersebut?
Senang dan bahagia.


  Memangnya kenapa kok saya senang dan bahagia dengan adanya pembentukan Ikatan Alumni tersebut?
Jujur sudah lama saya memimpikan agar Sastra Inggris Unsoed ini memiliki sebuah Ikatan Alumni, seperti halnya dengan fakultas maupun jurusan lain di Unsoed maupun di universitas lainnya. Sebenarnya, keinginan untuk membentuk sebuah paguyuban atau semacam organisasi sebagai wadah para alumni sepanjang pengamatan saya selama ini telah lama ada di dalam diri masing-masing alumni. Setidaknya, beberapa orang teman saya termasuk saya sendiri telah berusaha untuk memanfaatkan Facebook dan Twitter untuk menjalin silaturahmi dengan sesama alumni lain. Sayangnya, beb…

Review Acara Behind The Scene Acara Stand Up Comedy Season 2

Bertempat di Kantor Kaskus di Menara Palma Kuningan, saya bersama 20 teman-teman Kompasianer dan 10 teman-teman Kaskuser mendapat kesempatan sebagai orang-orang yang beruntung untuk melihat behind the scene dari pembuatan video profile dan photo session dari Stand Up Comedy Indonesia Season 2.
Acaranya sendiri mundur cukup lama dari waktu yang dijadwalkan semula yaitu pukul 09.00, menjadi mulai sekitar pukul 10.00. Untuk acara pertama, saya dan teman-teman lain diarahkan untuk menuju ruangan yang didalamnya sudah berisi backdrop Kompas TV, sebuah giant screen, dan sebuah mic di tengah-tengah.
Duo MC yaitu Daniel Debow dan Fidel Olala membuka acara dengan cukup meriah. Tak lama setelah acara di ruangan itu dimulai, saya dan 2 orang teman kompasianer lain mendapat giliran pertama untuk melihat pembuatan video profile dari para comic, istilah untuk menyebut orang yang melakukan stand up comedy.


Lokasi pembuatan video profile para comic sendiri ada di Kantor Kaskus di lantai 11. Kami diajak …

Kuliner #8 (Jakarta) : Bakmi Toko Tiga

Jalan K.H Wahid Hasyim memang terkenal dengan wisata kulinernya. Banyak sekali di sepanjang jalan ini berderet toko, warung, restoran, atau kafe yang menjual aneka makanan dengan citarasa masing-masing. Restoran Bakmi Toko Tiga ini salah satunya.

Hal pertama kali yang melintas di pikiran saya ketika diajak ke tempat ini adalah bahwa saya akan makan siang dengan menu serba mie. Saya terbayang restoran yang menyediakan bakmi, mie rebus, mie goreng, ifumi dan beraneka ragam jenis mie lainnya. Ternyata dugaan saya salah, karena selain menyediakan bakmi sebagai menu khasnya, Restoran Bakmi Toko Tiga ini juga menyediakan beragam menu-menu lainnya seperti aneka olahan udang, cumi, ikan, daging, sayur, dll.

Siang itu, saya dan teman-teman kantor saya memesan beberapa menu untuk kami santap bersama. Setelah melihat menu-menu dalam daftar, akhirnya kami memutuskan untuk memesan Gurameh Asam Manis, Buncis Cabe Garam, Sup Asam Pedas, Ifumie, dan pastinya nasi putih. Sebagai tambahan, kami memesan…

Selamat Ulang Tahun Kamu

Aku terbangun dan beranjak dari tempat tidurku saat mendengar suara ketukan di pintu kamarku.
Tak lama setelahnya, sosok Ibuku muncul.

Sesaat Ibuku hanya terdiam menatapku dari luar kamar, lalu melangkah masuk ke dalam dan duduk di  ranjangku. Kutatap matanya. Matanya berbinar-binar memancarkan kebahagiaan.

Tanpa kata-kata, dia memasangkan sehelai kain hitam menutupi kedua mataku, lalu menggandeng tanganku. Aku mengerti maksudnya. Ia ingin memberi kejutan di hari ulang tahunku ini, dan ia ingin membawaku ke tempat dimana ia meletakkan hadiahnya itu.

Kakiku terus melangkah seturut tangan Ibu yang sedari tadi menggenggamku.

Tiba-tiba, Ibu berhenti melangkah. Terdengar suara seperti sesuatu ditekan.
Mengalunlah suara itu:

"Selamat ulang tahun kami ucapkan...Selamat panjang umur kita kan doakan
Selamat sejahtera sehat sentosa
Selamat panjang umur dan bahagia...."

Lagu selamat ulang tahun itu memasuki ruang dengarku dan membuatku bahagia bukan main.
Perlahan, kain hitam penutup ma…