Rabu, 11 November 2009

Biasa buat Siapa.......


Oleh : Robertus Benny Murdhani

Beberapa waktu lalu, ada kejadian yang membuat saya tertarik menulis tulisan ini. Ceritanya bermula ketika saat itu saya dan teman saya sedang mengantri di A******t (maaf bukan promosi). Malam itu kami ingin membeli minuman dingin sebagai pelepas dahaga. Ketika sedang mengantri di depan kasir, kami pun mengobrol mengenai sesuatu.

Tiba-tiba temanku berkata, "eh ben, di Jogja dulu aku pernah nemuin orang yang sedang mengantri di toko semacam ini cuma buat beli 'kondom' ".

Dan tiba-tiba seorang cewek yang sedang mengantri di depan kami tiba-tiba memotong pembicaraan kami dan berkata "sssttttt....Mas,kalo ngobrolin hal kayak gitu jangan di depan umum". Tentu saja obrolan saya dan teman saya segera terhenti karena hal tersebut.

Jujur ketika kejadian itu, saya pribadi merasa kaget sekaligus langsung memandang aneh kepada cewek itu. Kok mau-maunya ngurusin obrolan orang lain. Toh juga menurut saya lagi, obrolan saya tadi biasa dan wajar. Tapi ketika saya dan teman saya sedang di warnet, sepulang dari toko itu, teman saya berkata "Benar juga cewek itu ya ben.Harusnya hal-hal kayak gitu gak diomongin di depan umum".

Seringkali memang saya tidak mempedulikan apa yang saya sedang obrolkan dengan teman saya. Seperti misalnya saat mengobrolkan 'kondom' seperti cerita di atas. Tanpa berpikir sebelumnya, kami mengobrol seperti biasa dan seakan tidak memperhatikan apa yang kami obrolkan ini etis atau tidak. Pandangan saya bahwa mengobrolkan hal-hal seperti itu adalah sesuatu yang biasa dan pantas saja diobrolkan di tempat umum.

Biasa dan tidak biasa memang berasal dari pikiran kita. Saya menganggap hal seperti di atas biasa karena memandang hal seperti itu adalah realitas yang terjadi di masyarakat. Dan lagi saya berpikir bukankah hak saya untuk mengobrol apapun. Toh ini kan mulut -mulut saya sendiri. Hal yang terakhir itulah yang mungkin salah.

Manusia adalah makhluk sosial. Itu artinya bahwa manusia harus hidup bersama manusia lain dan saling membutuhkan dalam kehidupan. Karena hidup bersama, manusia harus bisa mengerti dan menghormati orang lain. Artinya bila orang mempunyai pandangan dan nilai-nilai pribadi, dia harus bisa menyesuaikan pandangan dan nilai-nilai pribadinya terhadap pandangan dan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat dimana dia tinggal.Hal itu terjadi agar tidak terjadi konflik di dalam masyarakat.

Sebagai orang timur yang sangat mengutamakan kesopanan, tampaknya memang obrolan saya dan teman saya tidak pantas dilakukan di tempat umum. Sudah sepantasnya saya belajar untuk menghargai nilai-nilai kesopanan dan belajar pula untuk bisa menempatkan diri di dalam masyarakat. Untung saja saya diingatkan oleh cewek itu.Kalau tidak apa jadinya saya kelak.....hehe

Senin, 02 November 2009

Supernova Meluncurkan Video Klipnya Yang Pertama

Oleh : Robertus Benny Murdhani

Supernova, band asal kota Purwokerto yang sukses menjadi Juara 1 dalam perhelatan musik A Mild Live Wanted 2009 baru saja meluncurkan video klip untuk single pertamanya yang bertajuk Aku Jatuh Cinta.

Trinity Optima Production sebagai pihak yang akan memproduksi album Supernova kedepannya tampaknya serius dalam mengorbitkan Supernova.Hal itu tampak dari dipilihnya 2 artis muda berbakat, Chicho Jericho dan Laudya Cynthia Bella, sebagai bintang dari video klip "Aku Jatuh Cinta" ini. Para personil Supernova sendiri yang terdiri dari Angga (vokal), Randy (gitar),Galih (gitar),K-Ting (drum),Eza (bass),Dedy (keyboard), juga muncul di video klip itu.



Sampai tulisan ini diturunkan, penulis belum tahu persis kapan Supernova akan merilis full album mereka. Semoga kiprah mereka bisa mengikuti jejak band-band pendahulu mereka di Amild Live Wanted, seperti Geisha dan D'Masiv.

Masa Pertumbuhan Kita

Kalian pasti pernah menerima ucapan dari teman atau saudara kalian dengan bunyi kira-kira seperti ini " Makan yang banyak ya. Kan lagi ...