Senin, 21 Januari 2013

Review Film (Asal-asalan): We Bought A Zoo (2011)

Sumber gambar: disini

 

Judul : We Bought A Zoo (2011)

Sutradara: Cameron Crowe

Pemain: Matt Damon, Scarlett Johansson and Thomas Haden Church


Resensi
 
Film ini dimulai ketika seorang penulis dan petualang, Benjamin Mee kehilangan istrinya yang meninggal karena suatu penyakit, dan meninggalkan dua orang anak, Dylan dan Rossie. Kehilangan figur seorang istri sekaligus ibu menjadikan waktu Benjamin lebih banyak dihabiskan untuk kedua anaknya tersebut. Bahkan bosnya di kantor pun hendak memindahkan Benjamin dari divisi liputan-liputan penuh petualangan nan berbahaya, ke divisi yang 'tanpa petualangan'. Sifat Benjamin yang haus petualangan inilah yang akhirnya membuat Benjamin menolak tawaran Bosnya tersebut itu, dan malah membuat ia mengundurkan diri dari tempat kerjanya tersebut.

Selepasnya dari pekerjaannya sebagai penulis dan petualang, Benjamin kembali fokus kepada keluarganya. Keinginan untuk melupakan kenangan-kenangan bersama istrinya membuat ia bertekad untuk menjual rumah yang ia tempati sekarang, dan mencari rumah yang tepat untuk memulai sebuah "kehidupan baru". Pencarian inilah yang membawanya untuk membeli sebuah rumah di sebuah desa yang berjarak jauh dari kota, yang ternyata rumah yang ia beli tersebut tersebut adalah sebuah kebun binatang bernama Roosemoor Wildlife Park. 

Petualangan pun dimulai, karena ternyata kebun binatang tersebut ditutup karena dianggap tidak memenuhi standar keselamatan sebuah kebun binatang. Benjamin Mee yang buta sama sekali dalam dunia bisnis kebun binatang pun segera dihadapkan dengan berbagai masalah yang ada di kebun binatang tersebut, seperti seorang harimau bernama Spar yang sakit, kandang yang sudah rapuh, persediaan makanan yang menipis, dan masalah-masalah lainnya. Tekad kuat Benjamin Mee untuk menyelesaikan masalah-masalah dan membuka kembali kebun binatang tersebut pun ternyata harus dihadapkan pada suatu kenyataan bahwa keuangan Benjamin semakin menipis kian hari.

Dapatkah keinginan Benjamin Mee untuk membuka kembali Roosemoor Wildlife Park dapat terwujud? Jika penasaran ingin tahu bagaimana akhir cerita dari film ini, nonton sendiri dong.hehe...

Review (Asal-asalan)

Film "We Bought A Zoo" adalah sebuah film biografi dari seorang Benjamin Mee. Film ini memang mengangkat sebuah kisah nyata bagaimana seorang Benjamin Mee "menghidupkan kembali" sebuah kebun binatang yang tutup, hingga akhirnya kebun binatang tersebut ramai dikunjungi dan bahkan mendapat berbagai perhargaan atas metode yang dipakai di kebun binatang ini. *oh oke. ada spoiler*
Sebenarnya tanpa saya memberi tahu akhir cerita film ini, penonton pun pasti sudah pasti bisa menebak akhir dari cerita ini. Tapi menurut saya, seperti halnya sebuah petualangan, yang membuat menarik dari film ini bukanlah akhir ceritanya, tapi kejadian-kejadian yang terjadi sepanjang film inilah yang menurut saya menarik untuk disimak.

Banyak pelajaran dan pesan-pesan yang tersebar di sepanjang film. Sebut saja pelajaran mengenai pentingnya sebuah tekad dalam mewujudkan mimpi. Sebuah mimpi memang seringkali susah untuk diwujudkan karena untuk mewujudkannya kita harus menghadapi berbagai masalah yang datang bertubi-tubi. Itulah yang saya lihat dari perjuangan Benjamin Mee dalam membuka kembali kebun binatang yang memiliki banyak masalah.

Ada satu catatan menarik mengenai bagaimana cara kita menghadapi ketakutan ketika akan berusaha mewujudkan mimpi. Dalam film ini, ada pelajaran bahwa saat kita ingin meraih sesuatu dan kita merasa kesulitan, kita hanya perlu "20 detik keberanian". Penasaran dengan "20 detik keberanian" yang saya maksud, yuk yuk yuk nonton film ini.

Cerita apa lagi ya. 
Oh iya. Saya tidak akan memberi komentar tentang akting para aktor dan aktris yang bermain dalam film ini, karena menurut saya film ini bagus-bagus saja. Paling saya hanya ingin berkomentar mengenai tokoh Rossie, anak bungsu dari Benjamin Mee, yang menurut saya kok sikap dan perkataannya (ceileh...) terlalu dewasa ya untuk anak berusia 7 (tujuh) tahun.

Oh iya, bagi yang penasaran dengan kebun binatang yang diceritakan dalam film ini, bisa buka link ini >> http://en.wikipedia.org/wiki/Dartmoor_Zoological_Park

Jadi, sekian review asal-asalan saya. Terima kasih sudah membaca.

Kamis, 17 Januari 2013

Potret dari Banjir Hari Ini

17 Januari 2013...

Jakarta hari ini seakan lumpuh total. Hujan deras yang mengguyur Jakarta sedari malam tadi mengakibatkan terjadinya banjir di beberapa titik, sehingga arus lalu lintas pun menjadi tersendat.

Berikut beberapa foto yang saya ambil sembari menumpang mobil bantuan dari Pemda, yang melintas dari Bundaran Bank Indonesia, sampai dengan Bundaran Senayan.














Selasa, 15 Januari 2013

Sedikit Renungan Dari Hujan

sumber foto : http://andybock.com/images/KL/CityDriveRain1.jpg


Malam itu Jakarta kembali diguyur hujan. Saya masih di jalan, menumpang mobil salah seorang teman kantor yang menuju ke Mampang. Dari kantor saya di Merdeka Barat, mobil melaju melewati jalan-jalan di Jakarta hingga ke daerah Rasuna Said alias Kuningan.Kuningan macet seperti biasanya. Mobil-mobil melaju perlahan. 

Bang Ray, pacar dari teman kantor saya Melissa, yang malam itu mengemudikan mobil ternyata saat itu belum makan malam. Segera saja dia menengok kanan kiri jalan untuk mencari tukang makanan. Dan....ternyata seorang pedagang bakpau dan juga seorang pedagang minuman berdiri di pinggir jalur cepat di sekitar Pasar Festival. Segera saja kaca mobil dibuka, dan dipanggilah pedagang bakpau.

Singkat cerita, akhirnya Bang Ray membeli bakpau tersebut dan memakannya sambil menyetir mobil yang masih berjalan perlahan akibat macet. Tak jauh dari tempat pedagang itu berdiri, Bang Ray tiba-tiba berkata " Bagi sebagian orang, jalan macet gini dianggap musibah. Tapi bagi orang-orang seperti pedagang bakpau dan minuman itu, macet seperti ini adalah anugerah".

Deg...hati dan otak saya langsung tersentil mendengar ucapan Bang Ray tersebut. Langsung saja hati saya menyetujui ucapan tersebut, tap disisi lain saya pun seperti dibuat malu bahwa ternyata saya ini termasuk orang yang sering mengutuki macet. Saya selama ini tidak pernah sadar bahwa ternyata di samping sebagian besar orang yang membenci dan mengutuki macet, tapi di sisi lain tak sedikit pula orang-orang yang malah sangat bersyukur akan adanya macet, dan malahan mereka memanfaatkan momen-momen macet tersebut.

 



Rabu, 02 Januari 2013

Saya di Tahun 2012

Tahun 2012 baru saja berakhir 2 hari yang lalu. Banyak kenangan, peristiwa, pelajaran, baik suka dan duka, yang saya alami sepanjang tahun 2012.

Apa saja ya yang ingin saya ceritakan?

Tahun 2012 ini saya resmi diangkat menjadi pegawai negeri sipil di tempat kerja saya sekarang, Kementerian Perhubungan. Itu berarti gaji pokok saya sudah full. Meski dengan gaji yang bisa dibilang pas-pasan, tapi Puji Tuhan selama tahun 2012 ini saya bisa bertahan hidup, mengirim uang ke orang tua, serta bisa menabung.

Masih terkait pekerjaan, saya bersyukur karena sepanjang tahun 2012 ini saya sudah diberi rejeki sehingga bisa mengunjungi beberapa kota sebagai bagian dari pekerjaan saya. Medan, Denpasar, Semarang, Yogyakarta, Pekanbaru, Batam, dan Manokwari adalah beberapa kota yang saya kunjungi di tahun 2012 lalu. Semoga di tahun 2012, saya bisa mengunjungi kota-kota lain yang belum pernah saya datangi.

Bicara mengenai blog, produktivitas blogging saya di tahun 2012 lumayan meningkat, dari 60 tulisan di tahun 2011 meningkat menjadi 99 tulisan di tahun 2012. Jumlah kunjungan ke blog saya pun cukup meningkat. Sayangnya saya tidak tahu cara untuk mengetahui jumlah pengunjung ke blog saya untuk tahun 2012 saja. Maafkan, memang mesti belajar lagi.

Untuk blog juga, Puji Tuhan blog saya dapat penghargaan Bronze Blog dari Internet Sehat Blog Award. Lumayan bisa dapat kaos gratis.hehe

Di tahun 2012 juga, kegiatan-kegiatan di luar kantor juga lumayan meningkat. Hampir setiap akhir pekan selalu ada saja kegiatan semacam workshop, nonton bareng, dan kegiatan-kegiatan lainnya. Tahun ini pun saya resmi ikut Akademi Berbagi JKT sebagai seorang relawan, serta ikut dalam perkumpulan blogger bernama Blogger Reporter.  Ditambah lagi saya masih sering ikut kegiatan yang diadakan oleh Kompasiana pula. Pokoknya saya berterima kasih untuk @AkberJKT dan Blogger Reporter, serta teman-teman Kompasianer untuk banyak kesempatan belajarnya selama ini.

Sepanjang tahun 2012 lalu, saya juga banyak sekali mendapatkan hadiah dari beberapa kuis di twitter maupun facebook. Tahun ini saya dapat sekitar 8 kali tiket nonton bareng, 1 kali undangan workshop, 2 buah buku, 2 kali nonton konser gratis, plus yang paling mentereng, saya dapat sebuah Galaxy Note II dari @xl123.

Sayangnya, penghujung di penghujung tahun 2012 kemarin, saya mendapat kabar yang kurang baik dari keluarga saya. Ayah saya mesti masuk rumah sakit lagi, dan kata dokter Ayah saya terkena stroke kedua dan bronkhitis. Untuk pengunjung blog saya, saya mohon doanya ya semoga Ayah saya cepat sembuh. Sampai sekarang ayah saya masih dirawat di rumah sakit. Cepat sembuh ya Ayah.

Sepertinya itu saja hal-hal yang bisa aku ceritain tentang apa yang terjadi di hidupku sepanjang tahun 2012. Yang jelas, saya bersyukur sekali untuk apa yang Tuhan berikan sepanjang tahun 2012 lalu, baik itu rejeki, masalah, hambatan, rasa sakit, dan hal-hal lainnya.

Untuk para pengunjung blogku, terima kasih ya sudah setia membaca blogku. Yang rajin berkomentar ya, biar kita semakin kenal. #eh...:)

Selamat Tahun Baru 2013





Selasa, 01 Januari 2013

Angkringan Dekat Perempatan Pasar Wage Purwokerto

Apa yang selalu saya rindukan akan Purwokerto?

Salah satu hal yang saya rindukan akan Purwokerto adalah nongkrong bersama teman-teman dan bercengkerama di sebuah angkringan pinggir jalan, sambil sesekali menyeruput segelas jahe susu ditemani sebungkus nasi kucing plus sate keong nan nikmat.

Hari minggu kemarin, usai mengikuti ibadat di Gereja St. Yoseph Purwokerto, saya sengaja berjalan kaki ke rumah melewati perempatan Pasar Wage. Saya sengaja berjalan melewati tempat itu karena saya ingin “berkunjung” ke tempat dulu saya dan teman-teman biasa nongkrong. Sebuah angkringan di dekat perempatan Pasar Wage Purwokerto.

Para pengunjung sedang memilih makanan
Waktu menunjukkan pukul 8 malam. Angkringan itu masih terlihat sepi. Hanya ada tiga pasang muda-mudi yang asyik mengobrol sembari menikmati hidangan di piring mereka. Suasana angkringan ini masih saja seperti dulu, hening jalanannya namun hangat suasananya.






Malam itu saya memesan segelas jahe susu panas serta dua bungkus nasi kucing dan sate keong. Untuk nasi kucing, sate keong dan makanan lainnya, pengunjung bisa langsung mengambil di meja penuh makanan yang ada di samping gerobak angkringan ini. Selain nasi kucing dan sate keong, menu yang tersedia di sini antara lain sate telor puyuh, sate hati ayam, serta gorengan-gorengan semacam mendoan, bakwan, pisang goreng, tahu, dll. Untuk menemani menyantap gorengan, tersedia pula ketupat beserta bumbu kacang yang bisa diambil sesuai selera.

Jahe susu disini rasa susunya lebih terasa daripada rasa jahenya. Ada sedikit kayu manis pada jahe susu yang saya minum. Untuk yang tidak suka jahe susu, pengunjung juga bisa memesan teh maupun kopi. Beragam serbuk kopi instan dalam sachet juga bisa menjadi pilihan di tempat ini.

Nasi kucingnya sendiri menurut saya agak kurang enak. Nasinya agak pera dan lauknya hanya sejumput oseng tempe. Di angkringan lain biasanya ada tambahan sambel atau seiris kecil ikan bandeng di setiap nasi kucing. Untungnya, di tempat ini menyediakan tambahan sambel kacang, gorengan atau sate-satean yang rasanya bisa untuk mengimbangi rasa nasi yang pera.

Harga makanan dan minuman di angkringan ini menurut saya cukup standar. Untuk menikmati segelas jahe susu, dua bungkus nasi kucing dengan sebuah sate kerang, saya cukup merogoh kocek sebesar Rp. 9.000 (sembilan ribu rupiah) saja. Di Purwokerto, harga sebesar itu masih bisa untuk membeli sepiring nasi goreng atau mie rebus tek-tek yang biasa berkeliling di malam hari. Namun nuansa jalanan Purwokerto yang lenggang di malam hari rasanya sepadan dengan harga itu. Apalagi dinginnya gerimis di malam itu membuat jahe susu semakin terasa nikmat di tenggorokan saya. Menghangatkan...