Selasa, 15 Januari 2013

Sedikit Renungan Dari Hujan

sumber foto : http://andybock.com/images/KL/CityDriveRain1.jpg


Malam itu Jakarta kembali diguyur hujan. Saya masih di jalan, menumpang mobil salah seorang teman kantor yang menuju ke Mampang. Dari kantor saya di Merdeka Barat, mobil melaju melewati jalan-jalan di Jakarta hingga ke daerah Rasuna Said alias Kuningan.Kuningan macet seperti biasanya. Mobil-mobil melaju perlahan. 

Bang Ray, pacar dari teman kantor saya Melissa, yang malam itu mengemudikan mobil ternyata saat itu belum makan malam. Segera saja dia menengok kanan kiri jalan untuk mencari tukang makanan. Dan....ternyata seorang pedagang bakpau dan juga seorang pedagang minuman berdiri di pinggir jalur cepat di sekitar Pasar Festival. Segera saja kaca mobil dibuka, dan dipanggilah pedagang bakpau.

Singkat cerita, akhirnya Bang Ray membeli bakpau tersebut dan memakannya sambil menyetir mobil yang masih berjalan perlahan akibat macet. Tak jauh dari tempat pedagang itu berdiri, Bang Ray tiba-tiba berkata " Bagi sebagian orang, jalan macet gini dianggap musibah. Tapi bagi orang-orang seperti pedagang bakpau dan minuman itu, macet seperti ini adalah anugerah".

Deg...hati dan otak saya langsung tersentil mendengar ucapan Bang Ray tersebut. Langsung saja hati saya menyetujui ucapan tersebut, tap disisi lain saya pun seperti dibuat malu bahwa ternyata saya ini termasuk orang yang sering mengutuki macet. Saya selama ini tidak pernah sadar bahwa ternyata di samping sebagian besar orang yang membenci dan mengutuki macet, tapi di sisi lain tak sedikit pula orang-orang yang malah sangat bersyukur akan adanya macet, dan malahan mereka memanfaatkan momen-momen macet tersebut.

 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan lupa komentarnya ya....:))

Masa Pertumbuhan Kita

Kalian pasti pernah menerima ucapan dari teman atau saudara kalian dengan bunyi kira-kira seperti ini " Makan yang banyak ya. Kan lagi ...