Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 September 2014

Review Buku: Revolusi Transportasi #RevoluTrans oleh Bambang Susantono

Sumber: dok.pribadi

Penulis : Bambang Susantono
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Jumlah: 344 halaman
Terbit : Agustus 2014

 
Tadinya saya ingin memberi judul tulisan ini dengan kalimat “Saat Wakil Menteri Bicara Soal Transportasi”.Tapi saya urungkan dan memilih judul yang saya pakai sekarang karena nanti jika rencana Jokowi menghapuskan jabatan Wakil Menteri terlaksana, maka seandainya saya gunakan judul itu, maka judul tulisan saya jadi kadaluarsa dong. Hehe..

Jujur saja ada ketakutan dalam diri saya ketika akan membaca buku ini. Memang dari segi penampilan luar, buku ini memiliki desain cover yang sangat eye-catching. Penggunaan warna hijau tosca dengan ikon-ikon transportasi seperti bus, pesawat, mobil, sepeda, dan kereta dalam desain kartu seakan ingin mengesankan bahwa buku ini menyasar segmentasi pembaca berusia muda. Namun ketakutan saya adalah jika seorang pejabat pemerintahan menulis sebuah buku, yang ada di pikiran saya pasti gaya bahasa yang digunakan akan sangat membosankan dengan bahasa-bahasa dewa yang tak mudah dimengerti. Dan ternyata ketakutan saya benar-benar tidak terbukti dan bahkan sebaliknya saya dengan ini menyatakan SANGAT MENYUKAI buku ini secara keseluruhan.

Pak Bambang Susantono, selanjutnya akan saya sebut penulis, ternyata benar-benar pintar menulis. Terlihat dari gaya bahasa yang mengalir dan mudah dipahami. Membaca buku ini seperti saya sedang membaca buku dari seorang pakar transportasi sedang bercerita dengan gaya tulisan ala blogger. Ringan namun berbobot.

Buku ini terbagi dari 6 bab dimana setiap babnya terdiri dari 3-4 artikel. Secara keseluruhan, penulis lebih banyak menyoroti mengenai transportasi darat terutama di DKI Jakarta. Ya mungkin karena memang sepertinya DKI Jakarta sebagai ibukota negara ini seharusnya menjadi sebuah “etalase negara” yang baik, termasuk dari sisi transportasinya. Dalam buku ini, penulis menyoroti beberapa hal terkait perkembangan transportasi di ibukota seperti misalnya dalam artikel “Mimpi Buruk bernama : Gridlock!” yang khusus menyoroti kemungkinan terjadinya “Gridlock” yaitu istilah untuk menggambarkan parahnya kemacetan lalu lintas yang seolah-olah terunci, tanpa ada yang bisa memastikan posisi awal dan akhir kemacetan. Atau ada pula beberapa artikel dimana penulis membahas beberapa alat transportasi yang sudah (dan akan) ada di Jakarta seperti pada tulisan “Monorel”, “Busway, Why Bus?”, “MRT, di Atas atau di Bawah Tanah”.

Selain bicara tentang transportasi darat khususnya transportasi untuk perkotaan, penulis juga membahas beberapa jenis angkutan seperti angkutan sungai (dalam artikel “Angkutan Sungai a.k.a Waterways), atau angkutan laut (dalam artikel “Kita Perlu Pelabuhan Baru”) dan juga angkutan udara (dalam artikel “Bandara (harusnya) Bikin Bangga”. Semuanya dibahas dengan cukup lengkap dengan bahasa yang menarik.

Ada yang menjadi ciri khas penulis dari setiap artikel yang dia tulis disini. Di dalam artikel yang ditulis, penulis selalu mencantumkan data-data disertai dengan sumber data yang ditulis di bagian belakang buku. Penulis pun di setiap artikelnya selalu membandingkan substansi materi yang sedang dia bahas dengan apa yang sudah terjadi di luar negeri. Misalnya saja ketika membahas mengenai busway, penulis menceritakan pula keberhasilan sistem BRT alias Bus Rapid Transit (busway di luar negeri dikenal dengan istilah BRT) di Brasil, Tiongkok, maupun Bogota.

Untuk kalian yang ingin tercerahkan akan dunia transportasi Indonesia, tak hanya permasalahannya tapi juga kemungkinan solusi-solusi yang ada, wajib banget baca buku ini. Apalagi, di setiap akhir artikelnya terdapat beberapa pertanyaan yang membuat kita untuk berpikir untuk turut serta memberi solusi atau ide akan permasalahan-permasalan transportasi yang dibahas. Dan, ide-ide kalian tersebut bisa diemail ke revolutrans@gmail.com atau mention ke akun twitter @revolutrans.

Mari berpartisipasi dalam dunia transportasi Indonesia. Karena pada intinya, transportasi adalah tentang kita. Tentang manusianya.

Sabtu, 28 Desember 2013

Review Buku : "Mr.Ambassador, Dari Wartawan Foto Menjadi Duta Besar" dari M. Indro Yudono

sumber foto: (Gramedia.com)


Judul buku :  Mr.Ambassador, Dari Wartawan Foto Menjadi Duta Besar
Penulis : M. Indro Yudono
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 274 hlm
Terbit : Agustus 2013

Menjadi seorang diplomat lalu berkeliling dunia, mengenalkan Indonesia kepada khalayak internasional sudah lama menjadi impian saya. Cita-cita itu pernah sangat terasa dekat ketika saya mengikuti serangkaian tes untuk menjadi seorang diplomat di Kementerian Luar Negeri tiga tahun lalu. (Baca pengalaman saya disini). Sayang sekali saya belum dapat lolos dalam tes tersebut. Akhirnya, impian saya untuk berkeliling dunia sebagai seorang diplomat pun saya kubur dalam-dalam. Namun impian saya tersebut, sedikit terangkat kembali usai saya membaca buku "Mr. Ambassador, Dari Wartawan Foto Menjadi Duta Besar" ini.

Pertama kali saya tertarik dengan buku ini bukan karena saya tertarik dengan judulnya, tetapi karena di sampul buku ini terdapat sebuah stiker bertuliskan "Peraih Bronze Trophy Cover Terbaik Pinasthika Award 2013". Jadi awalnya saya tertarik membeli karena saya tertarik dengan sampul buku ini. Baru setelah saya membaca keseluruhan buku ini, baru saya menyimpulkan bahwa isi buku ini jauh lebih menarik bagi saya, dibandingkan desain sampulnya.

Buku "Mr. Ambassador, Dari Wartawan Foto Menjadi Duta Besar" merupakan buku karya M. Indro Yudono, seorang duta besar yang mengawali karirnya dari seorang wartawan foto di IPPHOS hingga puncak karirnya menjadi seorang Duta Besar Luar Biasa dan Berkasa Penuh di KBRI Swiss di tahun 2001-2005. Buku ini berisi 23 kisah dari sang Duta Besar mulai dari pengalaman beliau selama menjadi wartawan foto di IPPHOS (dari buku ini pula saya mengetahui apa itu IPPHOS), masuk ke Departemen Luar Negeri (selanjutnya saya sebut Deplu), hingga penugasan demi penugasan dari Deplu dan akhirnya beliau menjadi seorang Duta Besar Luar Biasa dan Berkasa Penuh di KBRI Swiss hingga tahun 2005 lalu.

Dalam buku ini, Pak M. Indo Yudono (selanjutnya saya sebut dengan Pak Indro) tak hanya mengisahkan cerita-cerita seputar pekerjaannya sebagai seorang diplomat saja. Di buku ini kita bisa melihat kisah-kisah lain dari beliau seperti misalnya bagaimana kisah perjodohan antara Yeyen, seorang Kepala Rumah Tangga pada saat Pak Indro bertugas di KJRI Hamburg, Jerman, dengan Paul, seorang kebangsaan Belanda. 

Tulisan favorit saya di buku ini adalah tulisan berjudul "Jenjang Pendidikan yang Kutempuh", dimana Pak Indro menceritakan pendidikan apa saja yang ia tempuh selama bekerja menjadi diplomat, termasuk di dalamnya pengalamannya seputar Sekolah Dinas Luar Negeri, Sekolah Staf Dinas Luar Negeri Tingkat Madya, dan Sekolah Staf dan Pimpinan Deplu. Impian saya menjadi diplomat menjadi sedikit terobati begitu membaca bagian ini.

Ada kisah menarik dibalik penulisan buku ini. Berdasarkan artikel disini, ternyata penulisan buku ini benar-benar sebuah perjuangan bagi Pak Indro, karena dalam kurun waktu sekitar delapan bulan ia menulis, beliau harus bolak-balik ke rumah sakit, termasuk amputasi satu lututnya karena infeksi. Bahkan, sekitar tiga perempat naskah diketik beliau dengan satu jari tangan kanan akibat penyakit Parkinson.
 

Senin, 27 Mei 2013

Review Buku : "Kastana Taklukkan Jakarta" Oleh Soleh Solihun

foto dok.pribadi

Judul buku : Kastana Taklukan Jakarta
Penulis : Soleh Solihun
Penerbit : Penerbit Literati Imprint dari Penerbit Lentera Hati
Jumlah halaman: 290 hlm
Terbit : Maret 2013
Harga: Rp. 49.000,-

Alasan kenapa saya membeli buku ini adalah karena awalnya saya mengira buku ini akan memuat pendapat, opini maupun cara dan tips seputar jurnalisme musik dari seorang Soleh Solihun. Hal itu terbersit setelah saya membaca sinopsis yang ada di cover belakang buku ini yang berbunyi:

"Seluk beluk pekerjaan di dunia jurnalistik, khususnya jurnalistik dunia hiburan, digambarkan dengan ringan dan segar oleh Soleh Solihun."

Dan, setelah selesai membaca buku ini dalam waktu sekitar 8 jam, ternyata buku ini berisi lebih dari apa yang saya pikirkan. Ya meski sebenarnya, saya justru ingin sekali Soleh Solihun membuat semacam buku pintar menjadi jurnalis musik.

Dalam buku ini, Soleh menceritakan kisah perjalanannya dari ketika masih usia SD, saat ia bercita-cita menjadi ABRI (baca: tentara) dan Ustadz, hingga kehidupannya saat ini, dengan segala macam pekerjaan yang dilakoninnya.

Buku ini terbagi menjadi 5 bagian atau bab, yaitu Prolog, Kerja! Kerja! Ayo Kita Kerja!, Dari Anak Muda ke Pria Dewasa, Mimpi Yang Terwujud, dan terakhir adalah Epilog. Dalam Prolog, Soleh menceritakan sedikit tentang cita-cita masa kecilnya, dan dilanjutkan dengan kisah kehidupannya selama menjadi mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran dengan peminatan jurnalistik. 

Selanjutnya, berturut-turut yaitu bagian Kerja! Kerja! Ayo Kita Kerja!, Dari Anak Muda ke Pria Dewasa, Mimpi Yang Terwujud menceritakan banyak lika-liku kehidupan saat Soleh hijrah ke Jakarta dan mulai memasuki dunia kerja. Dari tiga bagian ini, kita bisa mengetahui bagaimana perjalanan karir seorang Soleh, termasuk pada titik-titik dimana Soleh harus berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Menurut saya, tiga bagian inilah yang menjadi inti buku ini. 

Di bagian Epilog, Soleh bercerita bagaimana kehidupannya saat ini, terutama soal berbagai pekerjaan yang dilakoninya sekarang, terutama ketika akhirnya saat ini Soleh Solihun lebih terkenal sebagai seorang komika, suatu istilah untuk orang yang berprofesi stand up comedy.
 
Satu catatan pada buku ini dari saya yaitu pada halaman 285 dan 286.

Perhatikan kalimat pada paragraf 3 halaman 285 yang berbunyi:

Kejadian saya dipecat sering jadi bahan candaan teman-teman di kantor RR. "Ah...gua mau nyari cara supaya dipecat kayak elu. Biar dapat pesangon." kata fotografer Mirna.

Bandingkan dengan paragraf 2 halaman 286 yang berbunyi:
Kejadian saya dipecat, sering jadi bahan candaan teman-teman di kantor RR. "Ah...gua mau nyari cara supaya dipecat kayak elu biar dapet pesangon," kata fotografer Mirna.

Sama bukan??? :)
Semoga saja nanti di edisi revisi, catatan saya ini bisa jadi bahan perbaikan oleh editor.

Secara keseluruhan, bagi saya buku ini cukup menarik bagi saya. Walaupun saya sebenarnya masih mengharap Soleh suatu saat nanti bisa menulis mengenai jurnalisme musik maupun pandangannya seputar dunia musik di Indonesia.

Oh iya, pasti kalian bingung kan siapa itu Kastana. Kok Soleh memberi judul bukunya Kastana Taklukkan Jakarta?
Jawabannya ya silahkan membaca buku ini sendiri. Hehe...

Selamat membaca. Jangan beli bajakan ya. :)

Kamis, 28 Maret 2013

Review Buku "Travel Writer" dari Yudasmoro

Sumber foto: disini


Judul: Travel Writer
Penulis: Yudasmoro
Penerbit: Metagraf, Creative Imprint of Tiga Serangkai
ISBN: 978-602-9212-44-0

Berapa orang disini yang hobi menulis mengenai pengalamannya saat travelling?
Menuliskan kisah seputar travelling atau perjalanan memang rasa-rasanya telah menjadi tren bagi para blogger saat ini. Sejak kesuksesan Trinity dengan buku seri The Naked Traveler yang laris manis di pasaran, banyak orang yang kini berlomba-lomba untuk menulis tentang travelling. Lihat saja banyak sekali berjamuran buku-buku seputar travelling yang terbit dan dijual di toko-toko buku.

Dalam buku ini, Yudasmoro yang berprofesi sebagai full time travel writer menuliskan berbagai tips dan trik seputar dunia travel writer. Yang menarik adalah karena tips dan trik yang dia berikan adalah diambil dari pengalaman dia sendiri selama menjadi seorang travel writer.

Menurut saya, buku ini adalah jawaban bagi orang-orang yang bertanya “bagaimanakah cara menjadi seorang travel writer”. Langkah demi langkah menjadi seorang travel writer dikupas tuntas oleh Yudasmoro, mulai dari definisi apa itu travel writer, apa kaitan travel writer dengan jurnalistik dan fotografi, teknik menulis, mitos seputar travel writer, hingga bagaimana teknik “menjual” artikel yang telah kita buat agar dilirik oleh media-media cetak maupun elektronik yang mengetengahkan travelling sebagai jualannya.

Jadi, yang bilang jadi travel writer gak ada ilmunya, wajib banget baca buku ini.
Selamat membaca.

Rabu, 10 Oktober 2012

Review Buku “Kata Hati, Sebutlah Itu Cinta” dari @benzbara_



Judul Kata Hati, Sebutlah Itu Cinta  
No. ISBN 9786022200635 
Penulis Bernard Batubara 
Penerbit Bukune 
Tanggal terbit Juli - 2012 
Jumlah Halaman 204 


Secara garis besar, benang merah novel ini adalah cinta segitiga. Bermula dari Randi yang sedang menjalani masa-masa galau dan sedihnya setelah setahun yang lalu ditinggal Dera, wanita yang sudah dipacarinya selama 5 tahun. Ia memutuskan Dera karena dirinya memergoki pacarnya tersebut berselingkuh dengan beberapa lelaki lain. Di masa-masa “penyembuhan luka hati” inilah Randi bertemu secara tidak sengaja dengan Fila di sebuah kafe dimana Randi dan Dera dulu kerap kali menghabiskan waktunya disana. Ketika hubungan Randi dan Fila semakin dekat, ternyata Dera datang kembali dari Jakarta, tempat ia meneruskan hobi modellingnya, ke Jogjakarta hanya untuk menemui Randi dan memintanya kembali menjadi kekasihnya. Apakah Randi akan kembali kepada Dera, wanita yang pernah menyakiti dan meninggalkan luka yang besar di hatinya, atau ia akan memilih Fila, wanita yang baru ia temui dan mulai mengisi hari-harinya dan menyembuhkan luka hatinya?

Jujur saja, saya ini jarang sekali membaca novel-novel cinta yang bertema romantis. Alasan saya ya karena kebanyakan novel romantis itu biasanya terlalu menye-menye atau mendayu-dayu. Namun novel ini memberi saya wacana baru bahwa ternyata romantis itu tak harus selalu mendayu-dayu. Mungkin karena sudut pandang bercerita di novel ini kebanyakan mengambil sosok Randi sebagai fokus utama.

Di novel ini, kita bakal banyak beberapa kata-kata “galau” yang bagus menurut saya. Mungkin karena sosok @benzbara_ yang memang memulai karir menulisnya dengan menulis dan menerbitkan buku-buku puisi dan sajak. Berikut beberapa kutipan kata dari novel ini yang merupakan kutipan favorit saya:

“ Sesuatu yang membuatmu pergi͵ pada saatnya menjadi sesuatu yang membawamu pulang kembali."

"Apa artinya luka kalau ia tak memberikanmu pelajaran apa-apa"


Salah satu kelemahan dari novel ini menurut saya adalah terlalu mudahnya alur cerita yang dibuat. Saya sudah bisa menebak bagaimana akhir cerita dari cinta segitiga Randi, Dera dan Fila, yang ternyata tebakan saya tersebut benar. Konflik yang dimunculkan pun terasa kurang "menggigit" sehingga cerita terasa datar-datar saja.

Sekali lagi, meski dengan kekurangan yang saya sebutkan di atas, novel ini tetap enak dibaca kok. Apalagi dengan gaya bahasa @benzbara_ yang tidak terlalu bertele-tele dibandingkan beberapa novel-novel romantis lain yang pernah saya baca. Titik lemah sebuah novel romantis memang kadang seorang penulis akan sangat banyak sekali bermain dengan paragraf-paragraf deskriptif, yang kadang bila terlalu banyak malah akan membuat pembaca bosan dan tidak meneruskan untuk membaca. Untunglah novel ini menurut saya tidak termasuk kategori tersebut.

Tips untuk membaca buku ini adalah bacalah pada saat hujan turun, sembari menyesap secangkir cokelat panas dan ditemani lagu Fix You-nya Coldplay, atau lagu-lagu dari Adhitia Sofyan, yang memang banyak muncul dalam novel ini. Bersiaplah untuk galau sepanjang hari.hehe..

Selamat membaca


Senin, 01 Oktober 2012

Review Buku: The Not So Amazing Story of @amrazing





Pengarang: Alexander Thian (@amrazing)
Penerbit: Gagas Media
Tahun Terbit: 2012
Jumlah Halaman: 220 hal


Karena kita tidak bisa menilai isi sebuah buku dari covernya saja, apalagi judulnya saja. Ungkapan itu menurut saya tepat sekali untuk menggambarkan bagaimana isi buku ini.

Berisi 12 kisah ajaib, unik, dan kocak yang sungguh membuat saya terpingkal-pingkal ketika membacanya. Namun setiap cerita nan kocak tersebut, selalu Alexander Thian atau @amrazing ini tambahkan dengan pelajaran-pelajaran hidup yang ternyata tak selalu diajarkan Tuhan melalui cara yang serius. Dalam kisah nyeleneh dan lucu sekalipun, selalu ada hikmah yang bisa kita maknai.

Simak saja salah satu penggalan kisah yang ada di cover belakang berikut ini.

BAPAK itu merogoh kantong celananya, lalu mengeluarkan bergepok-gepok uang,

"Nih! Sekian belas juta!"

Bahkan setelah menghitung sekian belas juta, sisa uang di tangan Bapak itu masih bnayak. Faka bahwa bajunya lusuh, serta handphone lamanya buluk segera terlupakan. Rupanya Bapak ini orang tajir yang takh tahu cara berdandan serta belum melek teknologi. Terkadang manusia memang hanya memandang penampilan luar. Menghakimi bahwa sebuah buku pasti jelek isinya hanya karena cover yang buruk.

Berlama-lama si Bapak mengagumi handphone terbarunya. Setelah puas, ia kembali bertanya hal yang paling penting.

"Dek, gimana cara main Fesbuk?" Terus, internet itu apa sih?".


 


Minggu, 22 Juli 2012

Review Buku: Berjuta Rasanya dari Tere Liye

Judul Buku : Berjuta Rasanya
Penulis : Tere Liye
Penerbit: Mahaka Publishing
Jumlah halaman: 205 halaman
Terbit: Mei 2012

Jujur saja, saya ini awalnya tak tertarik sama sekali dengan buku-buku karangan Tere Liye, padahal saya belum pernah sama sekali membaca buku-buku karangannya. Dari dulu, begitu mendengar kata Tere Liye, pikiran saya langsung tertuju pada sosok seorang penulis wanita dengan cerita cinta yang "menye-menye", penuh kesedihan, dan bertele-tele dengan alur cerita yang membosankan. Tapi ternyata anggapan dan persepsi saya hancur sudah begitu membaca buku Tere Liye "Berjuta Rasanya" ini. Dan persepsi saya yang sangat sangat salah adalah anggapan bahwa Tere Liye adalah cewek. Karena ternyata, Tere Liye itu adalah seorang cowok.

Buku ini merupakan sebuah buku kumpulan 15 cerita pendek karya Tere Liye dengan benang merahnya yaitu "Cinta". Tapi jangan khawatir, karena tema besarnya adalah Cinta, tapi cerita-cerita cinta disini banyak memberi pandangan mengenai cinta dari berbagai segi. Hebatnya lagi, setiap cerita banyak sekali memberi renungan dan refleksi akan apa itu cinta.

Ada kisah tentang gadis yang ingin menjadi gadis tercantik di dunia dalam cerita Bila Semua Wanita Cantik. Ada kisah cinta yang penuh dengan rasa malu-malu kucing dalam Hiks, Kupikir Kau Naksir Aku, Antara Kau dan Aku, Kutkan Kecantikan Miss X - I dan 2. Ada pula cerita tentang bagaimana sebuah kota dengan banyak orang pintar dalam mengatasi permasalahan semakin sedikitnya jumlah penduduk dalam Cintanometer dan LOVE Ver 7.0 & MARRIED Ver. 9.0.

Cerpen favorit saya dalam buku ini adalah Kupu Kupu Monarch, sebuah kisah cinta tentang bagaimana seorang istri rela memotong kakinya demi menyembuhkan penyakit suaminya, namun pada akhirnya ketika sudah sembuh, sang suami meninggalkan istrinya tersebut. 

Favorit saya lainnya adalah Harga Sebuah Pertemuan, sebuah cerita psikopat tentang seorang gadis yang rela membunuh seluruh anggota keluarganya hanya demi menjumpai seorang pemuda misterius yang pertama kali datang ke pemakaman ayahnya. Oleh karena itu ia gadis itu rela membunuh ibunya, dan seluruh saudaranya dan berharap pemuda tersebut akan datang ke setiap pemakaman mereka.

Secara keseluruhan buku ini mendapat nilai 8 dari saya, meski kata teman saya yang fans berat Tere Liye, buku ini baginya cuma mendapat nilai 6,5. Tapi bagi saya, yang notabene baru pertama kali membaca buku karya Tere Liye, buku ini sudah cukup sedikit memberi gambaran gaya tulisan Tere Liye yang sederhana dan mudah dicerna, tapi penuh makna dan filosofi yang dalam.

Selamat membaca..

Sabtu, 28 April 2012

Review Buku : DreamCatcher by Alanda Kariza


Buku tentang bagaimana mewujudkan mimpi atau memotivasi orang untuk berani bermimpi memang banyak sekali beredar di pasaran. Namun membaca buku DreamCatcher karya Alanda Kariza saya jamin akan memberikan nuansa yang berbeda dengan buku-buku lainnya.

Membaca setiap halaman dari buku ini serasa disadarkan bahwa hidup ini terlalu sia-sia jika dilewatkan tanpa kita berani bermimpi. Gaya bahasa Alanda yang ringan dan tak terkesan menggurui membuat saya betah tiap halamannya hingga tak terasa tak lebih dari 2 jama saya membaca, buku ini habis di tangan. Dan selama proses 2 jam membaca ini, saya merasa seperti ditampar-tampar dan dibuat malu oleh sosok Alanda Kariza, yang di usianya yang masih belia, dia telah banyak sekali menorehkan prestasi.Tak hanya prestasi untuk dirinya sendiri, tapi juga sesuatu yang ia lakukan untuk orang lain.

Selain kisah perjuangan dirinya sendiri, Alanda juga menyisipkan kisah beberapa anak muda yang di usianya yang belia namun telah berhasil mewujudkan mimpinya masing-masing. Dan seperti halnya dengan Alanda, para anak muda ini pun memiliki semangat berbagi dengan orang lain. Ambil contoh saja Goris Mustaqim, anak muda yang mendirikan ASGAR MUDA Foundation, sebuah organsiasi yang memberdayakan anak muda yang tinggal di Garut untuk membangun daerah kelahirannya tersebut. "Ya, berbagi justru membuat kita lebih kaya", tulis Alanda dalam buku ini.


Ilustrasi yang ada di buku ini membuat buku ini terasa lebih hidup. Perpaduan warna hitam dan kuning membuat buku ini terasa segar di mata dan membuat kita untuk terus membaca (atau sekedar melihat gambar-gambarnya yang lucu). Uniknya dari buku ini adalah karena dalam buku ini terdapat halaman-halaman yang sengaja disediakan agar kita menuliskan hal-hal apa saja yang berhubungan dengan setiap bab yang ada di buku ini. Jadi setiap kita selesai membaca satu bab, kita bisa langsung "berpraktek" untuk mengaplikasikan apa yang sudah kita baca, tentunya sesuai dengan kehidupan kita masing-masing. Hal ini membuat setiap buku DreamCatcher ini menjadi custom bagi tiap-tiap orang.
(Hal semacam ini pernah saya temui di buku Rene Suhardono yang berjudul UltimateU)

Untuk anda yang ingin ditampar-tampar seperti saya, yang mungkin di usia yang tak lagi semuda Alanda tapi belum melakukan dan memberi kontribusi apa-apa, atau bahkan tidak pernah berani bermimpi dalam hidup, wajib sekali untuk membaca Dream Catcher karya Alanda Kariza ini.

NB; Kebetulan saya dapat edisi buku yang dapat tanda tangan Alanda Kariza sendiri..hehe


DREAMCATCHER
Data Buku:
Judul DreamCatcher  
No. ISBN 9789797805371 
Penulis Alanda Kariza 
Penerbit GagasMedia 
Tanggal terbit April - 2012 
Jumlah Halaman 232 

Rabu, 18 April 2012

My Third Book: Time 2 Write Sesi 1

Pernah membayangkan bagaimana rasanya menulis sebuah cerita bersama-sama dengan orang lain.
Seru, tak terduga, dan penuh kejutan. Itulah gambaran perasaan yang saya rasakan ketika pertama kali saya belajar untuk menulis duet.

Buku Time 2 Write ini adalah kumpulan tulisan fiksi hasil dari proyek menulis duet yang digagas oleh @teguhpuja dan @violetkecil selama 20 hari berturut-turut. Tulisan duet saya sendiri ada di dalam buku sesi pertama Time 2 Write ini.

Trus apa uniknya buku ini?
Di buku ini, kita bisa menemukan beragam tulisan duet penulis-penulis baru (termasuk saya..hehe) dengan beragam genre, mulai dari romantic, fan-fiction, thriller, dll. Sungguh kaya dan beragam bukan.


Untuk teman-teman yang ingin membeli buku ini, segera klik link di bawah ini.
http://nulisbuku.com/books/view/time-2-write-20harinulisduet




Kamis, 22 Maret 2012

Buku The Coffee Shop Chronicle

Setelah lama berpikir mengenai apa bisa saya membuat sebuah review buku, maka akhirnya saya putuskan untuk belajar menulis review buku-buku yang saya baca. Dan buku pertama yang saya ingin review adalah buku The Coffee Shop Chronicle.



Buku setebal 128 halaman ini (tidak termasuk cover) adalah buku kumpulan flash fiction alias cerita mini dari beberapa penulis. Ada 19 penulis dengan 29 cerita yang saling sambung-menyambung satu sama lain.

Sambung-menyambung??Maksudnya?
Jadi 29 cerita itu sama-sama mengambil tempat cerita di sebuah coffee shop bernama "Priya's Coffee Shop" namun dengan sudut pandang bercerita berbeda-beda satu sama lain. Ada penulis yang menulis dari sudut pandang kasir, ada pula yang menulis dari sudut pandang pengunjung coffee shop, wanita tua dengan gembolan bakul, dll. Jadi membaca setiap kisahnya, membuat kita seakan ada di coffee shop tersebut saat itu dengan berbagai layar kamera. Sangat menarik.

Bukan review kalau tidak ada pendapat saya...hehe
Menurut pendapat saya, ada satu kekurangan dalam buku ini yaitu covernya. Jujur, buku ini akan tampak lebih bagus jika cover yang digunakan bisa diperbaiki atau malah diganti. Menurut saya akan tampak bagus jika covernya diganti dengan gambar sebuah coffee shop. Tapi ini menurut pendapat saya ya.

Untuk yang ingin tahu lebih lanjut dari buku ini, bisa langsung berkunjung ke situs dibawah ini
http://15haringeblogff.wordpress.com/2012/02/07/the-coffe-shop-chronicles/

Untuk yang mau pesan bukunya, klik link di bawah ini
http://nulisbuku.com/books/view/the-coffee-shop-chronicles

Rabu, 01 Februari 2012

Buku

Saya senang sekali dunia tulis menulis, meskipun sampai sekarang saya pun belum terlalu pede dengan hasil tulisan saya.

Berikut beberapa buku, dimana beberapa karya saya ada di dalamnya.

1.BUKU DEAR MAMA BUKU 7

Dear Mama buku 7
Kumpulan Surat Untuk Ibu dari Anak-anaknya...Temukan surat saya di buku ini.Jangan lupa beli ya karena hasil penjualannya akan disumbangkan ke yayasan sosial. Klik gambarnya untuk info lebih lanjut.


2. 15HARINGEBLOGFF BAGIAN 1



Saya nyumbang satu tulisan di buku kumpulan flash fiction ini. Setiap pembelian buku ini, royaltinya akan disumbangkan untuk kegiatan sosial.


3. 20 HARI NULIS DUET BUKU 1


Buku Antologi ketiga saya bersama teman-teman penulis, dimana setiap cerita yang ada di dalam buku ini adalah hasil kolaborasi dari para penulis.

Semoga deretan karya saya ini akan terus bertambah lagi dan lagi.
 



Masa Pertumbuhan Kita

Kalian pasti pernah menerima ucapan dari teman atau saudara kalian dengan bunyi kira-kira seperti ini " Makan yang banyak ya. Kan lagi ...