Rabu, 24 September 2014

WHY DO I WANT TO BE A MASTER IN LEGAL TRANSLATION?

The need of translator in my office is something that unavoidable since my office handles all the things about legal matters in Directorate General of Civil Aviation. My recent job is between as a translator and a legal drafter. I know people will laugh if knowing that one of the legal drafters in Legal and Public Relation Division is not Bachelor of Law, but Bachelor of Arts.

Sometimes, in the middle of doing my job as a translator, I meet a confusion due to many words that rarely appears now coming up. As example, when I translate an international convention or regulations, I found some words that are hard and difficult to translate. In addition, there is no Legal English Indonesia Dictionary in my office, and the material that I have to translate is between legal terms and aviation terms. And as far as I know, there is no published dictionary that focusing on those matters.

I dream I can study Master in Translation or Applied Linguistic focusing Translation in overseas university or college. And not so long after I come back to Indonesia, I am going to make Legal Aviation English Indonesia Dictionary. I believe my dictionary would be helpful for translators who work on legal and aviation terms.

Selasa, 23 September 2014

Review Buku: Revolusi Transportasi #RevoluTrans oleh Bambang Susantono

Sumber: dok.pribadi

Penulis : Bambang Susantono
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Jumlah: 344 halaman
Terbit : Agustus 2014

 
Tadinya saya ingin memberi judul tulisan ini dengan kalimat “Saat Wakil Menteri Bicara Soal Transportasi”.Tapi saya urungkan dan memilih judul yang saya pakai sekarang karena nanti jika rencana Jokowi menghapuskan jabatan Wakil Menteri terlaksana, maka seandainya saya gunakan judul itu, maka judul tulisan saya jadi kadaluarsa dong. Hehe..

Jujur saja ada ketakutan dalam diri saya ketika akan membaca buku ini. Memang dari segi penampilan luar, buku ini memiliki desain cover yang sangat eye-catching. Penggunaan warna hijau tosca dengan ikon-ikon transportasi seperti bus, pesawat, mobil, sepeda, dan kereta dalam desain kartu seakan ingin mengesankan bahwa buku ini menyasar segmentasi pembaca berusia muda. Namun ketakutan saya adalah jika seorang pejabat pemerintahan menulis sebuah buku, yang ada di pikiran saya pasti gaya bahasa yang digunakan akan sangat membosankan dengan bahasa-bahasa dewa yang tak mudah dimengerti. Dan ternyata ketakutan saya benar-benar tidak terbukti dan bahkan sebaliknya saya dengan ini menyatakan SANGAT MENYUKAI buku ini secara keseluruhan.

Pak Bambang Susantono, selanjutnya akan saya sebut penulis, ternyata benar-benar pintar menulis. Terlihat dari gaya bahasa yang mengalir dan mudah dipahami. Membaca buku ini seperti saya sedang membaca buku dari seorang pakar transportasi sedang bercerita dengan gaya tulisan ala blogger. Ringan namun berbobot.

Buku ini terbagi dari 6 bab dimana setiap babnya terdiri dari 3-4 artikel. Secara keseluruhan, penulis lebih banyak menyoroti mengenai transportasi darat terutama di DKI Jakarta. Ya mungkin karena memang sepertinya DKI Jakarta sebagai ibukota negara ini seharusnya menjadi sebuah “etalase negara” yang baik, termasuk dari sisi transportasinya. Dalam buku ini, penulis menyoroti beberapa hal terkait perkembangan transportasi di ibukota seperti misalnya dalam artikel “Mimpi Buruk bernama : Gridlock!” yang khusus menyoroti kemungkinan terjadinya “Gridlock” yaitu istilah untuk menggambarkan parahnya kemacetan lalu lintas yang seolah-olah terunci, tanpa ada yang bisa memastikan posisi awal dan akhir kemacetan. Atau ada pula beberapa artikel dimana penulis membahas beberapa alat transportasi yang sudah (dan akan) ada di Jakarta seperti pada tulisan “Monorel”, “Busway, Why Bus?”, “MRT, di Atas atau di Bawah Tanah”.

Selain bicara tentang transportasi darat khususnya transportasi untuk perkotaan, penulis juga membahas beberapa jenis angkutan seperti angkutan sungai (dalam artikel “Angkutan Sungai a.k.a Waterways), atau angkutan laut (dalam artikel “Kita Perlu Pelabuhan Baru”) dan juga angkutan udara (dalam artikel “Bandara (harusnya) Bikin Bangga”. Semuanya dibahas dengan cukup lengkap dengan bahasa yang menarik.

Ada yang menjadi ciri khas penulis dari setiap artikel yang dia tulis disini. Di dalam artikel yang ditulis, penulis selalu mencantumkan data-data disertai dengan sumber data yang ditulis di bagian belakang buku. Penulis pun di setiap artikelnya selalu membandingkan substansi materi yang sedang dia bahas dengan apa yang sudah terjadi di luar negeri. Misalnya saja ketika membahas mengenai busway, penulis menceritakan pula keberhasilan sistem BRT alias Bus Rapid Transit (busway di luar negeri dikenal dengan istilah BRT) di Brasil, Tiongkok, maupun Bogota.

Untuk kalian yang ingin tercerahkan akan dunia transportasi Indonesia, tak hanya permasalahannya tapi juga kemungkinan solusi-solusi yang ada, wajib banget baca buku ini. Apalagi, di setiap akhir artikelnya terdapat beberapa pertanyaan yang membuat kita untuk berpikir untuk turut serta memberi solusi atau ide akan permasalahan-permasalan transportasi yang dibahas. Dan, ide-ide kalian tersebut bisa diemail ke revolutrans@gmail.com atau mention ke akun twitter @revolutrans.

Mari berpartisipasi dalam dunia transportasi Indonesia. Karena pada intinya, transportasi adalah tentang kita. Tentang manusianya.

Minggu, 08 Juni 2014

[Kuliner] : Nyusu di Mamoo Milk Purwokerto

Lama tak berkulineran di Purwokerto karena jarang pulang ke sana, ternyata Purwokerto tengah dilanda demam "susu". Hal ini saya amati ketika muter-muter di sekitaran Purwokerto, dan menemukan beberapa kedai atau gerobak yang menjual susu sebagai menu utamanya. Sebut saja nama-nama seperti Milk Max, Holy Milk, dan Mamoo Milk. Nama yang terakhir saya sebutlah yang sempat saya coba dalam mudik singkat saya beberapa hari yang lalu.


Mamoo Milk adalah sebuah kedai susu yang terletak di Jalan Brigjen Encung No.17 Purwokerto. Sesuai namanya, Mamoo Milk ini mengandalkan susu sebagai menu utama. Jadi kalau cafe biasa menjadikan kopi sebagai andalan, disini kopi hanya sebagai menu pelengkap dari sederet menu minuman susu aneka rasa.

Malam itu saya memesan segelas susu dingin rasa kopi. Saya sengaja memilih ukuran Large karena saya ini takut ukuran Large mereka ternyata kecil. Dan dugaan saya meleset karena ukuran gelas Large mereka "tinggi dan besar". Untuk gelas ukuran Large, semua susu aneka rasa dibanderol seharga Rp. 11.500. Saya lupa berapa harga susu untuk ukuran gelas small.

Dari segi rasa, susu rasa kopi saya ini cukup enak. Kopi yag dicampurkan cukup banyak sehingga memang dominan rasa kopi yang terasa di lidah saya. h iya, untuk yang tidak suka susu dingin seperti ini, bisa juga memesan beberapa menu susu yang panas. Cuma yang menurut saya agak aneh adalah jenis rasa untuk susu panas ini jauh lebih sedikit daripada yang dingin. Saya yang penasaran dengan susu strawberry hangat akhirnya harus sedikit kecewa karena ketika hendak memesan susu strawberry hangat, ternyata sudah tidak ada. Akhirnya saya cukup puas dengan memesan susu putih standar tanpa rasa.

Susu rasa kopi (dok.pribadi)
Sebagai pelengkap ibadah "nyusu", di Mamoo Milk disediakan aneka menu kudapan seperti roti panggang, roti goreng, pisang goreng, dll. Malam itu, saya memutuskan untuk mencoba french fries dan roti panggang strawberry keju. Dua-duanya rasanya enak menurut saya, cuma untuk potongan dan porsi french fries-nya menurut saya terlalu kecil. Jadi kurang nendang. Hehe..



Oh iya, buat yang ingin tau soal Mamoo Milk, bisa langsung ke akun social media yang mereka sediakan. 
Facebook: Mamoo_milk
Twitter : @mamoo_milk
Instagram : milk_mamoomilk

Susu : Rp.  5.500 - Rp. 12.000
Snack : Lupa (nanti kalo ke sana lagi tak update)
Jam buka : Pukul 10.00 - 24.00 WIB

Senin, 28 April 2014

Belajar Berbisnis Ritel di kelas #AkberJKT13 bersama Paulina Pungky (@paulinapungky)


Mba @paulinapungky in action ngajar di kelas #AkberJKT13  (dok.pibadi)

Bisnis ritel adalah sebuah bisnis yang langsung bersentuhan dengan end consumer. Itulah salah satu penjelasan dari Mba @paulinapungky saat berbincang-bincang dengan para murid, sesaat sebelum kelas #AkberJKT13 dimulai. Dan malam itu, Mba Pungky, demikian dia akrab dipanggil, dengan penuh semangat membagikan ilmu yang dia miliki di bidang bisnis ritel kepada murid, relawan AkberJKT dan juga teman-teman @EntrepreneurFes yang berjumlah sekitar 30 orang.

Kelas #AkberJKT13 ini merupakan kelas spesial. Kenapa? Karena kelas “Building A Retail Business” ini adalah hasil kolaborasi antara @AkberJKT dengan @EntrepreneurFes, sebuah festival tahunan dari Majalah Market+. Sebelum kelas tanggal 24 April ini, Mba Pungky sudah pernah mengajar di kelas kolaborasi dengan @EntrepreneurFes juga pada kelas “Product Innovation 101” bulan Maret lalu. Dan kini, tanggal 24 April 2014 bertempat di Kantor @DreamLabsID, kembali Mba Pungki berbagi ilmu mengenai bagaimana cara membangun sebuah bisnis ritel,

Mengawali kelas, Mba Pungky tidak langsung menjelaskan materi kelas, melainkan bercerita mengenai pengalamannya dalam dunia bisnis. Dari ceritanya, ada beberapa hal yang terdengar menarik menurut saya. Pertama adalah ternyata background pendidikan Mba Pungky ini bukan di bidang bisnis atau manajemen, tapi dia adalah seorang lulusan S1 Teknik Industri. Dan pada saat kuliah inilah, Mba Pungky, bersama teman-temannya, memulai masuk ke dalam dunia bisnis dengan membuka sebuah coffee shop. Dan gara-gara terjun di dunia bisnis inilah, Mba Pungky melanjutkan pendidikan S2 di bidang bisnis. Hal kedua yang menarik bagi saya adalah pada saat Mba Pungky bercerita mengenai bisnis lain yang ia geluti yaitu bisnis di bidang snack dengan nama “Bekal dari Ibu”, dimana konsepnya bahwa dia ingin membangkitkan memori masa kecil kita dimana dulu saat akan berangkat ke sekolah selalu senang ketika Ibu kita membawakan bekal untuk di sekolah. Konsepnya menarik menurut saya.

“Memulai usaha harus dimulai dari mimpi kita, jangan langsung mulai dengan business plan”. Menurut Mba Pungky, dengan memulai bisnis dengan mimpi, maka kita akan mudah untuk berpikir detail mengenai apa yang kita mau lakukan dengan bisnis kita. Jadi misal kita sudah tahu ingin membuat sebuah usaha seperti apa yang kita inginkan, maka kita belajar untuk mengetahui hal-hal detil misalnya konsep usaha kita, seperti apa bentuk usaha kita, dll.

Lalu kalau kita ingin membuat sebuah bisnis ritel, hal-hal apa saja yang perlu dipikirkan?

Menurut Mba Pungky, ada 7 hal yang mesti kita pikirkan sebelum membangun sebuah bisnis ritel, yaitu:

1. Brand strategy

Isi dari brand strategy itu adalah siapa sasaran pembeli kita, dimana kita akan berjualan, dan lain-lain. Mba Pungky mencontohkan toko-toko pakaian di Pasar Tanah Abang yang tidak memiliki brand strategy. Mereka memang tetap bisa memperoleh keuntungan yang banyak, tapi akibatnya mereka harus bertarung harga dan produk dengan toko-toko lain yang mungkin memiliki produk sejenis yang lebih baik dan lebih murah.

2. Brand 5 Senses Creative.

Ini merupakan penjabaran dari brand strategy. Disini kita sudah berpikir mengenai bagaimana logo produk kita, tagline seperti apa yang akan kita pakai, cara komunikasi dengan pelanggan, dll. Mba Pungky mencontohkan brand @brodofootwear yang konsisten memiliki cara komunikasi dengan pelanggan yang khas, yaitu dengan menggunakan panggilan “Bro”. Cara komunikasi yang khas inilah yang membuat brand tersebut memiliki engagement yang kuat dengan pelanggannya, yang akhirnya mampu meningkatkan penjualan produk mereka.

3. Business Modeling and Planning

Khusus mengenai business modeling and planning, Mba Pungky berpesan bahwa kita harus sadar akan fungsi dari membuat business model and plan. Jangan sampai berhenti hanya sampai membuatnya untuk sekedar dimiliki.

Dalam business modeling and planning ini, kita harus menentukan secara detail angka-angka seperti berapa jumlah penjualan kita, berapa target penjualan kita, dll. Angka-angka tersebut harus dipantau dan disesuaikan dengan keadaan di lapangan.

Lalu bagaimana cara kita menentukan angka-angka tersebut di awal usaha kita?

Ada dua cara yang dijelaskan oleh Mba Pungky. Pertama dengan kita melakukan riset terhadap usaha kita, misal dengan menghitung jumlah kendaraan yang lewat di lokasi dimana kita akan mendirikan usaha kita. Cara kedua dengan melakukan benchmark dengan usaha yang sejenis dengan usaha kita.

4. Operation Strategy

Disini kita sudah berbicara mengenai apa saja strategi yang akan kita pakai dalam operasional sehari-hari di tempat usaha kita. Misalnya kita harus sudah berpikir mengenai desain dan layout toko kita sehingga akan banyak orang yang datang ke toko kita.

5. Marketing Strategy

Untuk marketing strategy ini berisi mengenai strategi pemasaran seperti apa yang akan kita gunakan. Dalam pelaksanaannya, marketing strategy ini harus berkesinambungan dan berkaitan dengan keempat hal diatas.

6. Tactical Marketing Activity

Ini seperti penjabaran dari strategi marketing yang kita gunakan. Yang harus diingat adalah setiap strategi tersebut harus memiliki unsur “WHY” alias “kenapa kita melakukan strategi tersebut”.

7. Business profitability and growth review

Hal ini adalah bisa dibilang proses dimana kita melakukan kajian dan melihat kembali keuntungan bisnis kita. Ini penting untuk mengukur keuntungan dan pertumbuhan bisnis kita. Harus ada ukuran yang jelas, sehingga kita bisa menentukan apa yang harus kita lakukan ke depannya.

Dalam end consumer retail business, konsumen merupakan faktor penting dalam bisnis kita. Kita harus mau mendengar apa yang diinginkan dan dibutuhkan konsumen. Konsumen sendiri memiliki sifat-sifat yang harus kita pikirkan demi keberlangsungan hidup dari bisnis kita. Sifat-sifat tersebut seperti sifat konsumen yang gampang bosan, jujur dan provokatif (misalnya produk kita jelek, ya konsumen akan mengatakan kepada teman-temannya agar tidak membeli produk kita. Hal ini berlaku juga untuk sebaliknya.

Hal yang menarik dari kelas #AkberJKT13 ini adalah para murid tidak hanya diberikan paparan materi dari guru, tapi disini Mba Pungky juga mengajak para murid untuk melakukan praktik jual dan beli, dimana salah seorang harus menjadi seorang penjual dan berpikir bagaimana cara menjual produknya, sedangkan satu orang pasangannya menjadi pembeli yang harus selektif dalam membeli barang. Menarik dan menyenangkan. :)

Semoga tulisan ini bermanfaat.

Kamis, 27 Maret 2014

Kalian HEBAT

Sudah beberapa minggu ini rasanya tangan dan otak saya buntu tak mau bekerjasama. Mungkin mereka saling marah dan saling menyalahkan mengapa tak pernah ada lagi tulisan hasil kerjasama mereka. Dalam rangka proses rujuk antara tangan dan otak saya, maka  saya memaksa mereka untuk kembali berkomunikasi dan berbicara untuk menghasilkan tulisan ini. Mungkin memang mereka harus saling mengenal kembali, agar saling menyayangi lagi *ealah* :).

Beberapa hari ini mendapat kabar gembira yang datang dari beberapa teman. Kabar gembira mereka yang akhirnya membuat saya gembira dan untuk selanjutnya merenung penuh perasaan.

Kabar gembira pertama saya dapatkan dari teman kuliah saya, sebut saja Aldo, yang akhirnya berhasil diterima menjadi Pengajar Muda Indonesia Mengajar angkatan VIII. Buat yang belum tahu, Indonesia Mengajar adalah sebuah program yang digagas oleh Anies Baswedan, dimana putra putri terbaik bangsa dipilih dan dikirim ke daerah-daerah pelosok di Indonesia. Disana para pengajar muda tersebut akan tinggal dan mengajar selama satu tahun penuh.
 
Berat? Ya seperti itulah keadaan yang saya bayangkan ketika dulu pertama kali mendengar tentang Indonesia Mengajar di tahun 2010. Membayangkan kesulitan-kesulitan yang harus dihadapi oleh para pengajar muda yang mungkin terbiasa dengan kehidupan kota besar dengan segala kemudahan, lalu tiba-tiba harus berjuang mengatasi keterbatasan demi keterbatasan ketika mengajar di daerah dimana ia ditempatkan. 
 
Buat saya, teman saya Aldo ini sungguh punya keberanian karena ia rela meninggalkan pekerjaannya demi mengejar impiannya menjadi pengajar muda. Saya tahu memang masa depan pengajar muda setelah ikut program biasanya bagus. Adik salah satu teman kantor saya yang juga seorang pengajar muda angkatan III  baru saja mendapatkan beasiswa Erasmus Mundus untuk melanjutkan studi S2 di Eropa. 

Kabar gembira kedua datang dari teman SMA saya, sebut saja Alford. Jadi ceritanya beberapa hari yang lalu saya janjian ketemu dengan dua teman SMA saya yaitu Alford tadi dan Amri. Kalau dengan Amri sih memang saya masih sering bertemu atau sekadar bercerita di telepon. Nah, untuk Alford tadi, saya sudah lama tidak bertemu. Mungkin sudah sekitar 1,5 tahun kami tak bertemu atau berkomunikasi. 

Ketika dikabari bahwa Alford ini sedang proses tes untuk kerja di Jakarta, maka saya pun senang karena itu berarti kita jadi bisa sering bertemu lagi. Sama ketika saya dulu datang ke rumahnya untuk baca komik dan majalah film. Hehe.. Dan ketika saya tanya dia sedang tes dimana, ternyata teman saya ini baru saja diterima sebagai CPNS di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Wohooooo.....Keren.
 
Saya senang mendengar berita ini karena dia memang pantas untuk mendapatkan pekerjaan ini. Apalagi posisi jabatan yang ia lamar sudah sesuai dengan background S1-nya yaitu Teknik Elektro. Saya senang karena ia bisa dapat kesempatan lebih baik dalam pekerjaannya. 
 
Kabar gembira ketiga datangnya dari teman kuliah saya. Sebenarnya sudah lama saya dengar berita gembira ini. Kabar gembiranya adalah teman saya, panggil saja dengan Asto, diterima di Otoritas Jasa Keuangan, instansi keren yang tugasnya melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan di sektor Perbankan, sektor Pasar Modal, dan sektor IKNB. Saya belum sempat ketemu untuk berbincang-bincang dengan teman saya tentang bagaimana perjuangan dia mendapatkan pekerjaan ini. 
 
Apa moral of the story dari tulisan saya ini?
Bagi saya pribadi, di satu sisi saya senang dan bersyukur akhirnya teman-teman saya berhasil mendapatkan apa yang mereka perjuangkan. 
 
Kalian HEBAT.
 
Di satu sisi lain, ini mengingatkan saya untuk merenung lagi apa mimpi saya yang sepertinya saat ini dalam masa terlena dengan kenyamanan. Semoga saya bisa segera tersadar dan bisa memberi kabar gembira pada mereka.
 
Mari bangun dan mandi. :)

Senin, 24 Februari 2014

[Akber] Kelas AkberJKT “Digital Content Strategy” bersama Agung Puma (@AgungPuma)

Tema seputar dunia social media, digital agency beserta strateginya memang selalu menjadi topik yang menarik untuk dibahas. Hal itulah kenapa Akber Jakarta hari Kamis, 20 Februari 2014 yang lalu kembali mengadakan kelas dengan topik seputar dunia social media. Kali ini, tema yang dibahas adalah “Digital Content Strategy” alias Strategi Konten Digital. Dan, guru yang bersedia berbagi malam itu adalah @AgungpumA, seorang praktisi yang berpengalaman di bidang digital marketing.

Mas @AgungpumA mengawali kelas #AkberJKT6 yang malam itu bertempat di kantor Liputan 6 (@liputan6dotcom) dengan menampilkan beberapa slide yang menggambarkan data seputar dunia internet di Indonesia, mulai dari perbandingan jumlah populasi dengan jumlah pengguna internet di Indonesia, sampai data apa saja yang biasanya dibuka oleh pengguna mobile internet use.



Sebelum berbicara digital content strategy, Mas Agung menjelaskan tentang optimisasi social, yang secara singkat disinilah kita harus tahu apa manfaat social media bagi sebuah brand. Ada beberapa manfaat social media yang dijelaskan oleh Mas Agung, yaitu:
  • Social media sebagai alat untuk menyampaikan pesan kita di media online
  • Sebagai media untuk membangun branding dan membuat kita/brand dibandingkan dengan yang lain
  • Sebagai media untuk membangun network atau conversation
  • Untuk mempercepat penyebaran informasi tentang kita/brand
  • Karena sifatnya mengglobal, social media juga berperan sebagai global word of mouth



Definisi dari strategi konten itu sendiri dapat dilihat dari kata pembentuknya yaitu konten dan strategi. Konten adalah teks, data, grafik, audio atau video, sedangkan strategi adalah rencana yang dibuat yang bertujuan untuk mencapai hasil yang diinginkan (goal).

Terdapat 3 jenis konten yang diterangkan oleh Mas Agung: published content, reactive content, dan proactive content.
  • Published content, adalah konten yang kita buat sendiri yang bertujuan untuk memperkuat karakter brand kita.
  • Reactive content, yaitu konten yang dibuat untuk menanggapi konten lain ataupun isu yang sedang berkembang
  • Proactive content, yaitu konten yang secara proaktif berbagi, atau mempromosikan, yang diterbitkan di platform orang lain.

Berlanjut ke inti dari materi kelas ini, yaitu strategi konten, pada prinsipnya hanya ada 5 proses atau tahapan dalam strategi ini. Apakah 5 proses “Buat KAMU” yang menjadi satu kesatuan dalam strategi konten ala Mas Agung?

1. Buat
  • Konten untuk blog, email, video web, perangkat mobile, media sosial, dan properti online lainnya.
  • Bentuk panjang dan bentuk pendek teks, gambar, link, video, widget, presentasi, dan media online lainnya.
  • Semua konten yang dikembangkan berdasarkan rencana konten, dan dirancang untuk memenuhi tujuan dari inisiatif.
2. Kelola
  • Mengelola Team pembuat konten, team Internal, klien yang mengerjakan konten, dll
  • Kelola pengendalian mutu untuk setiap platform, memastikan bahwa semua konten web dioptimalkan dan diterbitkan mengikuti strategi yang terbaik.
  • Pastikan bahwa semua pekerjaan diciptakan, disetujui, dan diterbitkan pada waktu yang tepat dan sesuai strategi.
3. Amati
  • Memantau dialog pada platform Digital yang dimiliki, serta media lain pada umumnya untuk mengidentifikasi resiko dan peluang.
  • Pantau sentimen untuk tetap informasi tentang apa yang orang-orang pikirkan tentang brand kita secara real time.
  • Mengidentifikasi pengaruh, dan memelihara daftar influencer yang relevan dalam ruang Anda dari waktu ke waktu
4. Moderasi
  • Menanggapi dialog yang dituangkan dalam rencana konten.
  • Mengevaluasi dan mengajak user untuk berbagi konten pada platform yang dimiliki.
  • Mengidentifikasi dan mengevaluasi dialog brand kita pada platform eksternal.
  • Mengedit dan menyetujui konten yang masuk dari sumber eksternal.
  • Secara proaktif mempromosikan konten brand pada platform eksternal.
5. Ukur
  • Ukur hasil konten yang sudah dibuat dengan menggunakan alat pengukuran yang kredibilitasnya diakui.
  • Kontrol dan buat konten baru dari hasil pengukuran yang sudah dilakukan agar bisa menjadi acuan dalam membuat konten kedepannya
  • Satu pesan terakhir dari Mas Agung di akhir presentasinya. “ Social Media hanya sebagai alat, Konten adalah yang utama”. 


Foto-foto diambil dari dok.pribadi (@rbennymurdhani) dan @AkberJKT

Selasa, 18 Februari 2014

[Akber] Kelas AkberJKT “Financial Planning For All Ages" bersama Ligwina Hananto

Tepat tanggal 6 Februari 2014 yang lalu, AkberJKT menyelenggarakan kelas #AkberJKT4 dengan tema “Financial Planning For All Ages”. Bertempat di Kantor QM Financial, Jalan Jalan Ciranjang 63B (Gedung One Wolter), kelas #AkberJKT ini dihadiri sekitar 25 orang, termasuk para relawan AkberJKT.

Mba Ligwina Hananto, selanjutnya disingkat Mba Wina, memulai kelas dengan menjelaskan bahwa untuk memulai sebuah proses perencanaan keuangan, kita harus terlebih dahulu tahu kita ada di posisi mana: apakah kita masih single, newly wed, family, atau pensioner. “Karena kebutuhan seorang single pasti akan berbeda dengan seorang yang telah berada pada tahap family”, kata Mba Wina menjelaskan.

Prinsipnya, terdapat 3 kegiatan yang menjadi dasar dari sebuah Financial Planning, yaitu Manage your cashflow, Check up your financial condition, dan Learn about investment.

Dalam mengatur cashflow alias pemasukan-pengeluaran kita, Mba Wina memberikan 5 langkah sederhana yang harus kita lakukan segera setelah kita menerima gaji:

- Bayar tagihan kartu kredit

- Alokasi pengeluaran bulanan

- Beresin sedekah/zakat/bantu orang lain

- Investasi

- Sudah semua? Sisa uangnya diatur hingga gajian bulan depan

5 langkah tersebut dibuat Mba Wina berdasarkan urutan kewajibannya. Ia mencontohkan pengeluaran uang kost tiap bulan yang lebih penting daripada untuk investasi. Kan tidak mungkin bukan gara-gara mendahulukan investasi, akhirnya kita tidak bisa bayar uang kost atau kontrakan sehingga kita diusir dari kost atau kontrakan tersebut.

Mba Wina sempat memberikan tips untuk mengakali agar gaji tidak habis duluan dengan cara semua urusan pembayaran harus sudah selesai sebelum tanggal 5. Nanti dari pembayaran-pembayaran tersebut, sisa uangnya dibagi 4 untuk kebutuhan per minggu, jadi kita cukup ambil ke ATM seminggu sekali.

Setelah 5 langkah dalam Cashflow Management tadi, Mba Wina meneruskan ke bagaimana alokasi penghasilan kita. Pengeluaran kita apakah lebih besar daripada penghasilan kita atau tidak. Secara umum, komponen penghasilan bisa berasal dari hasil bisnis, gaji, sewa properti, dividen saham, kupon obligasi, bunga deposito. Sedangkan komponen pengeluaran kita terdiri dari cicilan utang, premi asuransi, rumah tangga, transportasi, anak, keluarga, pekerja, kesehatan, dan terakhir adalah kebutuhan pribadi, dengan presentase maksimal 30 % untuk cicilan utang, 20-40% untuk premi asuransi s/d kesehatan, dan 20 % untuk pribadi. Dari perhitungan antara penghasilan dikurangi pengeluaran tersebut bisa diketahui apakah cashflow kita positif atau negatif, atau masih adakah sisa uang untuk investasi.

Qucik Financial Check Up
Quick Financial Check Up

Salah satu materi yang cukup seru dibahas adalah ketika Mba Wina memberikan hasil hitung-hitungan dana pendidikan anak, mulai dari TK s/d S1. Untuk membuat perencanaan dana pendidikan anak, kita harus sudah tahu berapa saat ini biaya sekolah yang direncanakan untuk anak kita, lalu kemudian ditambah dengan total inflasi per tahunnya. Pesan Mba Wina, untuk jangka waktu dekat gunakanlah instrument investasi yang beresiko kecil, sedangkan untuk perencanaan jangka panjang instrument investasi dengan target return yang lebih besar, seperti reksadana saham, dapat menjadi pilihan.


Perhitungan Dana Pendidikan Anak 

Seperti biasanya, diakhir penjelasan materi, para peserta dipersilakan untuk bertanya kepada guru yang sudah mengajar. Salah satu pertanyaan yang muncul adalah terkait dengan dana darurat, Mba Wina menjelaskan bahwa dana darurat itu dihitung dari dana pengeluaran bulanan dikalikan dengan jumlah pengali yang berbeda-beda tergantung “WHERE ARE YOU NOW” tadi. Untuk single 4 kali pengeluaran bulanan, menikah 6 kali, anak satu 9 kali, punya anak >1= 12 kali.


nb; tulisan ini juga dipublish di sini>> http://akademiberbagi.org/financial-planning-for-all-ages-bersama-ligwina-hananto-mrshananto/

Minggu, 12 Januari 2014

Kenapa Saya Suka Film Drama?



Bagi sebagian besar orang, terutama bagi kalangan pria, menonton film drama adalah hal yang sangat sangat sangat membosankan. Kenapa harus ada tiga kali kata “sangat”? Ya karena memang seperti itulah gambaran perasaan yang dialami kaum pria ketika harus menonton film drama. Dari lima orang teman pria di kantor saya yang saya tanya soal selera film, tak ada satu pun yang memilih genre drama sebagai pilihan mereka. Action, horror, fantasi, science fiction adalah jawaban yang muncul dari kelima teman saya tersebut.   

Kebanyakan pria memang tidak menyukai film drama dengan alasan film drama itu alurnya membosankan, tidak ada adegan “action”-nya (kalo ada namanya film action dong), isinya cuma nangis doang, menye-menye, dan segudang alasan lain yang membuat para pria tidak menyukai film drama. Apalagi ada anggapan bahwa film drama memang diciptakan untuk kaum wanita dan kaum “pria” berjiwa wanita.

Tapi sesuai dengan judul tulisan saya di atas, saya ingin mendeklarasikan bahwa 

“SAYA ADALAH PRIA PENYUKA FILM DRAMA”.

Saya bukannya tidak suka dengan film jenis action, horror, fantasi, science fiction atau genre film lainnya ya. Tapi dari jenis-jenis film yang saya tonton (dan saya simpan di laptop), saya memilih film drama sebagai jenis film favorit saya. Berikut dua alasan kenapa saya menyukai film drama?

1.     Ceritanya mungkin terjadi

Ini dia alasan pertama kenapa saya menyukai film drama yaitu karena cerita-cerita dalam film drama itu mungkin saja terjadi. Misal saja film Date Night yang baru saja tonton. Diceritakan bahwa pasangan suami istri yang kehidupan rumah tangganya membosankan hingga suatu malam, ketika mereka sedang makan malam di sebuah restoran, mereka mengalami kejadian dan masalah yang akhirnya membuat mereka harus melewati malam yang berat.

Atau film Role Model yang menceritakan bagaimana seorang pemuda yang kehilangan pekerjaan dan pacarnya secara bersamaan, hingga ia marah dan melakukan tindakan kriminal yang akhirnya membuatnya harus menjalani hukuman public service di sebuah yayasan penitipan anak.

Dih, apa menariknya film begituan?

Hey man. Apakah kamu yakin kamu tidak akan mengalami hal seperti itu suatu saat nanti? Mengalami kehidupan rumah tangga yang penuh dengan lika-liku? Atau mengalami PHK, masalah cinta, keluarga, dll?

Bagi saya. Setiap cerita di film drama itu mungkin terjadi di kehidupan kita. Menurut saya film drama itu gambaran kehidupan manusia yang terjadi di sekitar kita, atau bahkan kita alami sendiri. Bukankah lebih mungkin kita mengalami masalah di keluarga kita daripada kita dikejar-kejar oleh penyihir “You Know Who” alias Voldemort? Atau bagi anda mungkin lebih mungkin dunia ini diserang oleh alien robot seperti di film Transformer?

2.     Ada pelajaran yang bisa diambil

Bukan. Ini bukan mau ngomongin pelajaran sekolah. Ini masih ngomongin tentang film drama.

Kembali ke poin 1. Karena cerita dalam film drama itu mungkin saja terjadi, maka kita bisa membayangkan cerita itu terjadi dalam hidup kita dan mengambil hikmah atau pelajaran dari film drama tersebut. Misal di film Family Weekend yang menceritakan seorang anak yang terpaksa harus melakukan tindakan-tindakan ekstrim (seperti menyekap dan mengikat tangan) kepada orang tuanya karena selama ini orang tuanya tersebut tidak peduli terhadap keadaan anak-anaknya akibat kesibukan masing-masing orang tua. Akhir dari film tersebut adalah sang anak ditahan oleh polisi, namun hal tersebut membuat kedua orang tuanya sadar bahwa selama ini mereka sudah mengacuhkan keberadaaan anak-anaknya.

Pelajaran yang bisa diambil dari film tersebut bagi saya adalah bahwa jika nanti saya jadi orang tua (Amin..:)) saya harus memperhatikan dan merawat anak-anak saya kelak. Setiap orang pasti memiliki pandangan tersendiri terhadap hikmah apa yang bisa diambil dari sebuah film.

Memang sih tak hanya film drama yang member pembelajaran terhadap kita. Cuma bagi saya ya kembali ke poin no. 1. Jika kita susah membayangkan kejadian kedatangan alien atau kemunculan superhero di dunia ini benar-benar terjadi, bagaimana bisa kita mengambil hikmah dari film tersebut untuk kita jadikan pembelajaran bagi hidup kita.

Dua alasan di atas mungkin tidak cukup untuk meyakinkan bahwa seorang pria tidak harus malu untuk menonton film drama. Drama itu menarik lho dan mampu kita jadikan pembelajaran. Siapa bilang buku itu satu-satunya gudang ilmu. Film juga lho. Dari pengalaman pacar saya yang seorang guru, ternyata anak-anak lebih tertarik untuk belajar ketika media pembelajaran yang digunakan adalah video atau film, dibandingkan ketika mereka hanya diwajibkan membaca dan menghafalkan buku pembelajaran.

And the last sentences, tontonlah film drama yang memang bermutu. Sinetron-sinetron di Indonesia sih sebenarnya contoh cerita drama juga, cuma bagi saya itu cerita drama yang buruk. Alur cerita monoton, teknik pengambilan kamera yang seadanya, akting para artis yang kaku, dan segudang alasan lain yang membuat saya tidak menyarankan anda untuk melihat sinetron Indonesia.

Ok. Bye-bye….

Rabu, 08 Januari 2014

Rekap Blog Tahun 2013

Tahun 2013 telah berakhir resmi 5 hari yang lalu. Seharusnya nulis rekap blog ini bagusnya di akhir tahun 2013. Tapi berhubung kesibukan di akhir tahun, baru sekarang bisa sempat merekap beberapa data dari blog ini sepanjang tahun 2013.

Tahun 2013 ini dari segi posting, saya mengalami kemunduran yang sangat parah. Di tahun 2012 saya berhasil menulis postingan sebanyak 99 tulisan, sedangkan di tahun 2013 kemarin, saya hanya berhasil menulis 43 tulisan. Jumlah itu saja karena saya lumayan rajin menulis dalam dua bulan terakhir kemarin, yaitu 8 tulisan di bulan November dan 7 tulisan di bulan Desember.

Dari sisi keragaman tulisan, tahun 2013 saya nobatkan menjadi tahun menulis opini dan renungan, serta catatan sehari-hari. Dari 43 tulisan di tahun 2013, setengahnya adalah tulisan opini, renungan dan catatan sehari-hari. Sisanya terdiri dari review kuliner, buku dan film. Bila di tahun 2012 saya aktif menulis fiksi, maka di tahun 2013 lalu saya hanya berhasil menulis 3 tulisan.

Dari sisi jumlah komentar, di tahun 2013 ini blog saya mendapat 44 komentar, dimana tulisan paling banyak dikomentari justru tulisan berjudul Jarak Saya Selangor Hanya 5 cm yang saya tulis di tahun 2012 pada saat mengikuti salah satu lomba blog yang hadiahnya jalan-jalan ke Selangor.

Apa lagi ya data dari blog saya untuk tahun 2013?

Oke, sebagai penutup saya ingin berbagi rasa syukur saya karena tadi saya baru diemail oleh Blogdetik bahwa saya dapat hadiah kaos karena tulisan saya Mencari Motor Sport Yang Canggih, Irit dan Advance  masuk dalam 50 tulisan pertama dalam sebuah lomba yang digagas Blogdetik.

Sekian dan terima kasih.