Tampilkan postingan dengan label akberJKT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label akberJKT. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 April 2014

Belajar Berbisnis Ritel di kelas #AkberJKT13 bersama Paulina Pungky (@paulinapungky)


Mba @paulinapungky in action ngajar di kelas #AkberJKT13  (dok.pibadi)

Bisnis ritel adalah sebuah bisnis yang langsung bersentuhan dengan end consumer. Itulah salah satu penjelasan dari Mba @paulinapungky saat berbincang-bincang dengan para murid, sesaat sebelum kelas #AkberJKT13 dimulai. Dan malam itu, Mba Pungky, demikian dia akrab dipanggil, dengan penuh semangat membagikan ilmu yang dia miliki di bidang bisnis ritel kepada murid, relawan AkberJKT dan juga teman-teman @EntrepreneurFes yang berjumlah sekitar 30 orang.

Kelas #AkberJKT13 ini merupakan kelas spesial. Kenapa? Karena kelas “Building A Retail Business” ini adalah hasil kolaborasi antara @AkberJKT dengan @EntrepreneurFes, sebuah festival tahunan dari Majalah Market+. Sebelum kelas tanggal 24 April ini, Mba Pungky sudah pernah mengajar di kelas kolaborasi dengan @EntrepreneurFes juga pada kelas “Product Innovation 101” bulan Maret lalu. Dan kini, tanggal 24 April 2014 bertempat di Kantor @DreamLabsID, kembali Mba Pungki berbagi ilmu mengenai bagaimana cara membangun sebuah bisnis ritel,

Mengawali kelas, Mba Pungky tidak langsung menjelaskan materi kelas, melainkan bercerita mengenai pengalamannya dalam dunia bisnis. Dari ceritanya, ada beberapa hal yang terdengar menarik menurut saya. Pertama adalah ternyata background pendidikan Mba Pungky ini bukan di bidang bisnis atau manajemen, tapi dia adalah seorang lulusan S1 Teknik Industri. Dan pada saat kuliah inilah, Mba Pungky, bersama teman-temannya, memulai masuk ke dalam dunia bisnis dengan membuka sebuah coffee shop. Dan gara-gara terjun di dunia bisnis inilah, Mba Pungky melanjutkan pendidikan S2 di bidang bisnis. Hal kedua yang menarik bagi saya adalah pada saat Mba Pungky bercerita mengenai bisnis lain yang ia geluti yaitu bisnis di bidang snack dengan nama “Bekal dari Ibu”, dimana konsepnya bahwa dia ingin membangkitkan memori masa kecil kita dimana dulu saat akan berangkat ke sekolah selalu senang ketika Ibu kita membawakan bekal untuk di sekolah. Konsepnya menarik menurut saya.

“Memulai usaha harus dimulai dari mimpi kita, jangan langsung mulai dengan business plan”. Menurut Mba Pungky, dengan memulai bisnis dengan mimpi, maka kita akan mudah untuk berpikir detail mengenai apa yang kita mau lakukan dengan bisnis kita. Jadi misal kita sudah tahu ingin membuat sebuah usaha seperti apa yang kita inginkan, maka kita belajar untuk mengetahui hal-hal detil misalnya konsep usaha kita, seperti apa bentuk usaha kita, dll.

Lalu kalau kita ingin membuat sebuah bisnis ritel, hal-hal apa saja yang perlu dipikirkan?

Menurut Mba Pungky, ada 7 hal yang mesti kita pikirkan sebelum membangun sebuah bisnis ritel, yaitu:

1. Brand strategy

Isi dari brand strategy itu adalah siapa sasaran pembeli kita, dimana kita akan berjualan, dan lain-lain. Mba Pungky mencontohkan toko-toko pakaian di Pasar Tanah Abang yang tidak memiliki brand strategy. Mereka memang tetap bisa memperoleh keuntungan yang banyak, tapi akibatnya mereka harus bertarung harga dan produk dengan toko-toko lain yang mungkin memiliki produk sejenis yang lebih baik dan lebih murah.

2. Brand 5 Senses Creative.

Ini merupakan penjabaran dari brand strategy. Disini kita sudah berpikir mengenai bagaimana logo produk kita, tagline seperti apa yang akan kita pakai, cara komunikasi dengan pelanggan, dll. Mba Pungky mencontohkan brand @brodofootwear yang konsisten memiliki cara komunikasi dengan pelanggan yang khas, yaitu dengan menggunakan panggilan “Bro”. Cara komunikasi yang khas inilah yang membuat brand tersebut memiliki engagement yang kuat dengan pelanggannya, yang akhirnya mampu meningkatkan penjualan produk mereka.

3. Business Modeling and Planning

Khusus mengenai business modeling and planning, Mba Pungky berpesan bahwa kita harus sadar akan fungsi dari membuat business model and plan. Jangan sampai berhenti hanya sampai membuatnya untuk sekedar dimiliki.

Dalam business modeling and planning ini, kita harus menentukan secara detail angka-angka seperti berapa jumlah penjualan kita, berapa target penjualan kita, dll. Angka-angka tersebut harus dipantau dan disesuaikan dengan keadaan di lapangan.

Lalu bagaimana cara kita menentukan angka-angka tersebut di awal usaha kita?

Ada dua cara yang dijelaskan oleh Mba Pungky. Pertama dengan kita melakukan riset terhadap usaha kita, misal dengan menghitung jumlah kendaraan yang lewat di lokasi dimana kita akan mendirikan usaha kita. Cara kedua dengan melakukan benchmark dengan usaha yang sejenis dengan usaha kita.

4. Operation Strategy

Disini kita sudah berbicara mengenai apa saja strategi yang akan kita pakai dalam operasional sehari-hari di tempat usaha kita. Misalnya kita harus sudah berpikir mengenai desain dan layout toko kita sehingga akan banyak orang yang datang ke toko kita.

5. Marketing Strategy

Untuk marketing strategy ini berisi mengenai strategi pemasaran seperti apa yang akan kita gunakan. Dalam pelaksanaannya, marketing strategy ini harus berkesinambungan dan berkaitan dengan keempat hal diatas.

6. Tactical Marketing Activity

Ini seperti penjabaran dari strategi marketing yang kita gunakan. Yang harus diingat adalah setiap strategi tersebut harus memiliki unsur “WHY” alias “kenapa kita melakukan strategi tersebut”.

7. Business profitability and growth review

Hal ini adalah bisa dibilang proses dimana kita melakukan kajian dan melihat kembali keuntungan bisnis kita. Ini penting untuk mengukur keuntungan dan pertumbuhan bisnis kita. Harus ada ukuran yang jelas, sehingga kita bisa menentukan apa yang harus kita lakukan ke depannya.

Dalam end consumer retail business, konsumen merupakan faktor penting dalam bisnis kita. Kita harus mau mendengar apa yang diinginkan dan dibutuhkan konsumen. Konsumen sendiri memiliki sifat-sifat yang harus kita pikirkan demi keberlangsungan hidup dari bisnis kita. Sifat-sifat tersebut seperti sifat konsumen yang gampang bosan, jujur dan provokatif (misalnya produk kita jelek, ya konsumen akan mengatakan kepada teman-temannya agar tidak membeli produk kita. Hal ini berlaku juga untuk sebaliknya.

Hal yang menarik dari kelas #AkberJKT13 ini adalah para murid tidak hanya diberikan paparan materi dari guru, tapi disini Mba Pungky juga mengajak para murid untuk melakukan praktik jual dan beli, dimana salah seorang harus menjadi seorang penjual dan berpikir bagaimana cara menjual produknya, sedangkan satu orang pasangannya menjadi pembeli yang harus selektif dalam membeli barang. Menarik dan menyenangkan. :)

Semoga tulisan ini bermanfaat.

Senin, 24 Februari 2014

[Akber] Kelas AkberJKT “Digital Content Strategy” bersama Agung Puma (@AgungPuma)

Tema seputar dunia social media, digital agency beserta strateginya memang selalu menjadi topik yang menarik untuk dibahas. Hal itulah kenapa Akber Jakarta hari Kamis, 20 Februari 2014 yang lalu kembali mengadakan kelas dengan topik seputar dunia social media. Kali ini, tema yang dibahas adalah “Digital Content Strategy” alias Strategi Konten Digital. Dan, guru yang bersedia berbagi malam itu adalah @AgungpumA, seorang praktisi yang berpengalaman di bidang digital marketing.

Mas @AgungpumA mengawali kelas #AkberJKT6 yang malam itu bertempat di kantor Liputan 6 (@liputan6dotcom) dengan menampilkan beberapa slide yang menggambarkan data seputar dunia internet di Indonesia, mulai dari perbandingan jumlah populasi dengan jumlah pengguna internet di Indonesia, sampai data apa saja yang biasanya dibuka oleh pengguna mobile internet use.



Sebelum berbicara digital content strategy, Mas Agung menjelaskan tentang optimisasi social, yang secara singkat disinilah kita harus tahu apa manfaat social media bagi sebuah brand. Ada beberapa manfaat social media yang dijelaskan oleh Mas Agung, yaitu:
  • Social media sebagai alat untuk menyampaikan pesan kita di media online
  • Sebagai media untuk membangun branding dan membuat kita/brand dibandingkan dengan yang lain
  • Sebagai media untuk membangun network atau conversation
  • Untuk mempercepat penyebaran informasi tentang kita/brand
  • Karena sifatnya mengglobal, social media juga berperan sebagai global word of mouth



Definisi dari strategi konten itu sendiri dapat dilihat dari kata pembentuknya yaitu konten dan strategi. Konten adalah teks, data, grafik, audio atau video, sedangkan strategi adalah rencana yang dibuat yang bertujuan untuk mencapai hasil yang diinginkan (goal).

Terdapat 3 jenis konten yang diterangkan oleh Mas Agung: published content, reactive content, dan proactive content.
  • Published content, adalah konten yang kita buat sendiri yang bertujuan untuk memperkuat karakter brand kita.
  • Reactive content, yaitu konten yang dibuat untuk menanggapi konten lain ataupun isu yang sedang berkembang
  • Proactive content, yaitu konten yang secara proaktif berbagi, atau mempromosikan, yang diterbitkan di platform orang lain.

Berlanjut ke inti dari materi kelas ini, yaitu strategi konten, pada prinsipnya hanya ada 5 proses atau tahapan dalam strategi ini. Apakah 5 proses “Buat KAMU” yang menjadi satu kesatuan dalam strategi konten ala Mas Agung?

1. Buat
  • Konten untuk blog, email, video web, perangkat mobile, media sosial, dan properti online lainnya.
  • Bentuk panjang dan bentuk pendek teks, gambar, link, video, widget, presentasi, dan media online lainnya.
  • Semua konten yang dikembangkan berdasarkan rencana konten, dan dirancang untuk memenuhi tujuan dari inisiatif.
2. Kelola
  • Mengelola Team pembuat konten, team Internal, klien yang mengerjakan konten, dll
  • Kelola pengendalian mutu untuk setiap platform, memastikan bahwa semua konten web dioptimalkan dan diterbitkan mengikuti strategi yang terbaik.
  • Pastikan bahwa semua pekerjaan diciptakan, disetujui, dan diterbitkan pada waktu yang tepat dan sesuai strategi.
3. Amati
  • Memantau dialog pada platform Digital yang dimiliki, serta media lain pada umumnya untuk mengidentifikasi resiko dan peluang.
  • Pantau sentimen untuk tetap informasi tentang apa yang orang-orang pikirkan tentang brand kita secara real time.
  • Mengidentifikasi pengaruh, dan memelihara daftar influencer yang relevan dalam ruang Anda dari waktu ke waktu
4. Moderasi
  • Menanggapi dialog yang dituangkan dalam rencana konten.
  • Mengevaluasi dan mengajak user untuk berbagi konten pada platform yang dimiliki.
  • Mengidentifikasi dan mengevaluasi dialog brand kita pada platform eksternal.
  • Mengedit dan menyetujui konten yang masuk dari sumber eksternal.
  • Secara proaktif mempromosikan konten brand pada platform eksternal.
5. Ukur
  • Ukur hasil konten yang sudah dibuat dengan menggunakan alat pengukuran yang kredibilitasnya diakui.
  • Kontrol dan buat konten baru dari hasil pengukuran yang sudah dilakukan agar bisa menjadi acuan dalam membuat konten kedepannya
  • Satu pesan terakhir dari Mas Agung di akhir presentasinya. “ Social Media hanya sebagai alat, Konten adalah yang utama”. 


Foto-foto diambil dari dok.pribadi (@rbennymurdhani) dan @AkberJKT

Selasa, 18 Februari 2014

[Akber] Kelas AkberJKT “Financial Planning For All Ages" bersama Ligwina Hananto

Tepat tanggal 6 Februari 2014 yang lalu, AkberJKT menyelenggarakan kelas #AkberJKT4 dengan tema “Financial Planning For All Ages”. Bertempat di Kantor QM Financial, Jalan Jalan Ciranjang 63B (Gedung One Wolter), kelas #AkberJKT ini dihadiri sekitar 25 orang, termasuk para relawan AkberJKT.

Mba Ligwina Hananto, selanjutnya disingkat Mba Wina, memulai kelas dengan menjelaskan bahwa untuk memulai sebuah proses perencanaan keuangan, kita harus terlebih dahulu tahu kita ada di posisi mana: apakah kita masih single, newly wed, family, atau pensioner. “Karena kebutuhan seorang single pasti akan berbeda dengan seorang yang telah berada pada tahap family”, kata Mba Wina menjelaskan.

Prinsipnya, terdapat 3 kegiatan yang menjadi dasar dari sebuah Financial Planning, yaitu Manage your cashflow, Check up your financial condition, dan Learn about investment.

Dalam mengatur cashflow alias pemasukan-pengeluaran kita, Mba Wina memberikan 5 langkah sederhana yang harus kita lakukan segera setelah kita menerima gaji:

- Bayar tagihan kartu kredit

- Alokasi pengeluaran bulanan

- Beresin sedekah/zakat/bantu orang lain

- Investasi

- Sudah semua? Sisa uangnya diatur hingga gajian bulan depan

5 langkah tersebut dibuat Mba Wina berdasarkan urutan kewajibannya. Ia mencontohkan pengeluaran uang kost tiap bulan yang lebih penting daripada untuk investasi. Kan tidak mungkin bukan gara-gara mendahulukan investasi, akhirnya kita tidak bisa bayar uang kost atau kontrakan sehingga kita diusir dari kost atau kontrakan tersebut.

Mba Wina sempat memberikan tips untuk mengakali agar gaji tidak habis duluan dengan cara semua urusan pembayaran harus sudah selesai sebelum tanggal 5. Nanti dari pembayaran-pembayaran tersebut, sisa uangnya dibagi 4 untuk kebutuhan per minggu, jadi kita cukup ambil ke ATM seminggu sekali.

Setelah 5 langkah dalam Cashflow Management tadi, Mba Wina meneruskan ke bagaimana alokasi penghasilan kita. Pengeluaran kita apakah lebih besar daripada penghasilan kita atau tidak. Secara umum, komponen penghasilan bisa berasal dari hasil bisnis, gaji, sewa properti, dividen saham, kupon obligasi, bunga deposito. Sedangkan komponen pengeluaran kita terdiri dari cicilan utang, premi asuransi, rumah tangga, transportasi, anak, keluarga, pekerja, kesehatan, dan terakhir adalah kebutuhan pribadi, dengan presentase maksimal 30 % untuk cicilan utang, 20-40% untuk premi asuransi s/d kesehatan, dan 20 % untuk pribadi. Dari perhitungan antara penghasilan dikurangi pengeluaran tersebut bisa diketahui apakah cashflow kita positif atau negatif, atau masih adakah sisa uang untuk investasi.

Qucik Financial Check Up
Quick Financial Check Up

Salah satu materi yang cukup seru dibahas adalah ketika Mba Wina memberikan hasil hitung-hitungan dana pendidikan anak, mulai dari TK s/d S1. Untuk membuat perencanaan dana pendidikan anak, kita harus sudah tahu berapa saat ini biaya sekolah yang direncanakan untuk anak kita, lalu kemudian ditambah dengan total inflasi per tahunnya. Pesan Mba Wina, untuk jangka waktu dekat gunakanlah instrument investasi yang beresiko kecil, sedangkan untuk perencanaan jangka panjang instrument investasi dengan target return yang lebih besar, seperti reksadana saham, dapat menjadi pilihan.


Perhitungan Dana Pendidikan Anak 

Seperti biasanya, diakhir penjelasan materi, para peserta dipersilakan untuk bertanya kepada guru yang sudah mengajar. Salah satu pertanyaan yang muncul adalah terkait dengan dana darurat, Mba Wina menjelaskan bahwa dana darurat itu dihitung dari dana pengeluaran bulanan dikalikan dengan jumlah pengali yang berbeda-beda tergantung “WHERE ARE YOU NOW” tadi. Untuk single 4 kali pengeluaran bulanan, menikah 6 kali, anak satu 9 kali, punya anak >1= 12 kali.


nb; tulisan ini juga dipublish di sini>> http://akademiberbagi.org/financial-planning-for-all-ages-bersama-ligwina-hananto-mrshananto/

Sabtu, 23 November 2013

[Akber] Kelas AkberJKT “Career Preparation” bersama Michael Handry dari Interview First (@interview1st)

Untuk mendapatkan pekerjaan yang bagus, salah satu faktor penting yang harus kita perhatikan adalah persiapan kerja, termasuk di dalamnya adalah bagaimana membuat CV yang baik dan bagaimana teknik menghadapi wawancara kerja. Hal inilah yang menjadi inti pembelajaran kelas AkberJKT yang bertema “Career Preparation” tanggal 21 November 2013 yang lalu.

Pak Michael Handry, guru yang mengajar malam itu, membagi materi kelasnya menjadi tiga hal, yaitu bagaimana membuat CV yang baik, bagaimana persiapan wawancara kerja, dan bagaimana teknik menghadapi wawancara kerja. Pak Michael ini adalah salah satu trainer advisor dari Interview First, sebuah tempat kursus yang mengkhususkan diri pada kursus “persiapan kerja”, yang malam itu sekaligus memberikan donasi ruangan kepada AkberJKT.

Terkait bagaimana membuat CV yang baik, Pak Michael menjelaskan bahwa sebuah CV adalah alat pemasaran alias “marketing tools” diri kita. Oleh karena itu, “jangan pernah membuat CV secara asal-asalan apalagi hanya copy paste dari CV milik teman”, jelasnya.

Isi dari CV itu sendiri adalah data pribadi, pengalaman kerja, pendidikan dan training, kompetensi, minat dan prestasi, informasi tambahan, dan yang terakhir adalah referensi. Berikut beberapa catatan yang saya buat kaitannya dengan isi dari sebuah CV:
  • Pada bagian pengalaman kerja, jangan hanya menyebutkan jenis pekerjaan dan lama rentang waktu bekerja saja, melainkan harus lebih detail lagi yaitu dengan menyebutkan apa saja tugas dan tanggung jawab pada pekerjaan tersebut, termasuk achievement alias prestasi yang didapat dari pekerjaan tersebut.
  • Bagaimana untuk para lulusan baru yang belum punya pengalaman kerja? Mas Michaelmenjelaskan bahwa untuk para lulusan baru seperti ini, kolom pengalaman kerja bisa diganti dengan pengalaman berorganisasi.
  • Untuk pendidikan dan training, seorang pelamar kerja tidak perlu melampirkan sertifikat bukti pernah mengikuti pendidikan atau training tersebut. Kenapa? Karena nanti bila memang pelamar dipanggil untuk tahap wawancara, maka pada saat itulah biasanya HRD akan menanyakan sertifikat-sertifikat yang membuktikan bahwa si pelamar benar-benar telah mengikuti pendidikan dan training sebagaimana disebutkan dalam CV.
  • Buat yang memiliki bakat musik, nyanyi atau potensi lainnya, perusahaan biasanya akan suka karena karyawan/i yang memiliki bakat semacam itu biasanya akan membentuk employee engagement dalam perusahaan tersebut.
  • Bagaimana kalau kita memiliki pengalaman kerja di berbagai bidang? Apakah kita harus memasukkan semua pengalaman kerja tersebut atau hanya yang relevan dengan pekerjaan yang sedang dilamar? Untuk pengalaman kerja yang semacam “nano-nano” tersebut sebaiknya dimasukkan saja ke dalam CV. Kenapa? Ya karena pengalaman kerja adalah investasi waktu kita. Ada kemungkinan juga HRD akan melihat sisi positif dari pengalaman kerja yang “nano-nano” tersebut.
Setelah materi soal bagaimana membuat CV yang baik tersebut, Pak Michael kemudian melanjutkan materi inti keduanya yaitu bagaimana mempersiapkan diri menghadapi tes interview atau wawancara kerja. Di bagian ini, Pak Michael menjelaskan fakta-fakta interview dari hasil survey yang dilakukan oleh David Schepps – penulis di AOLJobs pada 2000 atasan. Berikut fakta-fakta interview tersebut:  
 
  • 33% dari atasan memahami bahwa dalam 90 detik pertama pada sebuah interview apakah mereka akan menerima seseorang.
  • 67% dari atasan mengatakan bahwa eye contact yang buruk adalah kesalahan non verbal yang paling umum.
  • Ketika bertemu orang baru, 55% dari hasil interview berasal dari cara seseorang berpakaian, bersikap dan berjalan masuk.
  • 65% dari atasan mengindikasikan bahwa pakaian bisa menjadi faktor yang menentukan jika ada dua kandidat memiliki hasil interview yang sama.
  • Memiliki pengetahuan yang sedikit (bahkan tidak sama sekali) dari perusahaan adalah kesalahan yang paling umum pada waktu interview.
  • Pertanyaan nomor satu yang paling sering ditanyakan adalah ceritakan tentang diri anda.
  • Kesalahan umum nomor satu ada sebuah job interview adalah tidak bertanya mengenai pekerjaan.
Selesai dengan materi bagaimana mempersiapkan diri menghadapi interview, disambung dengan materi ketiga yaitu bagaimana menghadapi interview. Pada bagian ini, salah satu hal yang saya sempat catat adalah jangan pernah bertanya soal gaji pada saat wawancara awal, kecuali memang pewawancara yang bertanya soal gaji.

Pembahasan menjadi menarik ketika dijelaskan mengenai penilaian kepribadian berdasarkan DISC profile karena Pak Michael menantang Akberians yang datang untuk mencoba mengkategorikan 4 Presiden RI yaitu Soekarno, Soeharto, Gus Dur dan SBY ke dalam 4 kuadran DISC profile tersebut. Silakan menebak-nebak ya.

sumber: http://etpa.com.au/wp-content/uploads/2013/10/DISC.gif


Setelah dijelaskan mengenai DISC Profile, selanjutnya dijelaskan salah satu metode interview yaitu Behavioral Interview (STAR). Metode ini seperti mengambil salah satu “bagian” dari kehidupan si pelamar, biasanya adalah pengalaman kerja, yang seakan menjadi semacam “jendela” untuk melihat kepribadian si pelamar secara keseluruhan.

Metode STAR

Situation. Menjabarkan situasi di penglaaman kerja
Target. Apa yang ingin dicapai kapan berapa
Action. Apa strateginya skill yang diperluka support
Result. Hasil prestasi

Di akhir kelas, salah satu pesan yang selalu dibilang oleh Pak Michael adalah bekerja itu ibadah. Beliau mengatakan bahwa kita semua ini sedang bekerja di “perusahaan Tuhan”. Kita tidak tahu kita akan bekerja dimana, yang jelas bekerja dimana pun kita harus memiliki integritas.

Terkait interview sendiri, Pak Michael berpesan bahwa jangan pernah berbohong pada saat melamar pekerjaan, karena cepat atau lambat, perusahaan akan mengetahui apakah si pelamar atau berbohong atau tidak.

sumber: @akberJKT
Fakta yang membuat saya kaget adalah ternyata biaya untuk menerima orang baru itu 6 kali lebih besar daripada mempertahankan dan menjaga karyawan yang sudah ada. Wew… Tak heran mengapa perusahaan yang bagus akan benar-benar melakukan proses seleksi karyawan baru secara ketat.

Senin, 04 Maret 2013

Kelas #akberJKT “Industri Animasi” bersama Mas Wahyu Aditya (@maswaditya)


Mas Wahyu tengah menerangkan materi. (dok.pribadi)

Kamis, 28 Februari 2013, yang lalu, @akberJKT kembali mengadakan kelas rutinnya yang terakhir di bulan Februari. Kali ini, Mas Wahyu Aditya (@maswaditya), yang dengan sukarela menjadi guru untuk kelas #akberJKT kali ini. Bertempat di Gedung Berdikari Lt. 3 Univ. Moestopo, Mas Wahyu berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan garis besarnya yaitu “Industri Animasi”.

Kelas dimulai tepat pukul 19.00 WIB. Segera setelah dibuka oleh relawan @akberJKT, Mas Wahyu pun mengambil alih waktu yang sudah diberikan. Satu per satu murid dan relawan yang datang malam itu diminta untuk berkenalan. Mereka diminta untuk menyebutkan nama dan latar belakang pekerjaan atau studi. Sembari mendengarkan perkenalan dari para murid dan relawan, Mas Wahyu ternyata melakukan livesketching dengan menggambar wajah setiap orang yang sedang berkenalan. Keren.. *jempol*

Setelah semua orang berkenalan, terlihat bahwa kelas ini ternyata tidak hanya diminati oleh para praktisi yang bergerak di bidang animasi atau multimedia, tapi juga diminati oleh orang-orang yang bekerja atau belajar di bidang lain.

Usai sesi perkenalan, selanjutnya beragam materi mulai dibagikan oleh Mas Wahyu.

Berikut beberapa catatan pendek yang sempat saya tulis sepanjang kelas ini:
  • Definisi animasi menurut Mas Wahyu adalah sebuah ilusi yang terjadi karena susunan tampilan dari gambar statis.Animasi tidak hanya bermain dengan ilustrasi, tapi juga dengan benda-benda diam.
  • Orang yang membuat animasi disebut dengan animator. Animator itu tidak harus orang yang jago gambar, karena orang yang jago gambar disebut ilustrator. Seseorang bisa disebut animator kalau dia berhasil menghidupkan sebuah gambar, meskipun gambar itu jelek.
  • Level atau tingkatan dalam membuat sebuah animasi adalah proses dari sebuah animasi yang mampu move, lalu talk, kemudian walk, dan terakhir adalah think. Kunci agar kita semakin meningkat levelnya adalah latihan terus menerus.
  • Seorang sutradara film animasi harus tahu ilmu tentang timing, cutting, dan lain sebagainya.
  • Pertanyaan: Apa bedanya animasi untuk film dan game? Jawaban: Kalo untuk film, sifat penontonnya statis, sehingga dibutuhkan file yang ukurannya besar. Sedangkan untuk game, sifatnya interaktif.. sehingga ada proses pengulangan dan programming.
  • Software-software yang bisa dipakai untuk membuat animasi sangat banyak. Mas Wahyu sendiri suka menggunakan Adobe Photoshop, Adobe After Effect, Premiere,Flash. Selain itu banyak lagi software seperti Moho, Retas dan Blender.
  • Teori awal animasi adalah The Persistence of Vision by Mark Roget. Animasi tercipta karena otak kita mempunyai daya rekam. Inilah yang memunculkan konsep animasi.
  • Animasi tidak harus dilakukan dengan teknik komputerisasi atau digital. Animasi bisa menggunakan teknik konvensional.
  • Kenapa animasi Indonesia tidak sepopuler animasi Jepang? Karena di Jepang, yang menghidupi dunia animasi adalah masyarakat mereka sendiri. Industri konten di Jepang sangat berkembang dan menghasilkan.
  • Salah satu masalah penting dalam industri animasi adalah distribusi. Jika kita tidak punya jalur distribusi, bangunlah crowd dulu. Manfaatkan youtube misalnya.

foto bersama kelas #AkberJKT (dok. @jengajeng)    




Demikianlah sedikit catatan saya untuk Kelas #akberJKT “Industri Animasi” bersama Mas Wahyu Aditya (@maswaditya). Sekian dan terima kasih sudah membaca.

Masa Pertumbuhan Kita

Kalian pasti pernah menerima ucapan dari teman atau saudara kalian dengan bunyi kira-kira seperti ini " Makan yang banyak ya. Kan lagi ...