Sabtu, 14 Desember 2013

Tanpa Judul



Bunyi gemuruh petir menyambar masih terdengar dari luar rumahku. Tetesan hujan seakan mengisi seluruh ruang pendengaranku malam ini. Sudah sejak pukul 6 sore tadi hujan mengguyur kawasan rumahku. Sepertinya langit begitu rindu pada bumi, hingga ia menangis tiada henti.

Disini, aku tengah terbaring di atas ranjangku. Tanganku masih lincah di antara tombol-tombol laptopku. Terus menari seakan tak kenal lelah. Mencoba menyusun kata demi kata yang menyesakki pikiran dan minta untuk dikeluarkan. Baris demi baris tersusun rapi, berjajar membentuk paragraf-paragraf.

Aku, disini. Di bawah udara yang tengah dicumbu hujan.
JIka hujan saja berani mencumbu udara yang tak pernah membalas cumbuannya
Kenapa aku tak punya setitik keberanian untuk menyampaikan rasa ini kepadamu

Rasa ini terlalu besar untuk kusampaikan lewat bibirku yang kecil
Bahkan untuk mengalir dari hatiku saja sulit
Aku takut pembuluh darahku akan pecah jika dilewatinya

Raksasa rasa di hati kecilku.
Meraja meski tak memiliki ratu
 Tertawa meski tak bahagia

- 14 Desember 2013 -


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan lupa komentarnya ya....:))

Masa Pertumbuhan Kita

Kalian pasti pernah menerima ucapan dari teman atau saudara kalian dengan bunyi kira-kira seperti ini " Makan yang banyak ya. Kan lagi ...