Langsung ke konten utama

Pameran Tunggal Lukisan RB. Ali: Memelihara Hasrat


Tanggal 19 Oktober 2012 lalu, saya dan teman-teman dari Blogger Reporter berkesempatan diundang ke Gd. Galeri Cipta II, guna menghadiri acara pembukaan Pameran Tunggal Lukisan karya Rb. Ali dengan tajuk “Memelihara Hasrat”.

Acara ini dimulai sekitar pukul 19.30 WIB, sesuai dengan jadwal yang tertera pada undangan yang saya terima. Dengan dipandu oleh Mira Sahid, rekan sesama blogger, yang malam itu didaulat untuk menjadi MC, acara dimulai dengan sambutan dari Bapak Drs. Bambang Subekti, MM selaku Kepala Badan Pengelola Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki, disusul dengan sambutan dari mantan gubernur DKI Jakarta, Bapak. H. Sutiyoso SH, yang malam itu memang diminta untuk membuka secara resmi acara pameran lukisan ini. Salah satu hal yang saya ingat dari sambutan beliau adalah ketika ia bercerita bahwa ternyata dahulu sosok Rb. Ali ini bercita-cita menjadi seorang militer atau tentara. Sayangnya jalan hidupnya berkata lain, hingga akhirnya Rb. Ali dikenal seperti sekarang ini sebagai seorang pelukis.
Bapak Bambang Subekti tengah memberikan sambutan

Bapak Sutiyoso sedang memberikan sambutan

Usai kedua sambutan tersebut, barulah sang empunya acara, yaitu Rb. Ali memberikan semacam sambutan kepada seluruh pengunjung dan tamu undangan yang hadir malam itu. Ketika ditanya kenapa beliau memilih “Memelihara Hasrat” sebagai tajuk pamerannya, beliau menjawab bahwa lukisan-lukisan yang ditampilkan dalam pameran ini adalah salah satu bentuk bagaimana dirinya (baca Rb. Ali red.) memelihara hasrat yang ada dalam dirinya sebagai seorang pelukis. Hasrat diri yang mewujud dalam bentuk-bentuk lukisan.

Mas Rb. Ali sedang di depan mic untuk memberikan sambutan
Setelah Rb. Ali memberikan sambutan, acara dilanjutkan dengan pembukaan secara resmi pameran ini, yang ditandai dengan pembubuhan tanda tangan dari Bapak Sutiyoso pada sebuah banner kecil bertajuk nama pameran ini. Ternyata Bapak Sutiyoso mendapatkan kejutan malam itu, karena malam itu Rb. Ali memberikan satu buah lukisan (terpisah dalam 3 kanvas) kepada beliau sebagai kenang-kenangan. Usut punya usut ternyata sosok Rb. Ali  mengetahui bahwa Bapak Sutiyoso ini adalah seorang kolektor dan pecinta lukisan, dan lagi Rb. Ali pun telah lama mengagumi sosok Sutiyoso.


Bapak Sutiyoso tengah memberikan tanda tangan pada poster pameran sebagai tanda pembukaan

Mas Rb. Ali dan Bapak Sutiyoso tengah berpose di depan lukisan kenang-kenangan dari Rb. Ali kepada Bapak Sutiyoso
Setelah acara resmi dibuka, para tamu undangan pun dipersilahkan untuk menikmati lukisan-lukisan karya Rb. Ali yang berjumlah sekitar 40-an lukisan. Hampir sebagian karya yang ditampilkan dalam pameran ini adalah karya-karyanya dari sekitar tahun 2009 sampai tahun 2012.



Beberapa foto suasana di dalam ruang pameran.


Bagi yang penasaran dengan karya-karya Rb. Ali yang menurut saya sangat “eye catching” dengan dominasi warna-warna pastel, silahkan saja datang ke Gd. Galeri Cipta II Taman Izmail Marzuki. Pameran ini berlangsung dari tanggal 20 s.d 28 Oktober 2012, pukul 10.00 – 21.00 setiap harinya.






Beberapa karya Rb. Ali yang saya abadikan lewat foto
Jadi jangan kelewatan ya event pameran ini.
Salam Blogger Reporter....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#1 Tes Kemenlu : Pengalaman Tes Substansi CPNS Kemenlu 2010

Oleh : R. Benny Murdhani

Badan masih pegel rasanya pas nulis tulisan ini. Maklum, abis pulang dari Jakarta.
Ngapain ke Jakarta?

4 September 2010 kemaren, saya baru saja mengikuti tes CPNS Kemenlu 2010. Seperti tahun-tahun sebelumnya, tes tahun ini juga kembali diadain di Jakarta International Expo Kemayoran atau lebih akrab disebut PRJ alias Pekan Raya Jakarta.

Datang ke PRJ sekitar jam 06.30 ternyata sudah banyak para peserta lain yang pada dating. Ada yang ngobrol bareng temennya, baca-baca materi, bahkan ada juga yang dengan kerepotan mencari bolpoint buat alat tulis ujian (seperti saya...hehehe).

Sekitar pukul 08.00, gerbang buat masuk ke dalam dibuka. Antrian dipisah-pisah berdasarkan formasi yang dilamar. Karena saya melamar untuk PDK, jadilah saya mengantri cukup lama bersama sekitar 4000 orang yang melamar untuk posisi PDK ini.

Sekitar pukul 09.00, saya sudah berada di ruangan. Setelah ngisi absen dan nempel stiker di bangku, soal dibagiin. Deg-degan banget waktu itu. Nebak ki…

Mencicipi Hidangan ala Makassar di Rumah Makan Pelangi Wahid Hasyim

Ingin mencicipi hidangan ala Makassar seperti Es Palu Butung, Es Pisang Hijau atau aneka hidangan laut seperti ikan, udang, kepiting, dll? Untuk anda yang tinggal di Jakarta, tak perlu repot-repot pergi jauh ke Makassar. Cukup datang saja ke Rumah Makan Pelangi di Jln. Wahid Hasyim No 108, Jakarta Pusat, telepon 3103372. Untuk anda yang datang dari arah Sarinah, letak rumah makan ini ada di sebelah kiri jalan. Tepatnya di sebelah rumah makan AliBaba Steak dan Iga Bakar.
 Malam itu, saya dan dua teman saya mampir ke rumah makan ini karena salah seorang dari teman saya memang sedang semacam "ngidam" makan ikan di tempat ini. Ketika kami datang, sekitar pukul 7 malam, suasana di dalam rumah makan sudah cukup ramai. Untung saja, masih ada bangku dan meja yang tersisa untuk kami bertiga. Sedikit catatan, untung dapat bangku disini memang agak susah. Apalagi jam-jam makan. Karena rata-rata yang datang kesini untuk makan itu rombongan yang berkisar 4- 10 orang. Bisa dibayangkan buk…

Membuat SKCK Baru di Polres Banyumas

SKCK alias Surat Keterangan Catatan Kepolisian adalah salah satu surat yang sering menjadi persyaratan administrasi ketika kita melamar pekerjaan, beasiswa ataupun hal-hal lain yang membutuhkan bukti bahwa kita tidak pernah terlibat dalam tindakan kriminal.
Ada dua cara untuk mengurus SKCK ini yaitu dengan melakukan permohonan secara online maupun datang langsung ke Polda/Polres/Polsek setempat. Untuk yang ingin mengurus permohonannya secara online, kalian bisa langsung buka web https://skck.polri.go.id. Di web itu nanti kalian diminta mengis data-data seperti nama, tanggal lahir, data pendidikan, data keluarga, dll. 
Kebetulan, saya baru saja mengurus SKCK ini secara offline di Polres Banyumas, Purwokerto. Jadi disini saya ingin berbagi pengalaman membuat SKCK ini. Siapa tahu besok-besok di antara kalian ada juga yang ingin mengurus SKCK ini di tempat ini.
Untuk mengurus SKCK di Polres ini, pertama-tama saya harus membuat surat pengantar dari RT, RW, sampai dengan Kecamatan. Surat p…