Minggu, 01 September 2013

Lezatnya Kuliner Surabaya : Dari Sate Klopo Sampai Pecel Ponorogo


Tanggal 27 sampai dengan 29 Agustus yang lalu, saya berkunjung ke Surabaya. Kunjungan saya ini dalam rangka menghadiri sebuah rapat koordinasi teknis di bidang peraturan perundang-undangan. Rasanya saya tak perlu detil mengenai apa saja yang saya lakukan dalam rapat tersebut, karena saya yakin pembaca pun tak mau tahu kan. :) Oh iya, kunjungan ini pun menjadi yang pertama kali bagi saya menginjakkan kaki di Surabaya. 

Sebelum terbang dari Jakarta ke Surabaya, di dalam hati saya memang sudah berniat bahwa selama di Surabaya nanti, saya harus mencoba kuliner asli Surabaya yang konon katanya enak-enak semua. Dan jeng-jeng, berikut daftar kuliner yang sempat saya cicipi dalam kunjungan singkat saya selama 3 hari 2 malam di Surabaya:

1. Sate Klopo Ondomohen Pojok Malam

Pertama kali mendengar sate klopo yang ada di bayangan saya adalah daging buah kelapa yang dipotong kecil-kecil, ditusuk seperti sate lalu dibakar. Dan....ternyata dugaan saya salah besar. Sate klopo adalah sate daging sapi, dimana daging sapi tersebut sebelum dibakar telah diungkep dengan bumbu-bumbu plus parutan kelapa. 

Warung sate yang saya datangi ini ada di Jalan Walikota Mustajab alias Jalan Ondomohen. Itulah kenapa sate klopo ini terkenal dengan sebutan Sate Klopo Ondomohen. Sepanjang pengamatan saya sekilas, di jalan ini terdapat beberapa warung sate klopo lainnya. Ada yang berupa warung permanen seperti yang saya datangi, ada pula yang berupa gerobak warung.

Untuk seporsi sate klopo dengan bumbu kacang, plus teh hangat manis, nasi dan krupuk, saya harus merogoh kocek Rp. 26.500. Nasi sebagai pendamping menikmati sate klopo ini disajikan cukup unik, yaitu disajikan dalam keadaan dingin ditambah taburan semacam parutan kelapa yang sudah disangrai. Nyam-nyam....

 
Warung Sate Klopo Ondomohen Pojok Malam


Nasi plus sate klopo..:)

Nasi putih dingin dengan taburan parutan kelapa sangrai


2. Bebek Goreng Tugu Pahlawan

Surabaya memang sangat terkenal dengan bebek gorengnya. Saya pun menyempatkan diri untuk mencicipi kuliner bebek goreng di depan Tugu Pahlawan yang katanya salah satu warung yang cukup terkenal akan Bebek Gorengnya.

Letak warungnya persis di pinggir jalan, di depan Tugu Pahlawan. Begitu melihat ramainya pengunjung yang datang ke warung ini, jujur membuat saya semakin penasaran dengan seperti apa rasa bebek gorengnya. Jadilah saya memesan nasi bebek goreng dada dan nasi plus segelas es teh.

Bebek goreng disajikan dengan nasi hangat, dan dua pilihan sambal, satu sambal dengan citarasa yang agak kurang pedas dibandingkan sambal lainnya. Tidak disediakan lalapan semacam ketimun atau kemangi disini. Untuk rasa bebeknya lumayan enak (karena saya memang bukan penggemar bebek si.hehe..), dengan daging tebal dan lembut di lidah. Yang saya sayangkan adalah sambelnya yang di lidah saya terasa tidak pedas. Padahal di bayangan saya, setiap sambal di Surabaya itu akan punya citarasa pedas.

Harga satu porsi bebek goreng dada plus nasi adalah Rp. 13.000. Murah sekali dibandingkan harga bebek goreng di Jakarta yang berkisar Rp. 20.000 ke atas.


Penjual tengah sibuk melayani para pembeli bebeknya

Di warung ini saya tidak bisa mengambil foto bebeknya, karena tempatnya gelap dan kuran tepat untuk spesifikasi kamera HP saya. hehe...

3. Mie Ayam Tuban

Mie ayam ini adalah salah satu kuliner yang membuat teman saya sangat penasaran. Saya dan teman saya sempat mendatangi tempat ini di hari pertama kami di Surabaya. Tapi ternyata kami kehabisan mie ayamnya karena kami datang terlalu sore. Sekitar jam 3 sore. Baru hari kedua, kami berhasil mencicipi bagaimana rasa mie ayam Tuban yang katanya terkenal di sini.

Warungnya mie ayam Tuban ini ada di Jalan Indrapura. Letaknya masuk ke jalan kecil, persis di Kantor Pajak Kementerian Keuangan. Karena saya datang pas jam makan siang, warung menjadi sangat ramai dikunjungi orang-orang. Beruntung kami dapat segera mendapatkan kursi.

Siang itu, saya dan teman saya memesan satu porsi Mie Ayam Pangsit dan dua gelas teh manis hangat. Selain menu mie ayam pangsit, di sini yang menjadi pesanan banyak orang adalah Mie Ayam Bakwan. Setelah menunggu sekitar 10 menit, datanglah pesanan mie ayam kami.

Porsi mie ayam  pangsit disini terbilang cukup besar menurut saya. Tak salah memang jika kami hanya memesan satu porsi untuk berdua. Kuah mie ayam disajikan terpisah, dengan tambahan acar ketimun dan cabe.

Menurut saya, rasa mie ayam dan kuahnya biasa saja. Ya mungkin karena saya tak suka dengan jenis mie disini yang besar-besar dan tidak lembut, dan lebih suka kuah mie ayam yang cenderung manis ya. 

Harga mie ayam pangsitnya menurut saya mahal yaitu Rp. 13.000 per porsi. Tapi memang sih, jika satu porsi saja bisa dibagi dua seperti saya dan teman saya, hitungannya satu mangkok menjadi       Rp, 6.500. 

Ini satu porsi yang kami bagi menjadi dua mangkuk


4. Lontong Kupang dan Sate Kerang di Pantai Kenjeran

Ini adalah tempat kuliner yang terjauh yang saya tempuh selama di Surabaya. Bayangkan saja Hotel saya di daerah jalan Yos Sudarso, sedangkan warung lontong kupang ini ada di area Pantai Kenjeran.

Saya tak sempat foto lontong kupang dan sate kerang yang saya nikmati malam itu. Alasannya, ya karena HP saya mati karena lowbet. Sebagai gambaran, lontong kupang tersebut terdiri dari kupang (semacam kerang kecil-kecil), lontong yang sudah diiris-iris, lalu disiram dengan kuah. Rasa kupangnya tidak amis, dan kuahnya cukup enak dan segar. 

Yang cukup aneh di lidah saya justru sate kerangnya. Sate kerang disini tidak dimasak dengan dibakar, melainkan direbus dengan bumbu. Entah memang yang masak kurang ahli atau bagaimana, yang jelas saya terganggu dengan rasa kerangnya yang masih terasa amis. Ditambah lagi dengan petis yang digunakan di warung ini pun sangat amis. Saya yang biasanya sangat menyukai sate pun, hanya mampu menyantap dua tusuk sate saja.

Seporsi lontong kupang dihargai Rp. 5.000 sedangkan sate kerangnya Rp. 700/tusuk. Murah sekali memang. Sayangnya saya dan teman saya harus merogoh kocek 100 ribu untuk perjalanan bolak-balik dari hotel ke tempat ini. Hadududu....:(

5. Tahu Tek Haji Ali

Warung Tahu Tek Haji Ali terletak di sekitar Jalan Dinoyo Surabaya. Letaknya persis di pinggir jalan sehingga orang mudah sekali untuk mencarinya. Sebelumnya, saya pernah makan tahu tek di daerah Sidorjo, hanya karena warung ini terkenal di Surabaya, saya pun penasaran dengan rasanya.

Seporsi tahu tek terdiri dari lontong, tahu telur, dan kentang yang disiram dengan bumbu petis. Bahan-bahan tersebut disajikan dengan cara dipotong-potong dengan menggunakan gunting. Unik ya..Yang unik lainnya adalah tahu yang digunakan disini sudah dicampur dengan telur. Jadi kita tidak bisa hanya memesan tahu saja, karena otomatis setiap tahu itu sudah ada telurnya.

Petis yang digunakan disini tidak berbau sangat amis seperti yang digunakan pada warung sate kerang tadi. Tahu tek ini sangat nikmat bila didampingi dengan segelas teh hangat manis. Untuk seporsi tahu tek, dan satu tambahan tahu telur, krupuk dan segelas teh hangat, saya harus membayar sebesar Rp. 21.000. 
  
Tahu Tek Pak H. Ali
Seporsi tahu tek

6. Pecel Ponorogo Hj. Boeyatin

Ini dia kuliner terakhir yang sempat saya cicipi sebelum saya kembali ke Jakarta.Dan untungnya, kuliner ini letaknya sangat dekat dengan hotel tempat saya menginap.

Kesimpulan saya begitu melihat warung pecel ponorogo ini adalah menu sarapan orang Surabaya itu pecel ponorogo. Mungkin kalo di Jakarta bisa disetarakan dengan bubur atau nasi uduk yang dijadikan sebagai menu favorit sarapan.

Seporsi nasi pecel biasa seharga Rp. 13.000 terdiri dari nasi, sayuran (saya lupa jenis sayurannya..), bakwan jagung, tempe goreng dan "rempeyek" teri. Bagi yang ingin tambah lauk, di warung ini disediakan pula potongan daging empal, ayam goreng, telur asin, telur mata sapi, telur dadar, paru goreng, berbagai jenis sate, tahu bacem, tempe bacem, hingga otak telur.




Aneka lauk tersedia untuk dipilih
Ramainya pengunjung yang mengantri
Nasi pecel saya. Plus segelas teh hangat manis




Rabu, 07 Agustus 2013

Pohon Cinta, Demi Cinta dan Demi Lingkungan

Datang ke pernikahan saudara, kerabat maupun rekan kerja memang menjadi suatu kegemaran saya. Selain demi menjalin silahturahmi, saya dan pasangan saya pun gemar mendatangi acara resepsi pernikahan demi mengamati dan mempelajari apa saja sih yang mesti disiapkan untuk sebuah pesta atau resepsi pernikahan.

Souvenir pernikahan adalah salah satu hal yang penting dan perlu disiapkan oleh pasangan yang akan menikah. Sepanjang pengamatan saya, selama ini souvenir yang lazim diberikan di beberapa acara pernikahan yang saya datangi adalah gelas, kalender, gantungan kunci, dompet, hiasan kulkas, asbak, dan berbagai pernak-pernik lainnya.

Dalam memilih souvenir pernikahan, saya sendiri cenderung menyukai souvenir pernikahan yang tak hanya bisa dipajang dan digeletakkan saja di dalam lemari. Itu kenapa, saya lebih suka souvenir pernikahan berupa gelas, meski sederhana, daripada sebuah boneka atau souvenir yang terlihat bagus dan mahal. Pertimbangan nilai guna souvenir menjadi hal yang penting bagi saya, selain pertimbangan harga pastinya.
 
Selasa kemarin, saya berkumpul bersama-sama beberapa teman kelas 3 SMA saya dulu, dalam rangka buka bersama sekaligus reuni. Seperti halnya reuni biasanya, kami saling bercerita dan mengenang nostalgia masa SMA dulu, sekaligus bercerita hal-hal seperti pekerjaan saat ini, keadaan keluarga, dan sebagainya. Dan dari sekian cerita dari teman-teman yang kebanyakan bekerja di perusahaan maupun sebagai PNS, ada salah satu teman saya yang bernama Ivo yang memilih untuk membuka usaha sendiri. Dan kenapa saya dari awal tulisan bercerita mengenai souvenir pernikahan, karena usaha yang saat ini dijalaninya adalah pembuatan souvenir.

Tree of Love alias Pohon Cinta. Itulah jenis souvenir yang ditawarkan oleh teman saya. Di bawah bendera usaha "LadyBug", Ivo tak hanya ingin mencari penghasilan dari usahanyaini, tetapi juga berusaha untuk mengaplikasikan ilmu yang ia dapat selama menjadi mahasiswa jurusan pertanian, sekaligus mewujudkan misi mulianya yaitu membantu mengurangi dampak global warming dan melestarikan lingkungan.

Paperbag "pohon cinta" (dok.pribadi)
Konsep dari bisnis pohon cinta ini sendiri adalah bahwa nanti pelanggan yang memesan akan mendapatkan sejumlah souvenir yang dipesan, yaitu berupa paperbag yang berukuran tinggi 13 cm dan lebar 6,5 cm. Nantinya, di setiap paperbag tersebut akan diisi dengan bibit-bibit tanaman komoditas holtikultura alias pohon buah-buahan seperti sirsak, manggis, duwet, dan lain-lain. Tinggi bibitnya sendiri berkisar kurang dari 50cm, tergantung dari jenis tanamannya. Paperbag berisi bibit "pohon cinta" inilah yang nanti dijadikan souvenir pernikahan, seminar, maupun acara lainnya.

Apa yang diharapkan dari Ivo, selain keuntungan usaha, adalah nantinya bibit "pohon cinta" akan ditanam oleh masing-masing penerima souvenir tersebut. Dan lebih lanjut lagi, pohon yang tumbuh besar akan membantu lingkungan sekitar menjadi lebih hijau dan mengurangi dampak global warming.Apalagi nantinya, buah-buahan yang dihasilkan dari pohon tersebut pun bisa dikonsumsi pula bukan.
 
Jujur saya tertarik sekali melihat konsep bisnis yang dijalankan Ivo. Saya jadi membayangkan seandainya saya menikah nanti dan menggunakan "pohon cinta" ini sebagai souvenir pernikahan. Saya dan pasangan saya akan menanam juga bibit "pohon cinta" tersebut dan merawatnya hingga tumbuh besar. Dan terbayang kemudian keluarga kecil saya nanti akan duduk di bawah pohon tersebut, menyantap buah hasil pohon tersebut sambil bercerita kepada anak saya bahwa pohon tersebut adalah salah satu kenangan pernikahan saya. Oh...so sweet....*plakk* *kembali ke kenyataan*

Oh iya, buat kalian yang tertarik menjadikan bibit "pohon cinta" sebagai souvenir di acara pernikahan, seminar atau acara lainnya (atau mungkin punya mimpi dan imajinasi seperti saya..hehe), bisa menghubungi ke kontak berikut ini.

brosur (dok.pribadi) 
LADYBUG, Have a dream
Alamat: 
Jl. Pramuka 7 RT 03/II
Desa Kali Sari, Kecamatan Cilongok
Banyumas, Jawa Tengah
Kode Pos 53162
No HP: 0857-261-55699
Email: ivoladybug@gmail.com

Buat yang di Jakarta atau kota-kota yang jauh dari Purwokerto dan sekitarnya, pesanan kalian pasti akan dilayani kok. "Kami siap mengantarkan", begitu kata Ivo, teman saya tersebut. :)

Rabu, 31 Juli 2013

Mari Melihat, Mari Merenung


Beberapa hari yang lalu, teman saya menyebar link video ini di grup Whatsapp yang saya ikuti. Mungkin efek setelah menonton video ini akan berbeda-beda bagi setiap orang, tapi saya sendiri sempat menitikkan air mata setelah selesai melihat video ini. :')

Mari melihat, mari merenung.

Selamat menonton. :)

Sabtu, 20 Juli 2013

Struk Belanja Nan Boros Kertas

Pernahkah kamu belanja di toko swalayan semacam Hypermart, Carrefour, Lotte Mart dan sejenisnya, maupun toko-toko semacam Alfamart maupun Indomaret?

Setiap kali kita belanja di toko semacam yang saya sebutkan di atas, pasti kita akan mendapatkan struk belanja kan. Nah, pernahkah kalian menyadari bahwa beberapa toko cenderung sangat boros menggunakan kertas untuk mencetak struk belanja di toko mereka.

Gambar 1: Struk Belanja di Indomaret untuk 2 produk


 Gambar 2: Struk belanja di Hypermart untuk 3 produk

Perhatikan contoh 2 struk belanja yang saya tampilkan di atas. Gambar 1 adalah struk belanja yang saya dapatkan ketika saya berbelanja dua buah produk di Indomaret. Lalu sekarang perhatikan dan bandingkan dengan Gambar 2, yaitu struk belanja ketika saya belanja 3 buah produk di Hypermart.

Sekarang bandingkan, saja panjang struk belanja pada Gambar 1 dan Gambar 2. Coba pikir bahwa perbedaan satu produk saja antara produk yang dibeli sesuai Gambar 1 dan Gambar 2, tapi menghasilkan perbedaan yang cukup besar. Perbedaan antara panjang dan lebar kertas yang digunakan oleh Hypermart dengan Indomaret, dimana menurut saya, Hypermart terlalu boros dalam menggunakan kertas.

Seandainya saya jadi salah satu petinggi di Hypermart, saya akan mengusulkan agar desain atau bentuk struk belanja di Hypermart agar diperbaiki menjadi lebih ringkas dan pendek daripada yang sekarang ada. Mungkin ukuran font  yang diperkecil, ataupun pengurangan spasi antara satu kata dengan kata di bawahnya.

Ada dua keuntungan yang menurut saya bisa didapat oleh Hypermart seandainya mereka melakukan hal yang sudah disebutkan tadi. Keuntungan pertama adalah bahwa pengurangan penggunaan kertas akan membawa efek yang bagus dalam lingkungan. Semakin sedikit kertas yang dipakai, semakin sedikit pula pohon yang ditebang untuk dijadikan kertas kan. :)

Dan, keuntungan kedua adalah dengan semakin sedikit kertas yang dipakai, itu artinya Hypermart bisa irit dalam hal pembelian kertas untuk struk belanja. Dan artinya, penghematan bagi Hypermart itu sendiri, sehingga dana yang tersisa bisa dialokasikan untuk hal positif lainnya.

Fenomena struk belanja di Hypermart nan boros kertas itu tadi baru satu contoh yang saya temukan. Mungkin kalau saya hobi belanja di toko maupun mall, saya bisa lebih banyak membandingkan antara struk belanja satu toko dengan toko lainnya. Hehe..Sayangnya tidak. 

Jadi, sudah siap memperhatikan struk belanja yang kamu dapatkan ketika berbelanja di toko?
Mari berburu struk belanja..... :)

Senin, 15 Juli 2013

Review Film "Pacific Rim" : Monster Melawan Robot Penghancur


sumber gambar: http://en.wikipedia.org/wiki/Pacific_Rim_%28film%29

Judul film: Pacific Rim
Durasi : 132 menit
Pemain:
Charlie Hunnam, Idris Elba, Rinko Kikuchi, Charlie Day, Rob Kazinsky, Max Martini,
Ron Perlman
Sutradara: Guillermo del Toro
Tahun: 2013

Ringkasan:

Pacific Rim ini bermula dari kemunculan Kaiju di bumi. Kaiju sendiri adalah sebutan yang diberikan kepada monster dengan ukuran raksasa yang menyerang bumi. Melihat bahwa teknologi di bumi belum mampu mengalahkan Kaiju, maka bersatulah negara-negara di dunia untuk membuat sebuah senjata jenis baru. Mereka menciptakan sebuah "monster" alias robot raksasa yang disebut dengan Jaeger, guna mengalahkan monster tersebut. Setiap satu Jaeger dikendalikan oleh dua orang yang disebut pilot.

 Awalnya satu persatu Kaiju yang muncul dari dasar lautan yang disebut "lubang terobosan" itu dapat dikalahkan oleh para Jaeger yang tersebar di beberapa daerah atau negara. Namun, lama-kelamaan, ternyata Kaiju yang muncul menyerang bumi semakin meningkat kekuatannya. Hal tersebut membuat para Jaeger pun terpaksa kalang kabut menghadapi para Kaiju, dan alhasil para Jaeger pun satu persatu rusak dan dikalahkan oleh Kaiju. Pentecost (Idris Elba) sebagai pemegang kendali proyek Jaeger pun akhirnya berencana menghancurkan "lubang terobosan" dengan didukung oleh 4 Jaeger yang tersisa. Berhasilkah rencana Pentecost dalam menghentikan kedatangan Kaiju?

Komentar:

Film ini pas banget ditonton kalau kalian memang ingin merasakan keseruan pertarungan antara Jaeger vs Kaiju. Sayangnya, beberapa adegan drama yang sedianya menjadi pemanis di film ini, menjadi nilai minus untuk film ini. Dialog-dialog antara Raleigh Becket (Charlie Hunnam) dan Mako Mori (Rinko Kikuchi) terdengar sangat kaku dan cenderung dipaksakan.

Akhir cerita filmnya sudah bisa saya tebak dari awal cerita. Ya memang untuk film dengan pemisahan tokoh jahat dan baik yang sangat jelas, di film ini si jahat adalah Kaiju dan si baik adalah manusia dan Jaeger, akhir cerita sudah pasti berakhir dengan kemenangan di pihak baik. Tapi tenang, meski sudah bisa menebak akhir ceritanya, kalian pasti masih penasaran dong adegan-adegan bagaimana para Jaeger mengalahkan para Kaiju. Membuat saya ingat masa kecil saya saat menonton film Ultraman, dimana sang Ultraman bertempur melawan monster yang ingin menghancurkan bumi.

Selamat menonton. :)

Masa Pertumbuhan Kita

Kalian pasti pernah menerima ucapan dari teman atau saudara kalian dengan bunyi kira-kira seperti ini " Makan yang banyak ya. Kan lagi ...