Senin, 24 Februari 2014

[Akber] Kelas AkberJKT “Digital Content Strategy” bersama Agung Puma (@AgungPuma)

Tema seputar dunia social media, digital agency beserta strateginya memang selalu menjadi topik yang menarik untuk dibahas. Hal itulah kenapa Akber Jakarta hari Kamis, 20 Februari 2014 yang lalu kembali mengadakan kelas dengan topik seputar dunia social media. Kali ini, tema yang dibahas adalah “Digital Content Strategy” alias Strategi Konten Digital. Dan, guru yang bersedia berbagi malam itu adalah @AgungpumA, seorang praktisi yang berpengalaman di bidang digital marketing.

Mas @AgungpumA mengawali kelas #AkberJKT6 yang malam itu bertempat di kantor Liputan 6 (@liputan6dotcom) dengan menampilkan beberapa slide yang menggambarkan data seputar dunia internet di Indonesia, mulai dari perbandingan jumlah populasi dengan jumlah pengguna internet di Indonesia, sampai data apa saja yang biasanya dibuka oleh pengguna mobile internet use.



Sebelum berbicara digital content strategy, Mas Agung menjelaskan tentang optimisasi social, yang secara singkat disinilah kita harus tahu apa manfaat social media bagi sebuah brand. Ada beberapa manfaat social media yang dijelaskan oleh Mas Agung, yaitu:
  • Social media sebagai alat untuk menyampaikan pesan kita di media online
  • Sebagai media untuk membangun branding dan membuat kita/brand dibandingkan dengan yang lain
  • Sebagai media untuk membangun network atau conversation
  • Untuk mempercepat penyebaran informasi tentang kita/brand
  • Karena sifatnya mengglobal, social media juga berperan sebagai global word of mouth



Definisi dari strategi konten itu sendiri dapat dilihat dari kata pembentuknya yaitu konten dan strategi. Konten adalah teks, data, grafik, audio atau video, sedangkan strategi adalah rencana yang dibuat yang bertujuan untuk mencapai hasil yang diinginkan (goal).

Terdapat 3 jenis konten yang diterangkan oleh Mas Agung: published content, reactive content, dan proactive content.
  • Published content, adalah konten yang kita buat sendiri yang bertujuan untuk memperkuat karakter brand kita.
  • Reactive content, yaitu konten yang dibuat untuk menanggapi konten lain ataupun isu yang sedang berkembang
  • Proactive content, yaitu konten yang secara proaktif berbagi, atau mempromosikan, yang diterbitkan di platform orang lain.

Berlanjut ke inti dari materi kelas ini, yaitu strategi konten, pada prinsipnya hanya ada 5 proses atau tahapan dalam strategi ini. Apakah 5 proses “Buat KAMU” yang menjadi satu kesatuan dalam strategi konten ala Mas Agung?

1. Buat
  • Konten untuk blog, email, video web, perangkat mobile, media sosial, dan properti online lainnya.
  • Bentuk panjang dan bentuk pendek teks, gambar, link, video, widget, presentasi, dan media online lainnya.
  • Semua konten yang dikembangkan berdasarkan rencana konten, dan dirancang untuk memenuhi tujuan dari inisiatif.
2. Kelola
  • Mengelola Team pembuat konten, team Internal, klien yang mengerjakan konten, dll
  • Kelola pengendalian mutu untuk setiap platform, memastikan bahwa semua konten web dioptimalkan dan diterbitkan mengikuti strategi yang terbaik.
  • Pastikan bahwa semua pekerjaan diciptakan, disetujui, dan diterbitkan pada waktu yang tepat dan sesuai strategi.
3. Amati
  • Memantau dialog pada platform Digital yang dimiliki, serta media lain pada umumnya untuk mengidentifikasi resiko dan peluang.
  • Pantau sentimen untuk tetap informasi tentang apa yang orang-orang pikirkan tentang brand kita secara real time.
  • Mengidentifikasi pengaruh, dan memelihara daftar influencer yang relevan dalam ruang Anda dari waktu ke waktu
4. Moderasi
  • Menanggapi dialog yang dituangkan dalam rencana konten.
  • Mengevaluasi dan mengajak user untuk berbagi konten pada platform yang dimiliki.
  • Mengidentifikasi dan mengevaluasi dialog brand kita pada platform eksternal.
  • Mengedit dan menyetujui konten yang masuk dari sumber eksternal.
  • Secara proaktif mempromosikan konten brand pada platform eksternal.
5. Ukur
  • Ukur hasil konten yang sudah dibuat dengan menggunakan alat pengukuran yang kredibilitasnya diakui.
  • Kontrol dan buat konten baru dari hasil pengukuran yang sudah dilakukan agar bisa menjadi acuan dalam membuat konten kedepannya
  • Satu pesan terakhir dari Mas Agung di akhir presentasinya. “ Social Media hanya sebagai alat, Konten adalah yang utama”. 


Foto-foto diambil dari dok.pribadi (@rbennymurdhani) dan @AkberJKT

Selasa, 18 Februari 2014

[Akber] Kelas AkberJKT “Financial Planning For All Ages" bersama Ligwina Hananto

Tepat tanggal 6 Februari 2014 yang lalu, AkberJKT menyelenggarakan kelas #AkberJKT4 dengan tema “Financial Planning For All Ages”. Bertempat di Kantor QM Financial, Jalan Jalan Ciranjang 63B (Gedung One Wolter), kelas #AkberJKT ini dihadiri sekitar 25 orang, termasuk para relawan AkberJKT.

Mba Ligwina Hananto, selanjutnya disingkat Mba Wina, memulai kelas dengan menjelaskan bahwa untuk memulai sebuah proses perencanaan keuangan, kita harus terlebih dahulu tahu kita ada di posisi mana: apakah kita masih single, newly wed, family, atau pensioner. “Karena kebutuhan seorang single pasti akan berbeda dengan seorang yang telah berada pada tahap family”, kata Mba Wina menjelaskan.

Prinsipnya, terdapat 3 kegiatan yang menjadi dasar dari sebuah Financial Planning, yaitu Manage your cashflow, Check up your financial condition, dan Learn about investment.

Dalam mengatur cashflow alias pemasukan-pengeluaran kita, Mba Wina memberikan 5 langkah sederhana yang harus kita lakukan segera setelah kita menerima gaji:

- Bayar tagihan kartu kredit

- Alokasi pengeluaran bulanan

- Beresin sedekah/zakat/bantu orang lain

- Investasi

- Sudah semua? Sisa uangnya diatur hingga gajian bulan depan

5 langkah tersebut dibuat Mba Wina berdasarkan urutan kewajibannya. Ia mencontohkan pengeluaran uang kost tiap bulan yang lebih penting daripada untuk investasi. Kan tidak mungkin bukan gara-gara mendahulukan investasi, akhirnya kita tidak bisa bayar uang kost atau kontrakan sehingga kita diusir dari kost atau kontrakan tersebut.

Mba Wina sempat memberikan tips untuk mengakali agar gaji tidak habis duluan dengan cara semua urusan pembayaran harus sudah selesai sebelum tanggal 5. Nanti dari pembayaran-pembayaran tersebut, sisa uangnya dibagi 4 untuk kebutuhan per minggu, jadi kita cukup ambil ke ATM seminggu sekali.

Setelah 5 langkah dalam Cashflow Management tadi, Mba Wina meneruskan ke bagaimana alokasi penghasilan kita. Pengeluaran kita apakah lebih besar daripada penghasilan kita atau tidak. Secara umum, komponen penghasilan bisa berasal dari hasil bisnis, gaji, sewa properti, dividen saham, kupon obligasi, bunga deposito. Sedangkan komponen pengeluaran kita terdiri dari cicilan utang, premi asuransi, rumah tangga, transportasi, anak, keluarga, pekerja, kesehatan, dan terakhir adalah kebutuhan pribadi, dengan presentase maksimal 30 % untuk cicilan utang, 20-40% untuk premi asuransi s/d kesehatan, dan 20 % untuk pribadi. Dari perhitungan antara penghasilan dikurangi pengeluaran tersebut bisa diketahui apakah cashflow kita positif atau negatif, atau masih adakah sisa uang untuk investasi.

Qucik Financial Check Up
Quick Financial Check Up

Salah satu materi yang cukup seru dibahas adalah ketika Mba Wina memberikan hasil hitung-hitungan dana pendidikan anak, mulai dari TK s/d S1. Untuk membuat perencanaan dana pendidikan anak, kita harus sudah tahu berapa saat ini biaya sekolah yang direncanakan untuk anak kita, lalu kemudian ditambah dengan total inflasi per tahunnya. Pesan Mba Wina, untuk jangka waktu dekat gunakanlah instrument investasi yang beresiko kecil, sedangkan untuk perencanaan jangka panjang instrument investasi dengan target return yang lebih besar, seperti reksadana saham, dapat menjadi pilihan.


Perhitungan Dana Pendidikan Anak 

Seperti biasanya, diakhir penjelasan materi, para peserta dipersilakan untuk bertanya kepada guru yang sudah mengajar. Salah satu pertanyaan yang muncul adalah terkait dengan dana darurat, Mba Wina menjelaskan bahwa dana darurat itu dihitung dari dana pengeluaran bulanan dikalikan dengan jumlah pengali yang berbeda-beda tergantung “WHERE ARE YOU NOW” tadi. Untuk single 4 kali pengeluaran bulanan, menikah 6 kali, anak satu 9 kali, punya anak >1= 12 kali.


nb; tulisan ini juga dipublish di sini>> http://akademiberbagi.org/financial-planning-for-all-ages-bersama-ligwina-hananto-mrshananto/

Minggu, 12 Januari 2014

Kenapa Saya Suka Film Drama?



Bagi sebagian besar orang, terutama bagi kalangan pria, menonton film drama adalah hal yang sangat sangat sangat membosankan. Kenapa harus ada tiga kali kata “sangat”? Ya karena memang seperti itulah gambaran perasaan yang dialami kaum pria ketika harus menonton film drama. Dari lima orang teman pria di kantor saya yang saya tanya soal selera film, tak ada satu pun yang memilih genre drama sebagai pilihan mereka. Action, horror, fantasi, science fiction adalah jawaban yang muncul dari kelima teman saya tersebut.   

Kebanyakan pria memang tidak menyukai film drama dengan alasan film drama itu alurnya membosankan, tidak ada adegan “action”-nya (kalo ada namanya film action dong), isinya cuma nangis doang, menye-menye, dan segudang alasan lain yang membuat para pria tidak menyukai film drama. Apalagi ada anggapan bahwa film drama memang diciptakan untuk kaum wanita dan kaum “pria” berjiwa wanita.

Tapi sesuai dengan judul tulisan saya di atas, saya ingin mendeklarasikan bahwa 

“SAYA ADALAH PRIA PENYUKA FILM DRAMA”.

Saya bukannya tidak suka dengan film jenis action, horror, fantasi, science fiction atau genre film lainnya ya. Tapi dari jenis-jenis film yang saya tonton (dan saya simpan di laptop), saya memilih film drama sebagai jenis film favorit saya. Berikut dua alasan kenapa saya menyukai film drama?

1.     Ceritanya mungkin terjadi

Ini dia alasan pertama kenapa saya menyukai film drama yaitu karena cerita-cerita dalam film drama itu mungkin saja terjadi. Misal saja film Date Night yang baru saja tonton. Diceritakan bahwa pasangan suami istri yang kehidupan rumah tangganya membosankan hingga suatu malam, ketika mereka sedang makan malam di sebuah restoran, mereka mengalami kejadian dan masalah yang akhirnya membuat mereka harus melewati malam yang berat.

Atau film Role Model yang menceritakan bagaimana seorang pemuda yang kehilangan pekerjaan dan pacarnya secara bersamaan, hingga ia marah dan melakukan tindakan kriminal yang akhirnya membuatnya harus menjalani hukuman public service di sebuah yayasan penitipan anak.

Dih, apa menariknya film begituan?

Hey man. Apakah kamu yakin kamu tidak akan mengalami hal seperti itu suatu saat nanti? Mengalami kehidupan rumah tangga yang penuh dengan lika-liku? Atau mengalami PHK, masalah cinta, keluarga, dll?

Bagi saya. Setiap cerita di film drama itu mungkin terjadi di kehidupan kita. Menurut saya film drama itu gambaran kehidupan manusia yang terjadi di sekitar kita, atau bahkan kita alami sendiri. Bukankah lebih mungkin kita mengalami masalah di keluarga kita daripada kita dikejar-kejar oleh penyihir “You Know Who” alias Voldemort? Atau bagi anda mungkin lebih mungkin dunia ini diserang oleh alien robot seperti di film Transformer?

2.     Ada pelajaran yang bisa diambil

Bukan. Ini bukan mau ngomongin pelajaran sekolah. Ini masih ngomongin tentang film drama.

Kembali ke poin 1. Karena cerita dalam film drama itu mungkin saja terjadi, maka kita bisa membayangkan cerita itu terjadi dalam hidup kita dan mengambil hikmah atau pelajaran dari film drama tersebut. Misal di film Family Weekend yang menceritakan seorang anak yang terpaksa harus melakukan tindakan-tindakan ekstrim (seperti menyekap dan mengikat tangan) kepada orang tuanya karena selama ini orang tuanya tersebut tidak peduli terhadap keadaan anak-anaknya akibat kesibukan masing-masing orang tua. Akhir dari film tersebut adalah sang anak ditahan oleh polisi, namun hal tersebut membuat kedua orang tuanya sadar bahwa selama ini mereka sudah mengacuhkan keberadaaan anak-anaknya.

Pelajaran yang bisa diambil dari film tersebut bagi saya adalah bahwa jika nanti saya jadi orang tua (Amin..:)) saya harus memperhatikan dan merawat anak-anak saya kelak. Setiap orang pasti memiliki pandangan tersendiri terhadap hikmah apa yang bisa diambil dari sebuah film.

Memang sih tak hanya film drama yang member pembelajaran terhadap kita. Cuma bagi saya ya kembali ke poin no. 1. Jika kita susah membayangkan kejadian kedatangan alien atau kemunculan superhero di dunia ini benar-benar terjadi, bagaimana bisa kita mengambil hikmah dari film tersebut untuk kita jadikan pembelajaran bagi hidup kita.

Dua alasan di atas mungkin tidak cukup untuk meyakinkan bahwa seorang pria tidak harus malu untuk menonton film drama. Drama itu menarik lho dan mampu kita jadikan pembelajaran. Siapa bilang buku itu satu-satunya gudang ilmu. Film juga lho. Dari pengalaman pacar saya yang seorang guru, ternyata anak-anak lebih tertarik untuk belajar ketika media pembelajaran yang digunakan adalah video atau film, dibandingkan ketika mereka hanya diwajibkan membaca dan menghafalkan buku pembelajaran.

And the last sentences, tontonlah film drama yang memang bermutu. Sinetron-sinetron di Indonesia sih sebenarnya contoh cerita drama juga, cuma bagi saya itu cerita drama yang buruk. Alur cerita monoton, teknik pengambilan kamera yang seadanya, akting para artis yang kaku, dan segudang alasan lain yang membuat saya tidak menyarankan anda untuk melihat sinetron Indonesia.

Ok. Bye-bye….

Rabu, 08 Januari 2014

Rekap Blog Tahun 2013

Tahun 2013 telah berakhir resmi 5 hari yang lalu. Seharusnya nulis rekap blog ini bagusnya di akhir tahun 2013. Tapi berhubung kesibukan di akhir tahun, baru sekarang bisa sempat merekap beberapa data dari blog ini sepanjang tahun 2013.

Tahun 2013 ini dari segi posting, saya mengalami kemunduran yang sangat parah. Di tahun 2012 saya berhasil menulis postingan sebanyak 99 tulisan, sedangkan di tahun 2013 kemarin, saya hanya berhasil menulis 43 tulisan. Jumlah itu saja karena saya lumayan rajin menulis dalam dua bulan terakhir kemarin, yaitu 8 tulisan di bulan November dan 7 tulisan di bulan Desember.

Dari sisi keragaman tulisan, tahun 2013 saya nobatkan menjadi tahun menulis opini dan renungan, serta catatan sehari-hari. Dari 43 tulisan di tahun 2013, setengahnya adalah tulisan opini, renungan dan catatan sehari-hari. Sisanya terdiri dari review kuliner, buku dan film. Bila di tahun 2012 saya aktif menulis fiksi, maka di tahun 2013 lalu saya hanya berhasil menulis 3 tulisan.

Dari sisi jumlah komentar, di tahun 2013 ini blog saya mendapat 44 komentar, dimana tulisan paling banyak dikomentari justru tulisan berjudul Jarak Saya Selangor Hanya 5 cm yang saya tulis di tahun 2012 pada saat mengikuti salah satu lomba blog yang hadiahnya jalan-jalan ke Selangor.

Apa lagi ya data dari blog saya untuk tahun 2013?

Oke, sebagai penutup saya ingin berbagi rasa syukur saya karena tadi saya baru diemail oleh Blogdetik bahwa saya dapat hadiah kaos karena tulisan saya Mencari Motor Sport Yang Canggih, Irit dan Advance  masuk dalam 50 tulisan pertama dalam sebuah lomba yang digagas Blogdetik.

Sekian dan terima kasih.

Sabtu, 28 Desember 2013

Review Buku : "Mr.Ambassador, Dari Wartawan Foto Menjadi Duta Besar" dari M. Indro Yudono

sumber foto: (Gramedia.com)


Judul buku :  Mr.Ambassador, Dari Wartawan Foto Menjadi Duta Besar
Penulis : M. Indro Yudono
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 274 hlm
Terbit : Agustus 2013

Menjadi seorang diplomat lalu berkeliling dunia, mengenalkan Indonesia kepada khalayak internasional sudah lama menjadi impian saya. Cita-cita itu pernah sangat terasa dekat ketika saya mengikuti serangkaian tes untuk menjadi seorang diplomat di Kementerian Luar Negeri tiga tahun lalu. (Baca pengalaman saya disini). Sayang sekali saya belum dapat lolos dalam tes tersebut. Akhirnya, impian saya untuk berkeliling dunia sebagai seorang diplomat pun saya kubur dalam-dalam. Namun impian saya tersebut, sedikit terangkat kembali usai saya membaca buku "Mr. Ambassador, Dari Wartawan Foto Menjadi Duta Besar" ini.

Pertama kali saya tertarik dengan buku ini bukan karena saya tertarik dengan judulnya, tetapi karena di sampul buku ini terdapat sebuah stiker bertuliskan "Peraih Bronze Trophy Cover Terbaik Pinasthika Award 2013". Jadi awalnya saya tertarik membeli karena saya tertarik dengan sampul buku ini. Baru setelah saya membaca keseluruhan buku ini, baru saya menyimpulkan bahwa isi buku ini jauh lebih menarik bagi saya, dibandingkan desain sampulnya.

Buku "Mr. Ambassador, Dari Wartawan Foto Menjadi Duta Besar" merupakan buku karya M. Indro Yudono, seorang duta besar yang mengawali karirnya dari seorang wartawan foto di IPPHOS hingga puncak karirnya menjadi seorang Duta Besar Luar Biasa dan Berkasa Penuh di KBRI Swiss di tahun 2001-2005. Buku ini berisi 23 kisah dari sang Duta Besar mulai dari pengalaman beliau selama menjadi wartawan foto di IPPHOS (dari buku ini pula saya mengetahui apa itu IPPHOS), masuk ke Departemen Luar Negeri (selanjutnya saya sebut Deplu), hingga penugasan demi penugasan dari Deplu dan akhirnya beliau menjadi seorang Duta Besar Luar Biasa dan Berkasa Penuh di KBRI Swiss hingga tahun 2005 lalu.

Dalam buku ini, Pak M. Indo Yudono (selanjutnya saya sebut dengan Pak Indro) tak hanya mengisahkan cerita-cerita seputar pekerjaannya sebagai seorang diplomat saja. Di buku ini kita bisa melihat kisah-kisah lain dari beliau seperti misalnya bagaimana kisah perjodohan antara Yeyen, seorang Kepala Rumah Tangga pada saat Pak Indro bertugas di KJRI Hamburg, Jerman, dengan Paul, seorang kebangsaan Belanda. 

Tulisan favorit saya di buku ini adalah tulisan berjudul "Jenjang Pendidikan yang Kutempuh", dimana Pak Indro menceritakan pendidikan apa saja yang ia tempuh selama bekerja menjadi diplomat, termasuk di dalamnya pengalamannya seputar Sekolah Dinas Luar Negeri, Sekolah Staf Dinas Luar Negeri Tingkat Madya, dan Sekolah Staf dan Pimpinan Deplu. Impian saya menjadi diplomat menjadi sedikit terobati begitu membaca bagian ini.

Ada kisah menarik dibalik penulisan buku ini. Berdasarkan artikel disini, ternyata penulisan buku ini benar-benar sebuah perjuangan bagi Pak Indro, karena dalam kurun waktu sekitar delapan bulan ia menulis, beliau harus bolak-balik ke rumah sakit, termasuk amputasi satu lututnya karena infeksi. Bahkan, sekitar tiga perempat naskah diketik beliau dengan satu jari tangan kanan akibat penyakit Parkinson.
 

Masa Pertumbuhan Kita

Kalian pasti pernah menerima ucapan dari teman atau saudara kalian dengan bunyi kira-kira seperti ini " Makan yang banyak ya. Kan lagi ...