Langsung ke konten utama

Review Hotel : d'Prima Hotel Medan

Berawal dari kebingungan pada saat akan dinas ke Medan. Jika dulu pada saat bandar udara Polonia yang notabene berada di tengah kota Medan, mungkin saya tak akan bingung untuk menginap dimana ketika ada acara di Medan. Namun sejak 2 tahun lalu Bandar Udara Kualanamu beroperasi, praktis saya dibuat bingung karena berdasarkan info teman-teman kantor saya, belum ada hotel yang cukup bagus dan layak di sekitar bandar udara berkode KNO ini. Sebagian besar masih hotel yang sering digunakan transaksi plus-plus yang biasanya. Jadi akhirnya berdasarkan rekomendasi teman, saya memilih untuk menginap di d'Prima Hotel Medan ini.



Lokasi hotel ini persis di komplek Stasiun Medan. Inilah poin paling penting dan nilai jual hotel ini. Jadi saya yang baru saja tiba di Bandar Udara Kualanamu, melanjutkan perjalanan menggunakan kereta bandar udara (Railink), dan begitu tiba di Stasiun Medan, saya tak harus lelah menyeret koper, menunggu taksi atau jemputan untuk bisa sampai ke hotel. Cukup melangkahkan kaki ke arah pintu keluar Jalan Stasiun Kereta Api, lalu persis di depan Starbucks Stasiun Medan, terdapat sign d'Prima Hotel.

Resepsionis bisa ditemui Lantai 3. Kalian bisa memilih menggunakan lift ataupun tangga untuk menuju ke tempat resepsionis ini. Untuk kalian yang memesan tiket melalui situs online, kalian tak perlu khawatir jika kalian lupa mencetak bukti pemesanannya karena resepsionis sudah memiliki data pemesanan kalian tersebut. Pada saat check in, kalian akan diminta kartu identitas serta memberikan uang Rp. 50.000,- sebagai jaminan yang akan dikembalikan pada saat check out.

Saya dapat kamar tipe Superior dengan dua ranjang. Hotel ini memberikan compliment yang cukup membahagiakan, yaitu dua buah Pop Mie dan 2 botol air kemasan berukuran 600ml. Selain itu, terdapat pula pemanas air listrik beserta kelengkapan kopi, teh dan gula. Untuk lemari pakaiannya, hanya tersedia dua hanger yang menurut saya kurang dari segi jumlah.

Saya tak terlalu mempermasalahkan ruangan yang memang tidak terlalu luas, hanya saja saya tak terlalu nyaman dengan penataan toilet duduk yang membuatnya sangat sempit dan mentok pada dinding kaca tempat mandi. Untuk televisi, terdapat 27 channel yang bisa dipilih untuk mengisi waktu di kamar.

Jadi apakah Hotel ini saya rekomendasikan?
Pastinya, terutama jika kamu tipe orang yang malas untuk bangun lebih awal hanya untuk melakukan perjalanan dari hotel ke stasiun. Oh iya satu lagi yang ketinggalan yaitu sarapan. Hotel ini tidak menyediakan restoran tersendiri untuk melayani breakfast para tamunya. Jadi, setiap pagi para tamu akan diberi voucher Starbucks yang bisa ditukarkan dengan segelas kopi hitam atau teh plus sepotong croissant. 

d'Prima Hotel Medan
Jalan Stasiun Kereta Api No. 1, Medan (Stasiun Medan Lt. 3 dan 4)
http://www.dprimahotelmedan.com/
http://dprimahotel.com/id






 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#1 Tes Kemenlu : Pengalaman Tes Substansi CPNS Kemenlu 2010

Oleh : R. Benny Murdhani

Badan masih pegel rasanya pas nulis tulisan ini. Maklum, abis pulang dari Jakarta.
Ngapain ke Jakarta?

4 September 2010 kemaren, saya baru saja mengikuti tes CPNS Kemenlu 2010. Seperti tahun-tahun sebelumnya, tes tahun ini juga kembali diadain di Jakarta International Expo Kemayoran atau lebih akrab disebut PRJ alias Pekan Raya Jakarta.

Datang ke PRJ sekitar jam 06.30 ternyata sudah banyak para peserta lain yang pada dating. Ada yang ngobrol bareng temennya, baca-baca materi, bahkan ada juga yang dengan kerepotan mencari bolpoint buat alat tulis ujian (seperti saya...hehehe).

Sekitar pukul 08.00, gerbang buat masuk ke dalam dibuka. Antrian dipisah-pisah berdasarkan formasi yang dilamar. Karena saya melamar untuk PDK, jadilah saya mengantri cukup lama bersama sekitar 4000 orang yang melamar untuk posisi PDK ini.

Sekitar pukul 09.00, saya sudah berada di ruangan. Setelah ngisi absen dan nempel stiker di bangku, soal dibagiin. Deg-degan banget waktu itu. Nebak ki…

Mencicipi Hidangan ala Makassar di Rumah Makan Pelangi Wahid Hasyim

Ingin mencicipi hidangan ala Makassar seperti Es Palu Butung, Es Pisang Hijau atau aneka hidangan laut seperti ikan, udang, kepiting, dll? Untuk anda yang tinggal di Jakarta, tak perlu repot-repot pergi jauh ke Makassar. Cukup datang saja ke Rumah Makan Pelangi di Jln. Wahid Hasyim No 108, Jakarta Pusat, telepon 3103372. Untuk anda yang datang dari arah Sarinah, letak rumah makan ini ada di sebelah kiri jalan. Tepatnya di sebelah rumah makan AliBaba Steak dan Iga Bakar.
 Malam itu, saya dan dua teman saya mampir ke rumah makan ini karena salah seorang dari teman saya memang sedang semacam "ngidam" makan ikan di tempat ini. Ketika kami datang, sekitar pukul 7 malam, suasana di dalam rumah makan sudah cukup ramai. Untung saja, masih ada bangku dan meja yang tersisa untuk kami bertiga. Sedikit catatan, untung dapat bangku disini memang agak susah. Apalagi jam-jam makan. Karena rata-rata yang datang kesini untuk makan itu rombongan yang berkisar 4- 10 orang. Bisa dibayangkan buk…

Membuat SKCK Baru di Polres Banyumas

SKCK alias Surat Keterangan Catatan Kepolisian adalah salah satu surat yang sering menjadi persyaratan administrasi ketika kita melamar pekerjaan, beasiswa ataupun hal-hal lain yang membutuhkan bukti bahwa kita tidak pernah terlibat dalam tindakan kriminal.
Ada dua cara untuk mengurus SKCK ini yaitu dengan melakukan permohonan secara online maupun datang langsung ke Polda/Polres/Polsek setempat. Untuk yang ingin mengurus permohonannya secara online, kalian bisa langsung buka web https://skck.polri.go.id. Di web itu nanti kalian diminta mengis data-data seperti nama, tanggal lahir, data pendidikan, data keluarga, dll. 
Kebetulan, saya baru saja mengurus SKCK ini secara offline di Polres Banyumas, Purwokerto. Jadi disini saya ingin berbagi pengalaman membuat SKCK ini. Siapa tahu besok-besok di antara kalian ada juga yang ingin mengurus SKCK ini di tempat ini.
Untuk mengurus SKCK di Polres ini, pertama-tama saya harus membuat surat pengantar dari RT, RW, sampai dengan Kecamatan. Surat p…