Langsung ke konten utama

(Nemenin) Beli Kamera Digital

Oleh: R. Benny Murdhani (sekarang sudah sesuai akta kelahiran, hehe....)

Kemarin siang, temanku Ali telepon aku. Dia bilang minta ditemeni beli kamera digital. “Ok”, itu jawaban singkatku menerima tawaran dia. Toh juga kemarin aku tak ada kegiatan apa-apa (dan memang sering sekali aku tidak kegiatan..hehe)

Singkat cerita, siang itu kami telah sampai di Depo Pelita Sokaraja. Setelah memarkir motor, kami masuk ke Depo Pelita.

Stand kamera digital letaknya ada di sebelah kanan. Jadi begitu masuk, kita tengokan kepala kita ke arah kanan (hehe…). Disana sudah menanti mbak dan mas berseragam biru ala Depo Pelita, siap melayani pembeli.

Dengan alasan warna (Ali suka banget warna item dan cuma mau kamera warna item) dan bujet maksimal 1,5 juta, kami ditawari Samsung ES25 dan Sony yang saya lupa tipenya.
Transaksi berlangsung cukup lama karena kami Ali kebingungan untuk memilih yang mana yang akan dibeli. Banyak hal yang menjadi pertimbangan kami :

1. Harga
Dari segi harga, Samsung memasang bandrol yang lebih rendah daripada Sony, yaitu sekitar 350 ribu. Samsung memberi harga Rp. 1 juta (di internet saya cek 995 ribu, selisih 5 ribu dari harga di Depo Pelita), sedangkan Sony memberi harga Rp. 1.350.000,-(karena saya lupa tipenya, saya gak bisa cek harganya di internet).

2. Gambar
Dari segi gambar, Samsung memberikan gambar dan warna yang tajam, sedangkan Sony memberikan gambar yang natural dan sesuai dengan aslinya. Dari segi gambar ini, saya pribadi cenderung memilih Samsung (dan akhirnya memang Ali memilih Samsung)dibanding Sony. Di mata saya, hasil foto dari Samsung terasa lebih "nyeni".
Orang lain bisa saja memilih Sony, karena semua tergantung selera.

3. Merk
Orang awam mungkin akan lebih memilih Sony dibandingkan Samsung. Merk Sony memang telah kuat di beberapa produk seperti konsol game, walkman, TV, dll. Tapi jangan berpikir seperti itu dulu, karena kemarin mbak penjaga stand bilang kalau Samsung ternyata telah lebih lama berkecimpung di jenis produk kamera dibandingkan Sony. A new fact I found yesterday.

4. Fitur, lensa dan body
Dari segi fitur sebenarnya Sony lebih menarik. Satu fitur dari Sony yang sempat saya coba adalah fitur Smile shutter, yaitu fitur dimana kamera akan otomatis mengambil gambar alias "shoot" ketika mendeteksi wajah yang tersenyum. And it works guys, nice actually.... Untuk Samsung sendiri fiturnya tidak sempat saya coba meski kata mbaknya fitur-fitur di Samsung tidak terlalu jauh berbeda.
Kedua kamera ini, baik Sony maupun Samsung sudah bisa video dengan durasi sesuai dengan ketersediaan memory penyimpanan. Untuk memory card 4 GB dengan setelan "best quality", video yang bisa disimpan sekitar 30 menitan.
Dari segi body, Samsung terasa lebih ringan dibawa. Mungkin karena faktor LCD view yang disematkan Samsung lebih kecil dibandingkan milik Sony. Body Samsung juga menurut saya pribadi lebih kecil daripada Sony. Kemarin sih kami hanya ditawari yang warna item karena sejak awal Ali memang ingin yang warna item.
Untuk lensanya, Samsung lebih unggul karena memberikan 4x optical zoom. Sony hanya memberikan 3x optical zoom.

5. Memory card
Dua-duanya tidak menyertakan memory card dalam paket penjualannya. Jadi kita harus membeli memory card secara terpisah. Kemarin Ali sih membeli yang 4 gb. Seperti yang udah saya tulis di atas, untuk kualitas gambar terbaik, durasi video yang bisa disimpan sekitar 30 menit. Sedangkan untuk foto kualitas terbaik, bisa sekitar 4 ribu foto.

6. Baterai
Kedua kamera ini menggunakan baterai AA. Sebenarnya kami ditawari juga tipe lain yang menggunakan baterai lithium, tapi dengan pertimbangan fleksibilitas, mbak penjual menyarankan untuk memilih yang menggunakan baterai AA. Betul juga sih pikirku. Coba bayangkan kamu lagi jalan-jalan ke tempat yang ga ada daya arus listrik, sedangkan kamera digital kamu yang baterainya lithium lagi lowbet. Ga bisa ngecas kan.
Beda kalo pake yang baterai AA karena baterai jenis ini relatif mudah ditemukan (dibeli tapi lho...) di toko dan supermarket, atau bahkan warung-warung kecil. Jadi kamu bisa bawa cadangan baterai AA yang banyak kalau mau bepergian ke tempat dimana kamu gak yakin kamu bisa ngecas di tempat itu. Mahal?? Ga juga. Kan kamu masih bisa beli baterai AA yang rechargeable. Kemarin sih baterai AA merk Energizer yang bisa dices
harganya 65 ribu sepasang. Kalo yang plus chargernya 150 ribu plus 2 baterai.

Dan, setelah mempertimbangkan hal-hal di atas, kami (Ali lebih tepatnya..) memutuskan membeli Samsung ES25. Dan you know what, kamera itu tinggal stok satu-satunya yang warnanya item. Pertanda alam memang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#1 Tes Kemenlu : Pengalaman Tes Substansi CPNS Kemenlu 2010

Oleh : R. Benny Murdhani

Badan masih pegel rasanya pas nulis tulisan ini. Maklum, abis pulang dari Jakarta.
Ngapain ke Jakarta?

4 September 2010 kemaren, saya baru saja mengikuti tes CPNS Kemenlu 2010. Seperti tahun-tahun sebelumnya, tes tahun ini juga kembali diadain di Jakarta International Expo Kemayoran atau lebih akrab disebut PRJ alias Pekan Raya Jakarta.

Datang ke PRJ sekitar jam 06.30 ternyata sudah banyak para peserta lain yang pada dating. Ada yang ngobrol bareng temennya, baca-baca materi, bahkan ada juga yang dengan kerepotan mencari bolpoint buat alat tulis ujian (seperti saya...hehehe).

Sekitar pukul 08.00, gerbang buat masuk ke dalam dibuka. Antrian dipisah-pisah berdasarkan formasi yang dilamar. Karena saya melamar untuk PDK, jadilah saya mengantri cukup lama bersama sekitar 4000 orang yang melamar untuk posisi PDK ini.

Sekitar pukul 09.00, saya sudah berada di ruangan. Setelah ngisi absen dan nempel stiker di bangku, soal dibagiin. Deg-degan banget waktu itu. Nebak ki…

Mencicipi Hidangan ala Makassar di Rumah Makan Pelangi Wahid Hasyim

Ingin mencicipi hidangan ala Makassar seperti Es Palu Butung, Es Pisang Hijau atau aneka hidangan laut seperti ikan, udang, kepiting, dll? Untuk anda yang tinggal di Jakarta, tak perlu repot-repot pergi jauh ke Makassar. Cukup datang saja ke Rumah Makan Pelangi di Jln. Wahid Hasyim No 108, Jakarta Pusat, telepon 3103372. Untuk anda yang datang dari arah Sarinah, letak rumah makan ini ada di sebelah kiri jalan. Tepatnya di sebelah rumah makan AliBaba Steak dan Iga Bakar.
 Malam itu, saya dan dua teman saya mampir ke rumah makan ini karena salah seorang dari teman saya memang sedang semacam "ngidam" makan ikan di tempat ini. Ketika kami datang, sekitar pukul 7 malam, suasana di dalam rumah makan sudah cukup ramai. Untung saja, masih ada bangku dan meja yang tersisa untuk kami bertiga. Sedikit catatan, untung dapat bangku disini memang agak susah. Apalagi jam-jam makan. Karena rata-rata yang datang kesini untuk makan itu rombongan yang berkisar 4- 10 orang. Bisa dibayangkan buk…

Membuat SKCK Baru di Polres Banyumas

SKCK alias Surat Keterangan Catatan Kepolisian adalah salah satu surat yang sering menjadi persyaratan administrasi ketika kita melamar pekerjaan, beasiswa ataupun hal-hal lain yang membutuhkan bukti bahwa kita tidak pernah terlibat dalam tindakan kriminal.
Ada dua cara untuk mengurus SKCK ini yaitu dengan melakukan permohonan secara online maupun datang langsung ke Polda/Polres/Polsek setempat. Untuk yang ingin mengurus permohonannya secara online, kalian bisa langsung buka web https://skck.polri.go.id. Di web itu nanti kalian diminta mengis data-data seperti nama, tanggal lahir, data pendidikan, data keluarga, dll. 
Kebetulan, saya baru saja mengurus SKCK ini secara offline di Polres Banyumas, Purwokerto. Jadi disini saya ingin berbagi pengalaman membuat SKCK ini. Siapa tahu besok-besok di antara kalian ada juga yang ingin mengurus SKCK ini di tempat ini.
Untuk mengurus SKCK di Polres ini, pertama-tama saya harus membuat surat pengantar dari RT, RW, sampai dengan Kecamatan. Surat p…