Minggu, 17 Oktober 2010

#2 Tes Kemenlu : Tes Bahasa Asing CPNS Kemenlu 2010

Oleh : R. Benny Murdhani


Pengumuman hasil ujian substansi CPNS Kemlu 2010 tanggal 4 Oktober kemarin benar-benar membuat saya terkejut. Puji Tuhan saya lolos ujian substansi sehingga mengantar saya ke tes tahap selanjutnya yaitu tes bahasa.

Seperti tahun-tahun kemarin (katanya....), tahun ini pun ujian bahasa Inggris untuk PDK dilaksanain di LIA Pramuka. Awalnya saya bingung juga karena saya gak tau sama sekali daerah itu. Namun teknologi memang bisa membantu manusia yang tak tau apa-apa seperti saya. Bertanyalah saya pada google dengan kata kunci "LIA Pramuka". Hasilnya sangat memuaskan karena ada jalur busway yang lewat sana. Bahkan ada haltenya juga dengan nama "Pramuka LIA". Puji Tuhan...

Berbekal nekat, saya mencari sendiri alamat Pramuka LIA. Saya mulai naik dari halte busway Sarinah setelah sebelumnya mengantar teman saya Gayuh yang ujian juga (cuma dia di LIA Pangadegan). Naik dari Sarinah ke arah Blok M, saya transit di Dukuh Atas. Dari Dukuh Atas saya naik yang ke arah TU Gas/Pulogadung. Setelah melewati beratus-ratus halte (lebay...hehe), terdengarlah suara "Pemberhentian berikutnya, Pramuka LIA.Perhatikan barang bawaan anda dan hati-hati melangkah". Itulah tandanya saya harus bersiap-siap turun.

Turun dari busway saya celingak-celinguk mencari LIA Pramuka, dan ternyata gedungnya cuma berjarak sekitar 20 meter. Puji Tuhan...

Dan skip>>>>>>>> (takut kepanjangan kalo nanti saya juga cerita saya sempet sakit perut di sana..hehe)

Dan tibalah hari tes. 9 Oktober 2010, sekitar pukul 07.15an saya sudah sampai LIA Pramuka. Dengan seragam andalan saya, putih hitam, saya masuk ke area LIA. Ternyata sudah banyak para peserta lain, yang kebanyakan diantar orang tua mereka (wah senangnya..). Sambil nunggu jam masuk, saya mencari-cari WC. Pengen pipis niatnya.
Dan datanglah hujan. Jadilah saya agak tertahan sekitar 15 menitan di deket WC karena WCnya terletak terpisah dari gedung utamanya.

Jam 8an para peserta termasuk saya masuk ke gedungnya. Kami diminta berbaris 2 ke belakang sambil memegang KTPU dan kartu identitas. Sampai di lantai 2, kami langsung mengantri di tiap-tiap pos yang ada komputernya. Disitu panitia ngecek KTPU dan kartu identitas kita. Setelah lolos, KTPU kami akan ditempeli kertas kuning (yang sampe sekarang saya masih belum paham buat apa) plus dikasih kertas yang isinya nomor urut plus no kelas. Setelah itu para peserta masuk ke ruangan masing-masing. Saya dapat no urut 6 di ruang 11.

Langsung mengenai tesnya ya.
Tesnya sendiri menurut saya seperti TOEFL. Ada 3 bagian utama yaitu Listening, Structure and Written Expression, dan Reading.

Untuk Listening, ada 50 soal yang diajukan, yang terbagi dalam 3 section. Ada section dengan short conversation, longer conversation, dan short talk. Total waktu yang diberikan untuk Listening adalah 35 menit. Jujur, sound system di LIA ini cukup bagus. Speaker ditanam di dinding bagian atas alias atap dengan jumlah 4 kalo tidak salah. Jadi menjamin terdengarnya suara ke seluruh sudut ruangan.

Untuk Structure and Written Expression, jumlah soalnya ada 40 soal. Waktu yang diberikan adalah 25 menit. Jenis-jenis soalnya dan directionnya seperti TOEFL. Pusing juga ngerjain bagian ini karena waktu yang mepet malah bikin saya gak bisa mikir dengan tenang. Banyak jawaban yang saya pilih hanya berdasarkan feeling.

Untuk bagian terakhir yaitu Reading, jumlah soalnya ada 50 soal dengan waktu 55 menit. Ada sekitar 4-5 bacaan yang diberikan. Bacaan yang diberikan menurut saya cukup susah untuk dipahami karena banyak sekali vocabulary yang benar-benar asing bagi saya.

Apa lagi ya yang bisa saya sharing..Emm, oh iya. Sebelum masuk ruangan, jangan lupa minum T**** A***N. Hal inilah yang saya lakukan karena berjaga-jaga terhadap kondisi ruangan dengan AC yang terlalu dingin. Dan ternyata benar. Saya merasa kedinginan di ruang tempat saya tes. Mungkin karena saya orang ndeso yang gak biasa pake AC kali ya, haha.....

Jangan lupa juga bawa pensil 2B lebih dari satu karena waktu bener-bener berharga dalam tes ini. Waktu yang diberikan benar-benar ketat dan limited. Saya sendiri ketika ketemu soal yang saya tidak tahu jawabannya, langsung saya tembak saja. Mengapa? karena begitu kita pindah section, misal ketika waktu untuk structure habis dan berlanjut ke reading, kita tidak boleh kembali mengerjakan soal Structure lagi walaupun kita punya sisa waktu di bagian Reading.

Kesimpulannya: Saya masih berharap bisa lolos tes tahap ini meski kemaren banyak soal yang jawabannya saya tembak. Doakan saya ya para pembaca. Semoga ini jalan saya yang dikasih Tuhan, amin...

6 komentar:

  1. biasanya berapa orang yang lulus dari tes kemampuan dasar ke tes bahasa bro?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau gak salah dulu dari 1500-an orang pendaftar, tersisa 600an org yang lolos ke tahap tes bahasa. Ntar pokoknya dari tes bahasa ke tes akhir, yang lolos ke tes tahap akhir hanya akan berjumlah 3 kali lipat dari jumlah formasi yang dibutuhkan. Jadi kalau tahun ini formasi yg dibutuhkan 60 orang, berarti jumlah yang ikut tes tahap akhir berjumlah 180 orang...

      Hapus
  2. dikit jg ya bro, trus apakah score kompetensi dasar diakumulasikan dengan tes slanjutnya? Atau habis gt aja. Mksdnya misalkan score kmptnsi dasar saya sekian, bahasa sekian, wawancara sekian, psykotest sekian, apa score masing2 test dijumlahkan untuk mencari score tertinggi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo stau saya nilai tes yang digabung cuma tes terakhir saja, karena di tes terakhir pas jaman saya kan memang terdiri dari 4 jenis tes...
      Pengumuman tes substansi tanggal 2 Oktober ya gan?

      Hapus
  3. Mas ada kenalan atau temen yg wktu itu tes bhsa prancis gaaa ????? Mksh masss.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus

Jangan lupa komentarnya ya....:))