Langsung ke konten utama

Menjadi Produktif

oleh :Robertus Benny Murdhani

Akhir-akhir ini saya sering merasa bahwa saya sering merasa tidak memanfaatkan waktu dengan maksimal. Banyak sekali waktu yang saya merasa berjalan begitu saja. Kalau kata saya sih sekarang saya sedang menjadi "tidak produktif". Tengok saja blog ini. Sudah lama sekali saya tidak posting di blog ini. Seakan blog ini menjadi tak bertuan.

Banyak sekali hal yang dijadikan dalih atau alasan pembenaran dalam "ketidakproduktifan". Alasan yang paling sering muncul adalah keterbatasan waktu. Contoh saja saya. Saya sering merasa tidak waktu dalam mengupdate blog ini. Sibuk ini lah sibuk itu lah, padahal realitanya saya masih punya waktu untuk sekedar mengeluarkan uneg-uneg di blog ini. Yah, inilah saya saat ini. Manusia dengan berbagai kekurangan.

Selain masalah "kekurangan waktu", ada lagi hal yang sering dijadikan alasan ketika kita menjadi tidak produktif. "Masih ada waktu". Itulah alasan yang sering muncul ketika kita diberi tugas atau pekerjaan. Sering sekali kita menunda meyelesaikan pekerjaan atau tugas dengan alasan sejenis di atas : "Ntar aja ah garapnya, masih ada waktu ini", atau "Besok aja garapnya ah pas mau ditumpuk". Seprti itulah.

Terbiasa menjadi tidak produktif sebenarnya cukup berbahaya. Ketidakproduktifan akan sangat membuat kita malas dan membuat kita terbiasa dengan ritme bermalas-malasan tersebut. Rasa malas itu seperti virus. Menyebar dari satu bagian ke bagian lain.
Fenomena ini pernah saya alami sewaktu mengerjakan skripsi. Saya pernah merasa tidak produktif dalam mengerjakan skripsi ketika selesai seminar proposal. Rasa lega setelah selesai seminar proposal keterusan hingga tanpa sadar beberapa hari dan minggu berlalu tanpa mengerjakan apa-apa.

Ketidakproduktifan juga sangat tidak bagus untuk hal-hal yang menuntut kebiasaan. Saya contohkan diri saya sendiri. Setelah lama tidak menulis dan posting di blog ini,seakan otak dan tangan tidak bisa lagi menulis. Satu paragraf saja rasanya sulit untuk keluar menjelma menjadi tulisan. Makanya, mulai hari ini saya akan mencoba untuk terus produktif dan memanfaatkan waktu dengan sebaik-sebaiknya.

NB; tulisan ini hasil permenungan setelah melihat blog teman saya.

Selamat berjuang menjadi produktif.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#1 Tes Kemenlu : Pengalaman Tes Substansi CPNS Kemenlu 2010

Oleh : R. Benny Murdhani

Badan masih pegel rasanya pas nulis tulisan ini. Maklum, abis pulang dari Jakarta.
Ngapain ke Jakarta?

4 September 2010 kemaren, saya baru saja mengikuti tes CPNS Kemenlu 2010. Seperti tahun-tahun sebelumnya, tes tahun ini juga kembali diadain di Jakarta International Expo Kemayoran atau lebih akrab disebut PRJ alias Pekan Raya Jakarta.

Datang ke PRJ sekitar jam 06.30 ternyata sudah banyak para peserta lain yang pada dating. Ada yang ngobrol bareng temennya, baca-baca materi, bahkan ada juga yang dengan kerepotan mencari bolpoint buat alat tulis ujian (seperti saya...hehehe).

Sekitar pukul 08.00, gerbang buat masuk ke dalam dibuka. Antrian dipisah-pisah berdasarkan formasi yang dilamar. Karena saya melamar untuk PDK, jadilah saya mengantri cukup lama bersama sekitar 4000 orang yang melamar untuk posisi PDK ini.

Sekitar pukul 09.00, saya sudah berada di ruangan. Setelah ngisi absen dan nempel stiker di bangku, soal dibagiin. Deg-degan banget waktu itu. Nebak ki…

Mencicipi Hidangan ala Makassar di Rumah Makan Pelangi Wahid Hasyim

Ingin mencicipi hidangan ala Makassar seperti Es Palu Butung, Es Pisang Hijau atau aneka hidangan laut seperti ikan, udang, kepiting, dll? Untuk anda yang tinggal di Jakarta, tak perlu repot-repot pergi jauh ke Makassar. Cukup datang saja ke Rumah Makan Pelangi di Jln. Wahid Hasyim No 108, Jakarta Pusat, telepon 3103372. Untuk anda yang datang dari arah Sarinah, letak rumah makan ini ada di sebelah kiri jalan. Tepatnya di sebelah rumah makan AliBaba Steak dan Iga Bakar.
 Malam itu, saya dan dua teman saya mampir ke rumah makan ini karena salah seorang dari teman saya memang sedang semacam "ngidam" makan ikan di tempat ini. Ketika kami datang, sekitar pukul 7 malam, suasana di dalam rumah makan sudah cukup ramai. Untung saja, masih ada bangku dan meja yang tersisa untuk kami bertiga. Sedikit catatan, untung dapat bangku disini memang agak susah. Apalagi jam-jam makan. Karena rata-rata yang datang kesini untuk makan itu rombongan yang berkisar 4- 10 orang. Bisa dibayangkan buk…

Membuat SKCK Baru di Polres Banyumas

SKCK alias Surat Keterangan Catatan Kepolisian adalah salah satu surat yang sering menjadi persyaratan administrasi ketika kita melamar pekerjaan, beasiswa ataupun hal-hal lain yang membutuhkan bukti bahwa kita tidak pernah terlibat dalam tindakan kriminal.
Ada dua cara untuk mengurus SKCK ini yaitu dengan melakukan permohonan secara online maupun datang langsung ke Polda/Polres/Polsek setempat. Untuk yang ingin mengurus permohonannya secara online, kalian bisa langsung buka web https://skck.polri.go.id. Di web itu nanti kalian diminta mengis data-data seperti nama, tanggal lahir, data pendidikan, data keluarga, dll. 
Kebetulan, saya baru saja mengurus SKCK ini secara offline di Polres Banyumas, Purwokerto. Jadi disini saya ingin berbagi pengalaman membuat SKCK ini. Siapa tahu besok-besok di antara kalian ada juga yang ingin mengurus SKCK ini di tempat ini.
Untuk mengurus SKCK di Polres ini, pertama-tama saya harus membuat surat pengantar dari RT, RW, sampai dengan Kecamatan. Surat p…