Ada sebuah keyakinan yang pasti banyak dipegang oleh banyak orang. "Quality over Quantity". Dalam konteks seorang penyanyi atau musisi, ini bisa diterjemahkan bahwa lebih baik membuat 1 atau 2 lagu dalam setahun dengan kualitas yang sangat baik, daripada menciptakan 20 lagu dalam setahun dengan kualitas yang buruk atau biasa-biasa saja. Kalau istilah anak sekarang kualitasnya "B" aja. Tapi apakah pendapat ini selalu bisa diamini?
Senin, 23 Desember 2019
Mana Yang Kau Pilih, Kuantitas atau Kualitas?
Ada sebuah keyakinan yang pasti banyak dipegang oleh banyak orang. "Quality over Quantity". Dalam konteks seorang penyanyi atau musisi, ini bisa diterjemahkan bahwa lebih baik membuat 1 atau 2 lagu dalam setahun dengan kualitas yang sangat baik, daripada menciptakan 20 lagu dalam setahun dengan kualitas yang buruk atau biasa-biasa saja. Kalau istilah anak sekarang kualitasnya "B" aja. Tapi apakah pendapat ini selalu bisa diamini?
Minggu, 24 Juni 2018
Bangku Prioritas atau Penumpang Prioritas
Sabtu, 12 November 2016
Bandar Udara Ramah Wisatawan
Kamis, 19 Mei 2016
Perihal (Ikhlas) Memberi
Senin, 06 April 2015
From Wacana To Kenyataan
Sebenarnya keinginan membuat usaha sendiri sudah ada sejak lama. Terlebih dulu seringkali ikut terpengaruh kata-kata motivator yang bilang "lebih baik jadi bos di perusahaan sendiri, daripada jadi direktur di perusahaan orang lain". Bukan, saya bukan baru saja membuat sebuah usaha perusahaan konstruksi atau perusahaan dengan kantor megah lainnya. Saya dan keluarga baru saja membuat sebuah usaha angkringan.
Buat yang lahir dan besar di Jakarta mungkin jarang sekali mendengar kata angkringan. Tapi kalau kalian yang lahir dan besar di daerah Jawa Tengah atau DI Yogyakarta, pasti kata "angkringan" sudah menjadi semacam kata "Starbucks" atau "cafe" di kalangan anak muda Jakarta. Simpelnya, angkringan adalah semacam tempat nongkrong dengan menu beragam namun yang pasti selalu ada dan paling terkenal adalah nasi kucing dengan beberapa lauk semacam sate usus, sate telur puyuh, tempe dan tahu bacem. Minuman andalannya tentu sang Jahe Susu atau Kopi Joss, segelas kopi hitam yang dicampur dengan arang yang membara.
Jadi setelah bermimpi dan berniat cukup lama membuat angkringan, sekitar 2 minggu lalu angkringan keluarga saya mulai dibuka. Angkringan kami ini mengambil nama "Angkringan Mbah Darman", yang diambil dari nama almarhum Ayah saya. Sempat mengalami kendala terutama di masalah tempat jualan, akhirnya salah satu keinginan saya untuk membuat usaha terwujud nyata.
2. Membuat reksadana
Sudah lama keinginan membuat reksadana ada dalam diri saya. Mungkin sudah sekitar 1 tahun yang lalu kira-kira keinginan ini mulai muncul. Jadi ceritanya waktu itu saya baru saja mengikuti kelas Akademi Berbagi Jakarta dengan guru Ligwina Hananto, seorang financial planner yang namanya kondang. Nah, pada saat Mba Ligwina mengajar, beliau berkata bahwa
"Coba kalian sisihkan 100-200 ribu dari gaji kalian untuk investasi reksadana. Uang segitu pasti ga kerasa buat kalian yang terbiasa menghabiskan 100-200 ribu untuk nongkrong di kafe atau makan steak, atau untuk bayar paket internet bulanan. Mungkin uang itu yang akan menyelamatkan kalian pada saat kalian kesulitan keuangan di masa depan"Sejak kelas itu, saya bertekad untuk segera membuka reksadana. Dan, tekad saja ternyata tidak cukup ya kawan. Setelah sempat bersemangat menggebu-gebu, bertanya ke beberapa teman yang sudah buka reksadana dan akhirnya satu tahun berlalu cepat hingga beberapa hari yang lalu saya melangkahkan kaki ke kantor salah satu Manajer Investasi di daerah Sarinah. Dan voila, jadilah saya memiliki sebuah akun reksadana milik saya.
Hikmah dari semua ini adalah jangan berhenti untuk mewujudkan mimpi atau keinginan kita, bahkan setelah sekian lama dari pertama kali keinginan itu muncul.Jadi, jangan takut bermimpi (dan mewujudkannya) ya.
Minggu, 01 Februari 2015
Mari Bersyukur
31 Januari 2015
Kisah Pertama
Sekitar pukul 19.00 wib, saya dan istri saya tiba di Indomaret Poin Pasar Baru yang tepat berada di sebelah Hotel Tune, Jalan Samanhudi Jakarta Pusat. Saya kesini karena saya berniat mengerjakan pekerjaan kantor yang akhir-akhir sepertinya kian menumpuk banyak dan dikejar deadline. Tak ada kejadian spesial yang terjadi di sekitar saya. Beberapa orang keluar masuk ke lantai 2 convenient store tempat kami berada. Tepat di hadapan saya dan istri saya, duduk beberapa laki-laki dan perempuan yang tengah berbincang hangat. Saking hangatnya, sesekali mereka tertawa cukup keras hingga memecah konsentrasi saya. Di seberang gerombolan ini, duduk pula beberapa anak yang saya taksir berusia sekitar 14-15 tahun, yang tengah membicarakan teman-teman sekolah mereka. Ya, beberapa kata seperti “tugas” dan “semester” yang membuat saya menyimpulkan mereka masih berusia anak sekolah.
Sekitar pukul 20.00 wib, masuk satu wanita dengan seorang anak di sampingnya. Pikiran saya menyimpulkan mereka adalah seorang ibu dengan anaknya. Sekilas, saya melihat penampilan mereka layaknya orang-orang yang ada di sekitar situ. Awalnya saya perhatikan, mereka seperti menunggu orang lain. Mereka duduk berdua di meja kosong. Tak tampak mereka membawa minuman atau makanan yang lazimnya orang lakukan ketika duduk di bangku-bangku di lantai 2 ini.
Sekitar pukul 22.00, sembari menatap layar laptop saya, saya melihat sang anak yang tadi duduk berdua dengan sang Ibu, dan sempat turun dari lantai 2, tiba-tiba saja menata deretan bangku kosong dan merebahkan dirinya di bangku-bangku tersebut. Yang aneh, ketika ada karyawan Indomaret yang masuk ke lantai 2 untuk membersihkan lantai, karyawan itu sama sekali tak mengusirnya. Bahkan menurut saya sepertinya karyawan tersebut sudah hafal dan mengizinkan anak tersebut untuk tidur di tempat itu.
Lalu kemana sang Ibu yang tadi bersamanya?
Ibu yang tadi bersama sang anak, sejak sang anak tidur, saya perhatikan berada cukup lama di dalam toilet wanita. Sesekali dia keluar lalu menyalakan pengering tangan. Setelah sekitar dua atau tiga kali Ibu itu keluar masuk toilet, Ibu itu lalu menuju ke deretan bangku tempat sang anak tidur. Sang ibu pun duduk salah satu bangku di samping sang anak yang masih tertidur lelap. Setengah jam kemudian, saya melihat sang Ibu seperti dalam posisi tertidur. Diam tak bergerak dalam waktu cukup lama. Hanya sesekali menggerakan kepala dan membenarkan posisi jaket yang menutupi kepalanya.
Kisah Kedua
Masih di tempat yang sama, tiba-tiba masuk seorang bapak tua dengan pakaian lusuh, datang bersama seorang anak laki-laki berusia sekitar 10 tahun yang mengenakan kaos bertuliskan nama salah satu calon presiden di Pilpres 2014 yang lalu.
Setelah mendekati seorang laki-laki dan perempuan yang duduk di sebelah saya, bapak dan anak itu mendatangi saya dan istri saya. Mereka menawarkan jasa semir sepatu. Berhubung saya sedang memakai sandal jepit, maka saya pun meminta istri saya untuk memberikan bapak tersebut uang. Saya sedih karena bapak itu berkata bahwa dia butuh uang untuk makan anaknya. Segera setelah kami beri sejumlah uang yang menurut saya cukup untuk satu kali makan, bapak dan anak itu pergi turun ke bawah.
Sekitar 5 menit setelah kami memberikan uang kepada bapak tersebut, kami pun memutuskan untuk turun dan pulang kembali ke kost. Ketika kami sampai di lantai 1 tempat makanan dan minuman yang dijual, kami melihat sepintas bapak dan anak tadi sedang berada di rak makanan di deretan cemilan dan snack.
Saya tak mau menyimpulkan hal negatif dari apa yang dilakukan oleh bapak tersebut. Hanya saja di Indomaret Poin, pengunjung bisa membeli paket nasi dan lauk yang di siang hari bisa mencapai harga Rp. 25.000 per paket, dengan harga hanya 50 persen dari harga di siang hari. Menurut saya cukup worth to buy dibandingkan membeli snack “bungkus besar isi sedikit” yang harganya bisa mencapai Rp.9.000 per bungkus.
Mari bersyukur atas apa yang Tuhan berikan kepada kita. Terutama untuk kita yang masih punya tempat tinggal, bisa bayar kost, makan tiga kali sehari, sesekali jalan ke mal atau nongkrong bersama teman-teman. Mari bersyukur jika kita masih punya pekerjaan atau usaha sendiri, dan tidak banyak mengeluh tentang bos yang galak, rekan kerja menyebalkan, makanan yang tidak enak, atau rumah yang panas karena tak menggunakan AC.
Saya jadi ingat tulisan di salah satu meme yang sempat beredar di timeline Path saya.
“Bersyukurlah di hari Senin kamu masih punya pekerjaan, bukan sedang mencari pekerjaan”.
Rabu, 24 September 2014
WHY DO I WANT TO BE A MASTER IN LEGAL TRANSLATION?
Sometimes, in the middle of doing my job as a translator, I meet a confusion due to many words that rarely appears now coming up. As example, when I translate an international convention or regulations, I found some words that are hard and difficult to translate. In addition, there is no Legal English Indonesia Dictionary in my office, and the material that I have to translate is between legal terms and aviation terms. And as far as I know, there is no published dictionary that focusing on those matters.
I dream I can study Master in Translation or Applied Linguistic focusing Translation in overseas university or college. And not so long after I come back to Indonesia, I am going to make Legal Aviation English Indonesia Dictionary. I believe my dictionary would be helpful for translators who work on legal and aviation terms.
Kamis, 27 Maret 2014
Kalian HEBAT
Senin, 03 Maret 2014
Perihal Mendengarkan Orang Lain dan Jodoh
Senin, 18 November 2013
Bule Native Speaker Bahasa Inggris Gak Bisa Bahasa Indonesia
Minggu, 17 November 2013
Diplomasi Pacaran Ala Amerika Serikat
| Sumber gambar: http://ictwatch.com/internetsehat/wp-content/uploads/2012/10/privasi.jpg |
Akhir-akhir ini dunia internasional tengah heboh dengan berita bahwa Amerika Serikat menyadap saluran telekomunikasi, baik telepon maupun email, dari beberapa pemimpin negara, yang tak lain adalah negara-negara yang selama ini menjalin hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat . Tak pelak hal tersebut memicu kemarahan dari beberapa pemimpin dunia, di antaranya Presiden Brazil Dilma Rousseff yang langsung membatalkan kunjungan kenegaraannya ke Amerika Serikat di bulan Oktober lalu (dan entah kenapa SBY yang juga menjadi salah satu pemimpin negara yang disadap malah tak bereaksi apapun…).
Minggu, 03 November 2013
Kisah Tempayan Yang Retak
| sumber gambar: hejokor.com |
Minggu, 27 Oktober 2013
Selamat Hari Blogger Nasional
Minggu, 13 Oktober 2013
30 Hari Tanpa "Zona Nyaman" Smartphone
| sumber: http://www.littlehouseliving.com |
Rabu, 31 Juli 2013
Mari Melihat, Mari Merenung
Beberapa hari yang lalu, teman saya menyebar link video ini di grup Whatsapp yang saya ikuti. Mungkin efek setelah menonton video ini akan berbeda-beda bagi setiap orang, tapi saya sendiri sempat menitikkan air mata setelah selesai melihat video ini. :')
Mari melihat, mari merenung.
Selamat menonton. :)
Sabtu, 11 Mei 2013
Apa Semua Harus Dengan Passion?
![]() |
| Sumber foto: sammykirana.blogspot.com |
Kata passion memang lagi ngetren banget di buku-buku motivasi dan seminar-seminar tentang dunia kerja.Bahkan orang-orang pun seakan berbondong-bondong membicarakan passion, dan seakan berbicara tentang passion adalah menjadi kewajiban ketika ditanya tentang masa depan,karier dan hal-hal seperti itulah.
Lalu pertanyaan saya kemudian adalah apakah semua hal yang harus kita lakukan harus berdasarkan passion kita. Dan apakah semudah itukah mengikuti dan mewujudkan passion kita.
Beberapa waktu lalu, saya menonton film berjudul 9 Summer 10 Autumn, sebuah film yang menceritakan kisah hidup Iwan Setyawan. Dalam film tersebut, dikisahkan Iwan Setyawan, yang lahir dan besar di keluarga sangat sederhana, ibunya adalah ibu rumah tangga dan ayahnya adalah seorang sopir angkot. Saking sempitnya rumah yang ditempati Iwan Setyawan dan ia harus tidur berbagi ranjang dengan 4 orang kakak dan adik perempuannya, Iwan Setyawan memiliki mimpi bahwa suatu hari nanti ia ingin memiliki kamar pribadinya sendiri. Singkat cerita, Iwan akhirnya berhasil menjadi Direktur sebuah perusahaan di New York, dan berhasil memiliki kamarnya sendiri. Bahkan, ia telah membangunkan kamar-kamar bagi para keponakannya.
Mengejar dan mewujudkan passion memang sangat penting menurut saya. Tapi selain memikirkan passion, bagi saya ada hal-hal lain yang juga penting ketika kita berpikir tentang masa depan kita. Tanggung jawab kepada orang tua dan keluarga serta membahagiakan mereka semua menurut saya adalah salah satu hal yang penting selain passion. Ada kalanya pula, tanggung jawab menjalankan tugas dan pekerjaan adalah hal lain yang penting selain passion.
Saya jadi ingat ucapan seseorang ketika saya mengikuti diskusi film "Lincoln" beberapa waktu yang lalu. Salah seorang pembicara mengatakan bahwa "tidak semua pekerjaan itu membutuhkan passion. Presiden misalnya. Kita tidak mungkin mempercayakan negara kepada orang yang hanya mengikuti passion-nya". Pikiran saya jadi membayangkan bahwa kita punya Presiden yang sibuk memikirkan passionnya, misalnya musik atau seni, dibandingkan memikirkan negaranya.Hehe..Lucu mungkin ya.
Sekali lagi, mengikuti passsion itu penting. Namun bukanlah yang terpenting. Itu menurut saya ya.
:)
Jumat, 10 Mei 2013
Fitness, Diet dan Pesta Pernikahan
Apa hubungan antara fitness, diet dan pesta pernikahan?
Kalau kamu berharap saya akan menjelaskan secara ilmiah dan teoritis apa hubungan ketiga hal itu, maka lebih baik jangan meneruskan untuk membaca tulisan ini. Karena sebenarnya tulisan ini adalah hasil pikiran iseng saya yang melihat bahwa ternyata fitness, diet dan pesta pernikahan itu memiliki hubungan yang bisa dibilang sangat erat.
Kemarin sore, saya dan teman saya pergi ke tempat fitness di kantor saya. Di tempat fitness tersebut, kami bertemu dengan salah seorang teman yang sedang latihan. Setelah kami ajak ngobrol, ternyata dia bilang bahwa teman saya tersebut akan menikah pada bulan Agustus.
Sepulang dari tempat fitness tersebut, saya jadi teringat dengan beberapa teman kantor saya yang juga rajin fitness dan melakukan diet beberapa bulan sebelum pernikahan. "Biar kebaya dan jasnya muat", begitu kata mereka. Ya intinya mereka menjaga penampilan agar pada saat pesta pernikahan atau resepsi, mereka bisa tampil menawan cantik dan tampan.
Kemudian pikiran saya kembali bertanya, "Sebegitu pentingkah tampil menawan di pesta pernikahan dibandingkan setelah menikah?"
Ya ya ya. Saya tau saya ini belum kompeten bila berbicara soal pernikahan. Lha wong saya sendiri saja belum menikah. Saya sadar si tampil menawan cantik dan tampan itu memang sangat penting. Siapa sih yang gak mau tampil bak raja dan ratu sehari di pesta pernikahan yang diharapkan hanya sekali seumur hidup. Tapi apakah kita hanya ingin tampil menawan hanya pada saat pesta pernikahan?
Menurut saya,baik sebelum menikah maupun setelah menikah,penampilan itu perlu dijaga.Bahkan menurut saya,menjaga penampilan setelah pesta pernikahan jauh lebih penting dibandingkan sebelum pesta pernikahan. Bukankah usia pernikahan kita jauh lebih panjang daripada usia pesta.
Ah sudahlah.Jangan percaya omongan saya soal hal ini karena saya sendiri belum menikah.hehe..
Sabtu, 27 April 2013
Bersyukur atau Mengeluh
Selasa, 15 Januari 2013
Sedikit Renungan Dari Hujan
| sumber foto : http://andybock.com/images/KL/CityDriveRain1.jpg |
Minggu, 14 Oktober 2012
Orang Baik, Banyak Teman
Masa Pertumbuhan Kita
Kalian pasti pernah menerima ucapan dari teman atau saudara kalian dengan bunyi kira-kira seperti ini " Makan yang banyak ya. Kan lagi ...
-
Oleh : R. Benny Murdhani Badan masih pegel rasanya pas nulis tulisan ini. Maklum, abis pulang dari Jakarta. Ngapain ke Jakarta? 4 Septe...
-
Bagi kalian yang sedang mengurus persyaratan LPDP terutama untuk beasiswa Magister ke luar negeri, salah satu syarat yang harus diurus adal...

