Senin, 29 Oktober 2012

Mengibarkan Kualitas Pendidikan Indonesia dengan Gerakan Indonesia Berkibar



Logo Gerakan Indonesia Berkibar

Tanggal 28 Oktober 2012 kemarin, saya dan teman-teman dari @akademiberbagi mendapatkan undangan untuk menghadiri acara peluncuran Gerakan Indonesia Berkibar, yang dilaksanakan di Gedung Arsip Nasional, Gajah Mada, Jakarta Pusat.

Suasana panggung acara
Sekitar pukul 15.00, acara peresmian ini dibuka dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya oleh para tamu undangan yang hadir dengan diiringi paduan suara terlihat kompak dengan seragam merah dan putih. Selanjutnya, acara diisi dengan laporan dan sambutan dari Ketua Umum Komite Gerakan Indonesia Berkibar, Shafiq Pontoh.

Dalam sambutannya, Mas Shafiq Pontoh menyampaikan beberapa hal seputar keadaan pendidikan di Indonesia saat ini yang menjadi latar belakang dicetuskannya  Gerakan Indonesia Berkibar ini. Gerakan Indonesia Berkibar sendiri adalah sebuah gerakan yang mengusung kerjasama Pemerintah Swasta (Public-Private Partnership), yaitu bentuk kerjasama yang diyakini dapat membantu dan turut peduli akan perbaikan pendidikan. Beliau berharap bahwa melalui Gerakan Indonesia Berkibar ini, diharapkan akan lebih banyak pihak yang dapat bergabung dan memberikan kontribusi yang nyata dalam peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

Usai sambutan dari Mas Shafiq Pontoh, selanjutnya giliran sambutan dari Menteri Pendidikan RI, Bapak M. Nuh. Dalam sambutannya ini, Bapak M. Nuh banyak sekali berbicara hal-hal seputar permasalahan pendidikan di Indonesia. Dengan penuh semangat, beliau mengajak seluruh pihak agar bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia bersama Gerakan Indonesia Berkibar.

Sambutan dari Bapak Menteri Pendidikan, disusul dengan acara pembacaan Deklarasi Gerakan Indonesia Berkibar oleh tiga tokoh pemuda pemudi yaitu Iman Usman, Allisa Wahid dan Alexandra Asmasoebrata. Berikut isi deklarasi tersebut:

Kami Putera-Puteri Indonesia, bertekad untuk memajukan:

1.     Pendidikan yang menciptakan manusia Indonesia yang cerdas dan berakhlak mulia.
2.     Pendidikan yang menyejahterakan bangsa dan negara Indonesia.
3.     Pendidikan yang menyetarakan bagnsa Indonesia di kancah internasional.

Usai pembacaan deklarasi tersebut, acara dilanjutkan dengan peresmian dan peluncuran Gerakan Indonesia Berkibar, yang ditandatangani dengan penandatanganan prasasti Gerakan Indonesia Berkibar oleh Bapak M. Nuh. Sedianya acara peresmian acara ini akan dilakukan oleh Presiden RI, namun sore itu tak tampak tanda-tanda kehadiran beliau.

Momen penandantanganan prasasti Gerakan Indonesia Berkibar oleh Bapak M. Nuh
Acara berakhir sekitar pukul 15.45 yang ditutup dengan acara foto bersama tokoh-tokoh yang hadir saat itu yaitu Bapak M. Nuh, Bapak Putra Sampoerna, dan beberapa tamu undangan serta wakil dari beberapa komunitas.

Kilas Singkat Gerakan Indonesia Berkibar 
(dikutip dari buku program yang diberikan kepada tamu undangan)

Seperti yang telah saya tulis di paragraf-paragraf sebelumnya, bahwa Gerakan Indonesa Berkibar ini adalah sebuah gerakan yang mengusung Kerjasama Pemerintah Swasta (Public-Private Partnership) dimana gerakan ini bertujuan untuk membantu dan turut peduli akan perbaikan pendidikan Indoensia, guna mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas dan memiliki daya saing.

Latar belakang dari gerakan yang dicetuskan oleh Shafiq Pontoh ini adalah bahwa kenyataan bahwa perkembangan pendidikan Indonesia maish tertinggal bila dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya. Sementara dari sisi kualitas guru dan komitmen mengajar masih perlu ditingkatkan, dan bangunan sekolah dalam kondisi yang perlu diperbaiki. Pemerataan pendidikan di masyarakat Indonesia secara keseluruhan pun masih menjadi persoalan yang menyebabkan kualitas masyarakat Indonesia tertinggal dibandingkan dengan negara lain.

Lalu apa sih program-program dari Gerakan Indonesia Berkibar ini?
Gerakan Indonesia Berkibar ini mencanangkan empat program dalam prakarsa ini:

  1. Peningkatan profesionalisme guru: memperkenalkan pengetahuan dan keterampilan menyangkut profesionalisme mendasar dan masalah pedagogi bagi para guru.
  2. Kepemimpinan pendidikan dan manajemen sekolah: meluaskan perspektif para pendidik mengenai profesionalisme dan bagaimana asas kepemimpinan digerakkan untuk meningkatkan hasil pembelajaran di sekolah.
  3. Tata kelola sekolah: menggali paradigma-paradigma baru dalam tata kelola sekolah yang mencakup kepemimpinan, budaya sekolah, dan strategi pengembangan profesionalisme untuk pendidik.
  4. Program lanjutan: program ini mengembangkan kapasitas para guru dan kepala sekolah atau komunitas sekolah dalam area yang spesifik.
Terus, siapa saja sih yang terlibat dalam gerakan ini?
Gerakan Indonesia Berkibar ini melibatkan berbagai pihak sehingga dapat memberikan kontribusi dalam bentuk langkah nyata yaitu: 
  1.  Pendukung: yaitu mereka yang memastikan aspirasi para pihak yang peduli akan perbaikan pendidikan tertampung dalam menjalankan fungsi legislasi, misalnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kamar Dagang Indonesia, Pemerintah Daerah, dll.
  2. Mitra: yaitu perusahaan dan institusi yang mengalokasikan daa CSR untuk menjalankan program tanggung jawab sosial berupa perbaikan kualitas pendidikan Indonesia. Yang termasuk dalam kategori mitra misalnya badan usaha milik swasta, lembaga bantuan, perusahaan swasta, dll.
  3. Fasilitator: yaitu mereka yang memiliki program perbaikan kualitas pendidikan di Indonesia. Fasilitator menawarkan program yang dapat membawa pendidikan Indonesia melahirkan calon-calon pemimpin masa  depan yang dapat menjawab tantangan global. Yang termasuk kategori ini misalnya Duta dan relawan, Putera Sampoerna Foundation, Yayasan, LSM, dll.
  4. Influencer: yaitu pemberi pengaruh yang memiliki fungsi meningkatkan pemahaman pentingnya pendidikan melalui penyebaran informasi untuk memperbaiki kualitas guru dan sekolah di Indonesia demi membangun bangsa yang lebih kokoh. DI dalamnya adalah termasuk media, industri hiburan, tokoh masyarakat, blogger, orang tua, siswa, dll.
 Pendidikan adalah urusan kita semua. Jadi marilah kita semua bersama-sama di Indonesia Berkibar berusaha untuk mengibarkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Semangat  

Kamis, 25 Oktober 2012

Celana Panjang Pink




@ditamaniz: @billydekil besok kita ketemuan ya.Kan aku pengen tau wajah kamu.:))

@billydekil: @ditamaniz oke dita sayang.Pasti penasaran ya dengan wajahku..

@ditamaniz: @billydekil huss...udah sayang-sayangan aja. :P Iya penasaran coz kamu avatarnya pake fotonya Brad Pitt terus. Kita ketemu duluan saja ya besok.

@billydekil: @ditamaniz oke sayang.upss... trus kita besok ketemu dimana dit?

@ditamaniz: @billydekil gimana kalo di pasar pondok gede aja..

@billydekil : @ditamaniz Masa di pasar? Di mallnya aja kan bisa..

@ditamaniz: @billydekil Kan biar kopi darat kita ini unik dan dikenang..Kalau gak mau yaudah..

@billydekil: @ditamaniz Hehe..Jangan marah dong. Oke oke, jam berapa kita ketemu? Kamu mau pake baju apa?

@ditamaniz: @billydekil Ga marah kok. :) Jam 9 di Pasar Pondok Gede ya. Aku besok pake baju pink dan celana biru.

@billydekil: @ditamaniz Oke. Aku pake baju hitam dan celana jeans biru ya.

@ditamaniz: @billydekil Emm..pasti bakal banyak yang pake pakaian kayak gitu. Gimana kalo baju hitam dan celana pink

@billydekil Hahh..Masa pake pink? RT @ditamaniz: @billydekil Emm..pasti bakal banyak yang pake pakaian kayak gitu. Gimana kalo baju hitam dan celana pink

@ditamaniz: @billydekil Yaudah kalo ga mau. Kita ga usah ketemuan aja.#ngambek

@billydekil: @ditamaniz Ee....Yaudah deh aku nurut demi kamu. Aku besok pake baju hitam celana pink.

@ditamaniz Nah gitu dong :)) RT @billydekil: @ditamaniz Ee....Yaudah deh aku nurut demi kamu. Aku besok pake baju hitam celana pink

@ditamaniz: @billydekil sampai jumpa besok sayang...#upss Jangan telat ya

@billydekil: @ditamaniz oke say..*sinyal ilang* :))

Wajahku tersenyum
“Jam 9 di Pasar Pondok Gede”,

Segera aku berjalan menuju ke lemari. Menyiapkan baju hitam dan celana pink untuk kupakai besok.

“Aku harus datang lebih cepat dari @billydekil yang asli.”, kataku dalam hati.

Usai menyiapkan baju dan celana untuk besok, kubuka lagi twitterku. Jemariku mulai menari di keyboard laptopku.

@bimakila: Semoga besok aku mendapatkan wanita impianku itu.

Selasa, 23 Oktober 2012

Sate Sepuluh Tusuk





sumber foto; resepmasakan.biz

Angin malam berhembus menerpa tubuhku yang terbungkus rapat oleh jaket. Malam ini memang terasa lebih dingin daripada malam-malam sebelumnya.

 Biasanya sampai jam 10 malam seperti ini, taman kota ini masih ramai dengan orang-orang, baik yang sedang asyik berpacaran di sudut taman yang agak rimbun, maupun yang hanya nongkrong dan ngobrol di pinggir-pinggir taman, tempat aku biasa meletakkan gerobak sateku dan berjualan disana. Tapi malam ini, hanya beberapa orang tukang becak saja yang berkumpul di sekitar taman ini.

Sepi.. Untunglah daganganku telah laris dari jam 7 tadi aku buka. Tinggal tersisa sepuluh tusuk sate kambing saja di wadah tempat aku biasa meletakkan sate-sate yang belum matang dibakar.

“Bang Madun, sate kambingnya sepuluh tusuk ya.”, suara seseorang memanggilku. Suara yang kukenal.
Kubalikkan badanku yang sedari tadi melihat ke arah para tukang becak yang tengah asik bermain kartu di pinggir taman.

Ternyata Pak Heru, pelanggan setia sate kambingku, yang rumahnya tak jauh dari taman kota ini. Itu yang selalu dia katakan padaku, karena sampai sekarang tak pernah sekalipun aku mampir atau melihat dimana rumahnya.

“Cuma sepuluh tusuk aja ni Pak Heru? Gak kurang? Biasanya beli 30 tusuk Pak...hehe”, candaku kepadanya.

Pak Heru hanya tersenyum dan berkata
“Gak Bang. Sepuluh tusuk saja. Biasanya saya beli sebanyak itu kan karena anak dan istri saya ikut makan juga. Lha ini yang sepuluh khusus buat saya.hehe..”

“Oh begitu ya Pak Heru. Kebetulan memang sate saya tinggal tersisa sepuluh tusuk sate kambing ini.”.

“Saya siapkan dulu ya Pak.”, kataku sembari mulai menyiapkan sepuluh tusuk sate kambing yang akan kubakar. Bara api memang selalu siap membara, karena untuk berjaga setiap ada pembeli yang ingin membeli sateku ini.

10 Menit kemudian

“Ini Pak Heru satenya. Bayarnya tunai atau kredit ni.”, candaku lagi pada Pak Heru, karena setahuku Pak Heru adalah seorang petugas di bank yang mengurusi kredit. Entah apa lah itu istilahnya.

Pak Heru hanya tersenyum. Sembari menyerahkan uangnya kepadaku, ia berkata
“ Ah si abang bisa-bisa aja. Ini bang uangnya”

“Makasih ya Pak Heru. Hati-hati di jalan ya.”, kataku padanya.

Pak Heru nampaknya tak mendengar perkataanku tadi. Ia langsung saja menyalakan motornya, lalu menjalankannya menyusuri jalanan menjauhi taman kota.

Segera setelah Pak Heru pergi meninggalkan gerobakku, kubereskan alat-alat pembakaran sate dan bangku-bangku plastik tempat biasa para pelanggank u duduk. Setelah menyapu tempat aku berjualan dan mencuci piring-piring kotor yang menumpuk di ember, kubereskan gerobakku dan berjalan pulang.


***

Malam berikutnya di taman kota

“Selamat malam Bang Madun.”, seorang gadis cantik remaja tiba-tiba menyapaku.

“Iya dik. Ada apa ya dik. Mau beli sate berapa tusuk?”, tanyaku kepadanya. Pertanyaan yang memang selalu aku tanyakan kepada setiap orang yang datang ke gerobakku ini.

“Nama saya Ani Bang. Saya anaknya Pak Heru. Saya dengar ayah saya sering sekali membeli sate disini.”

“Oh, anaknya Pak Heru ya. Pasti mau beli sate buat bapaknya ya?”, tanyaku.
Rona sedih seketika muncul dari wajah remaja berusia kira-kira belasan itu. Matanya berkaca-kaca seolah menahan air mata yang datang tiba-tiba.

“Gak Bang. Saya kesini tidak untuk membeli sate untuk bapak saya. Saya justru ingin menanyakan apakah Bapak saya punya utang piutang ke Bapak, karena tiga hari yang lalu Bapak saya meninggal terkena serangan jantung. Dan saat-saat terakhir itu, dia bilang bahwa dia sedang ingin makan sate kambing Bang Madun ini.”

Aku terdiam mematung tanpa ada reaksi apapun.
Rasa takut sekaligus bingung muncul di hatiku.

“Kalau Pak Heru itu meninggal tiga hari yang lalu, berarti Pak Heru yang semalam datang itu siapa...”
Seketika bulu kudukku berdiri.

Dua Puluh Kata



 Museum Fatahillah di kala minggu memang begitu ramai disesaki para pengunjung. Ditambah terik matahari di luar sana yang membuat suasana siang ini di tempat ini menjadi sangat panas.

Selembar kertas ini masih kupegang di tanganku. Kertas berisi dua puluh kata yang sedari tadi membuat aku dan 2 orang anggota timku kebingungan mengartikannya. Sudah hampir seperempat jam, kami berusaha mengotak-atik dua puluh kata ini, berusaha mengartikan petunjuk kemana dan dimanakah pos kedelapan alias yang terakhir dalam perlombaan ini.

Ya, Jakarta Eight Race, itulah lomba yang saat ini aku dan timku sedang ikuti. Sudah dari pagi tadi kami berputar-putar di sekitar Jakarta. Mulai dari Ancol, Bundaran HI, Pasar Baru, Stasiun Jatinegara, Ragunan, Monas hingga saat ini kami sudah ada di pos ketujuh di Museum Fatahilah Kota Tua. Dan setelah tadi tim kami menyelesaikan tantangan di pos ketujuh ini, sekarang petunjuk dimana pos kedelapan itu ada di dua puluh kata ini.

AKU BERDIRI MENJULANG KE LANGIT.
BERSIAP MENGARUNGI ANGKASA.
DULU AKU TERLIHAT GAGAH.
KINI AKU TERJEPIT DI ANTARA KUDA-KUDA BERLARIAN.

Itulah dua puluh kata petunjuk dimana letak pos kedelapan.

“Sepertinya kita harus ke bandara Soekarno Hatta kawan. Lihat saja kata-kata bersiap mengarungi angkasa. Itu menandakan pesawat bukan?”, kata Yoga, salah satu anggota timku.

Aku mengangguk-angguk kecil. Berusaha mencerna perkataan Yoga dengan logika, sembari menatap kedua puluh kata petunjuk itu.

“Eits tunggu dulu, Bill. Kalau memang yang dimaksud itu pesawat, berarti ada dua kemungkinan tempat yang harus kita datangi. Halim atau Soekarno Hatta. Gimana menurutmu Rob?”, tanya Gery kepadaku.

Aku berpikir sejenak. Berusaha berpikir keras agar jangan sampai kami pergi ke arah yang salah.
“Emm..masuk akal si kalau mengartikan aku ini sebagai pesawat. Tapi aku masih bingung dengan kata-kata kuda ini. Memang di Halim ataupun Soekarno Hatta masih banyak kuda?”

Kedua temanku hanya diam mendengar perkataanku. Mungkin ada benarnya juga kata-kataku tadi dan membuat mereka semakin bingung.

Kulihat panitia yang tengah memberikan tantangan kepada tim lain yang baru saja datang. Melihat sudah ada tim lain yang datang, aku sebagai pemimpin di timku ini menjadi semakin gugup karena bisa saja tim lain bisa lebih cepat mengartikan petunjuk dan segera menuju ke pos kedelapan. Dan itu artinya, kesempatan kami untuk memenangkan perlombaan berhadiah uang tunai 50 juta ini semakin kecil.

Gery tiba-tba berkata kepadaku. Mengembalikan pandanganku untuk fokus ke anggota timku.
“Rob, bukannya kuda itu bisa diartikan mobil ya. Kuda besi. Gimana Yog, bisa tidak seperti itu?”

“Betul juga kamu Ger. Jadi gimana, kemana kita Rob. Soekarno Hatta atau Halim?”, tanya Yoga lagi kepadaku.

Aku masih terdiam menatap kertas ini. Kata-kata Yoga dan Gery tadi masih melayang-layang di otakku. Berusaha mencari petunjuk lain yang bisa memastikan dimana lokasi pos kedelapan.

ANGKASA, GAGAH, TERJEPIT, KUDA, MOBIL...

Aku memejam sejenak. Mencoba mengingat-ingat dan menerka dimana kiranya pos kedelapan itu. Aku masih membayangkan apa ada pesawat yang terjepit di antara mobil-mobil...

“Tunggu dulu teman-teman. Aku masih berpikir, apa mungkin ada pesawat terjepit di antara mobil di kedua bandar udara itu.”, kataku pada timku.

Gery dan Yoga hanya mengganguk kecil. Aku yakin perkataanku tadi malah membuat mereka semakin bingung.

AKU, ANGKASA, GAGAH

“Angkasa ya”, pikirku.
“Aku...angkasa...Emm..”
Aku masih membayangkan kata AKU ini adalah orang. Sama seperti waktu kami menemukan pos di Bunderan HI dimana petunjuknya adalah KAMI BERDUA MENYAMBUT ANDA. DI TENGAH LINGKARAN AIR YANG INDAH.

“Superman kali ya Rob..hehe”, celetuk Yoga kepadaku.
“Huss...Jangan becanda kamu Yog. Robi lagi mikir serius tuh..”, kata Gery pada Yoga.

Aku kembali menatap kertas petunjuk itu.
“Aku tahu kita harus kemana kawan. Aku sudah tahu dimana pos kedelapan itu.”

Yoga berkata.
“Wah hebat Rob. Memang menurutmu dimana pos kedelapan itu?”

Aku tersenyum kepada kedua teman timku ini
“Pos kedelapan itu ada di Patung Pancoran kawan.”

“Kok bisa Rob. Kan tidak ada pesawat disana?”, tanya Gery.
Sudah kuduga ada yang bertanya seperti itu.

“AKU disini berarti orang. Dan ketika tadi Yoga nyeletuk soal Superman, aku langsung berpikir tentang manusia angkasa. Dan kamu tahu, manusia angkasa itu adalah sebutan untuk Patung Pancoran.”, kataku menjelaskan pada mereka.

Yoga bergantian bertanya.
“Terus apa artinya TERJEPIT DI ANTARA KUDA-KUDA BERLARIAN” Rob ?

“Nah, KUDA itu memang benar artinya mobil. Aku pernah lihat foto kawasan Patung Pancoran itu di tahun 1966, dimana memang patung itu menjadi terlihat menjulang tinggi gagah. Tapi lihat sekarang kawan, sekarang patung tersebut terjepit oleh jalan layang dan jalan tol dimana mobil-mobil melaju di jalan layang dan tol itu. Betul kan teman-teman?”

Kedua temanku mengangguk mendengar penjelasanku. Wajah gembira terpancar dari senyum  mereka
“Mantaaaappp Robi. Aku malah tidak berpikir sampai situ. Betul juga ya. Patung Pancoran memang sekarang sudah terjepit di antara jalan dan menjadi tidak terlihat gagah lagi.”, kata Yoga.

“Yasudah kawan. Hayo kita langsung saja pergi kesana saja.” ajakku pada Yoga dan Gery.

Kami pun segera bergegas menuju pos kedelapan. Sudah terbayang di otakku bahwa kami akan memenangka Jakarta Eight Race ini.

Masa Pertumbuhan Kita

Kalian pasti pernah menerima ucapan dari teman atau saudara kalian dengan bunyi kira-kira seperti ini " Makan yang banyak ya. Kan lagi ...