Minggu, 14 Oktober 2012

Orang Baik, Banyak Teman



Ya ya ya. Pertama kali melihat video di atas pas tanpa sengaja salah satu orang yang saya follow memberi link video ini. 

Terharu sekali rasanya setelah melihat video ini. Betapa romantisnya seorang Brad, yang meminta bantuan teman dan keluarga, untuk membantu dia dalam melamar Emily. Tapi yang membuat saya berpikir bukan tentang keromantisan cara melamar Brad. Yang membuat saya ingin menulis tulisan ini adalah betapa ternyata orang baik memang akan mempunya banyak teman yang baik pula.

Kenapa saya bilang begitu?
Bayangkan saja, dalam video tersebut banyak sekali orang yang terlibat dalam "lip-dub" yang digunakan untuk melamar Emily. Andai saja Emily dan Brad bukanlah orang baik, apakah ada orang-orang yang dengan sukarela membantu mereka dan datang demi acara lamaran mereka?

Saya percaya bahwa kita itu tidak akan pernah bisa terlepas dari bantuan dari teman-teman kita. Saling membantu dan menolong. Jadilah orang baik, dan orang pun akan baik terhadap kita. Sedang menjadi baik saja pasti masih ada yang tidak suka kita, apalagi kalau kita jadi orang jahat.


Lalu Tangan Kita Buat Apa?



Usai makan dari sebuah kotak styrofoam, seorang Bapak meletakkan kotak bekas makanannya itu di bawah kursi tempat ia duduk. Tak lama setelah itu, seorang ibu petugas kebersihan mengambil kotak styrofoam milik Bapak itu dan membuangnya ke tempat sampah yang hanya berjarak 5 meter dari kursi tempat Bapak itu duduk.

Kejadian di atas tersebut bukanlah sebuah kejadian yang saya karang sendiri. Kejadian itu nyata saya lihat dengan mata kepala saya sendiri, ketika saya sedang duduk menunggu di Terminal 2B Bandara Soekarno Hatta. Di tengah suasana mengantuk dan membosankan saat menunggu, kejadian tersebut sungguh membuat hati dan pikiran saya tergelitik.

Apa sebab?
Seringkali kita memang tidak melakukan hal yang sebenarnya bisa kita lakukan, hanya karena sudah ada orang yang ditugaskan untuk melakukan hal tersebut. Kejadian di atas adalah contoh nyata dari pernyataan saya tersebut. Seorang Bapak yang sebenarnya dan seharusnya bisa membuang sampah kotak styrofoamnya ke tempat sampah yang hanya berjarak 5 m dari tempat dia duduk, tapi nyatanya ia tak mau beranjak dari tempat duduknya dan hanya meletakkan sampahnya itu di bawah kursinya, menunggu petugas kebersihanlah yang membuang sampah tersebut ke tempat sampah.

Saya jadi membayangkan jika suatu hari tangan kita diambil oleh Tuhan karena tangan kita dianggap terlalu malas untuk melakukan hal-hal yang sangat mudah dan bisa dilakukan. Sebelum hal itu terjadi, saya lebih memilih untuk tidak malas dan menunggu orang lain melakukan hal yang sebenarnya dengan mudah kita lakukan. Saya jadi malu kalau orang yang sehat fisik dan jasmani saya ini menjadi pemalas, sedangkan di luar sana banyak orang yang berkekurangan fisik, namun banyak melakukan sesuatu untuk sesama.

Jadi, mau digunakan untuk apa tangan kita?

Rabu, 10 Oktober 2012

Review Buku “Kata Hati, Sebutlah Itu Cinta” dari @benzbara_



Judul Kata Hati, Sebutlah Itu Cinta  
No. ISBN 9786022200635 
Penulis Bernard Batubara 
Penerbit Bukune 
Tanggal terbit Juli - 2012 
Jumlah Halaman 204 


Secara garis besar, benang merah novel ini adalah cinta segitiga. Bermula dari Randi yang sedang menjalani masa-masa galau dan sedihnya setelah setahun yang lalu ditinggal Dera, wanita yang sudah dipacarinya selama 5 tahun. Ia memutuskan Dera karena dirinya memergoki pacarnya tersebut berselingkuh dengan beberapa lelaki lain. Di masa-masa “penyembuhan luka hati” inilah Randi bertemu secara tidak sengaja dengan Fila di sebuah kafe dimana Randi dan Dera dulu kerap kali menghabiskan waktunya disana. Ketika hubungan Randi dan Fila semakin dekat, ternyata Dera datang kembali dari Jakarta, tempat ia meneruskan hobi modellingnya, ke Jogjakarta hanya untuk menemui Randi dan memintanya kembali menjadi kekasihnya. Apakah Randi akan kembali kepada Dera, wanita yang pernah menyakiti dan meninggalkan luka yang besar di hatinya, atau ia akan memilih Fila, wanita yang baru ia temui dan mulai mengisi hari-harinya dan menyembuhkan luka hatinya?

Jujur saja, saya ini jarang sekali membaca novel-novel cinta yang bertema romantis. Alasan saya ya karena kebanyakan novel romantis itu biasanya terlalu menye-menye atau mendayu-dayu. Namun novel ini memberi saya wacana baru bahwa ternyata romantis itu tak harus selalu mendayu-dayu. Mungkin karena sudut pandang bercerita di novel ini kebanyakan mengambil sosok Randi sebagai fokus utama.

Di novel ini, kita bakal banyak beberapa kata-kata “galau” yang bagus menurut saya. Mungkin karena sosok @benzbara_ yang memang memulai karir menulisnya dengan menulis dan menerbitkan buku-buku puisi dan sajak. Berikut beberapa kutipan kata dari novel ini yang merupakan kutipan favorit saya:

“ Sesuatu yang membuatmu pergi͵ pada saatnya menjadi sesuatu yang membawamu pulang kembali."

"Apa artinya luka kalau ia tak memberikanmu pelajaran apa-apa"


Salah satu kelemahan dari novel ini menurut saya adalah terlalu mudahnya alur cerita yang dibuat. Saya sudah bisa menebak bagaimana akhir cerita dari cinta segitiga Randi, Dera dan Fila, yang ternyata tebakan saya tersebut benar. Konflik yang dimunculkan pun terasa kurang "menggigit" sehingga cerita terasa datar-datar saja.

Sekali lagi, meski dengan kekurangan yang saya sebutkan di atas, novel ini tetap enak dibaca kok. Apalagi dengan gaya bahasa @benzbara_ yang tidak terlalu bertele-tele dibandingkan beberapa novel-novel romantis lain yang pernah saya baca. Titik lemah sebuah novel romantis memang kadang seorang penulis akan sangat banyak sekali bermain dengan paragraf-paragraf deskriptif, yang kadang bila terlalu banyak malah akan membuat pembaca bosan dan tidak meneruskan untuk membaca. Untunglah novel ini menurut saya tidak termasuk kategori tersebut.

Tips untuk membaca buku ini adalah bacalah pada saat hujan turun, sembari menyesap secangkir cokelat panas dan ditemani lagu Fix You-nya Coldplay, atau lagu-lagu dari Adhitia Sofyan, yang memang banyak muncul dalam novel ini. Bersiaplah untuk galau sepanjang hari.hehe..

Selamat membaca


Senin, 01 Oktober 2012

Review Buku: The Not So Amazing Story of @amrazing





Pengarang: Alexander Thian (@amrazing)
Penerbit: Gagas Media
Tahun Terbit: 2012
Jumlah Halaman: 220 hal


Karena kita tidak bisa menilai isi sebuah buku dari covernya saja, apalagi judulnya saja. Ungkapan itu menurut saya tepat sekali untuk menggambarkan bagaimana isi buku ini.

Berisi 12 kisah ajaib, unik, dan kocak yang sungguh membuat saya terpingkal-pingkal ketika membacanya. Namun setiap cerita nan kocak tersebut, selalu Alexander Thian atau @amrazing ini tambahkan dengan pelajaran-pelajaran hidup yang ternyata tak selalu diajarkan Tuhan melalui cara yang serius. Dalam kisah nyeleneh dan lucu sekalipun, selalu ada hikmah yang bisa kita maknai.

Simak saja salah satu penggalan kisah yang ada di cover belakang berikut ini.

BAPAK itu merogoh kantong celananya, lalu mengeluarkan bergepok-gepok uang,

"Nih! Sekian belas juta!"

Bahkan setelah menghitung sekian belas juta, sisa uang di tangan Bapak itu masih bnayak. Faka bahwa bajunya lusuh, serta handphone lamanya buluk segera terlupakan. Rupanya Bapak ini orang tajir yang takh tahu cara berdandan serta belum melek teknologi. Terkadang manusia memang hanya memandang penampilan luar. Menghakimi bahwa sebuah buku pasti jelek isinya hanya karena cover yang buruk.

Berlama-lama si Bapak mengagumi handphone terbarunya. Setelah puas, ia kembali bertanya hal yang paling penting.

"Dek, gimana cara main Fesbuk?" Terus, internet itu apa sih?".


 


Minggu, 30 September 2012

Gangnam Style, Invasi Baru Korea Selatan


Korea Selatan seakan tak pernah berhenti menginvasi dunia hiburan dunia. Setelah sederet nama seperti Girl Generation, Super Junior, Big Bang, dan boyband atau girlband asal Korea yang sukses dengan musik K-POP, kini muncul lagi satu tren yang muncul, yaitu Gangnam Style.

Ya, akhir-akhir ini, Gangnam Style ini menjadi semacam tren yang mendunia. Tak hanya ke menyebar ke Asia saja, tapi tren ini sudah menyebar sampai ke Negeri Paman Sam, Amerika Serikat. Gangnam Style sendiri adalah tarian yang pertama kali dipopulerkan oleh salah seorang rapper asal Korea bernama Psy. Dengan gaya tari yang unik, yaitu seperti gaya orang memacu kuda, Gangnam Style ini dalam sekejap menjadi populer di kalangan masyarakat dunia.

Melihat fenomena Gangnam Style sendiri, saya memiliki dua hal yang ada di pikiran saya. Yang pertama adalah bagaimana fenomena Gangnam Style ini bisa begitu saja meledak. Menurut pendapat saya, cepatnya Gangnam Style ini meledak di pasaran adalah karena masyarakat sendiri mulai sedikit merasa jenuh dengan penampilan boyband dan girlband K-POP yang seakan tak ada bedanya antara satu grup dengan grup lain. Kehadiran Psy dengan Gangnam Style itu menjadi semacam oase di tengah-tengah gurun “K-POP” yang dipenuhi pria tampan dan wanita cantik. Psy hadir memberikan “warna” yang berbeda di dunia hiburan Korea Selatan dan dunia.

Namun, setelah hal pertama tersebut, ada hal kedua yang terpikir dalam pikiran saya terhadap Gangnam Style, yaitu bagaimana Gangnam Style sendiri sebenarnya adalah salah satu upaya diferensiasi dari dunia hiburan Korea Selatan untuk menginvasi dunia hiburan di seluruh dunia. Gangnam Style muncul sebagai salah satu “produk jualan baru” yang ditawarkan oleh Korea Selatan, setelah sebelumnya produk “K-POP” mereka laris manis di pasaran penikmat hiburan di seluruh dunia.

Mungkin setelah K-POP dan Gangnam Style, Korea Selatan akan terus melakukan diversifikasi dunia hiburan mereka dengan film komedi atau horror Korsel, atau K-Rock. Kita tunggu saja serangan Korea Selatan berikutnya.

Masa Pertumbuhan Kita

Kalian pasti pernah menerima ucapan dari teman atau saudara kalian dengan bunyi kira-kira seperti ini " Makan yang banyak ya. Kan lagi ...