Kamis, 01 Desember 2011

SMS Terakhir Untuk Ranti


Hujan masih mengguyur Jakarta sore ini. Membuat Jakarta yang biasanya panas terik menyengat menjadi lebih ramah terhadap penghuninya. Sesosok manusia masih duduk di depan laptopnya.

“Goodbye November”. 2 kata itu sedari tadi terngiang-ngiang di pikiranku. Sejak tadi kubaca di timeline @nulisbuku di twitter tentang proyek menulis dengan tema Goodbye November, dan sudah hampir 2 cangkir teh manis hangat habis, halaman Wordku masih saja belum satu halaman terisi. Kenapa dengan diriku? Kenapa aku yang biasanya lancar menulis hingga berpuluh-puluh halaman, kini merasa stuck dan sedari tadi hanya memandangi layar laptop dengan tanpa sedikit pun tulisan yang ada. Apa karena moodku sedang tidak enak.

Memang, sejak berpisah dengan Ranti 2 hari yang lalu, mood alias perasaanku jadi tidak menentu. Bagaimana tidak, Ranti yang sudah menemaniku hampir 9 tahun lamanya, ketahuan selingkuh dengan teman sekampusnya, Andi. Betapa hal itu benar-benar membuat hatiku hancur lebur tak karuan, dan membuat diriku tidak fokus mengerjakan segala sesuatu.

“Duarrrrrrr.....”. Suara petir itu membangunkanku dari lamunan kesedihanku. Kembali kutatap layar laptopku.

“Goodbye November”, gumamku.
 “Kepada siapa dan apa aku mengucapkan selamat tinggal?” tanyaku dalam hati.

Kuklik Mozilla Firefox-ku. Masih terpampang di sana pengumuman proyek menulis ini.

Kini saatnya ucapkan selamat tinggal kepada 'November'-mu. 'November' di sini bisa diterjemahkan menjadi apa pun yang ingin kamu tinggalkan, misalnya, bisa saja 'November' ini adalah kebiasaan-kebiasaan buruk yang selalu kita lakukan. Semoga dengan mengikuti proyek menulis kali ini kita bisa sembuh, dan menjadi lebih baik? Menulis itu menyembuhkan, bukan? :)  

“Apa pun yang ingin kamu tinggalkan. Hmmm...”, pikirku.
Segera saja hatiku menyebut kata “RANTI”.
“Aku harus bisa melupakan Ranti dan harus melanjutkan hidupku tanpa dia”, bibirku berkata.

“Ya benar. Aku tidak bisa hidup memikirkan masa laluku dengan dia terus menerus. Aku harus kembali seperti dulu. Semangat dan ceria”, kuucapkan kata-kata itu sembari mengepalkan tangan.

Segera setelah itu aku bertekad untuk menghapus semua memoriku dengan Ranti. Ingin kubuang semua barang yang ada hubungannya dengan Ranti. Kucari dan kukeluarkan barang-barang yang mengingatkanku pada Ranti. Jam tangan kado ulang tahunku dari Ranti, sobekan tiket film “Breaking Dawn” yang terselip di dompet, foto dan barang – barang lain yang membuatku ingat Ranti. Kumasukkan semuanya ke dalam kantong plastik hitam.

“Hahahaha.....” tawa puas dari bibirku.
“Apa lagi ya...?”
“Handphone. Ya...Aku harus menghapus nomornya dan semua smsnya dari handphoneku”.

Kuambil handphoneku yang tergeletak di meja. Kulihat tulisan itu di layar.
“1 NEW MESSAGE”.
“Dari siapa ya”. Tanyaku
Ranti Sayangku +6281989098290
Mas, maafin kesalahanku kemarin ya. Ternyata Andi tak lebih baik dari kamu. Aku ingin kita balikan lagi. Aku sayang kamu dan aku tau kamu juga masih sayang aku. Maafin aku ya”

Ku bersorak kegirangan. Tapi ...... bagaimana janjiku tadi.
Bagaimana dengan “Goodbye November yang sedari tadi kupikirkan.

Aku terdiam. Kuketik 4 kata pertamaku di layar laptopku. “SMS TERAKHIR UNTUK RANTI”.

*Catatan: Cerita ini saya kirimkan untuk proyek #GoodbyeNovember -nya nulisbuku.com

Rabu, 30 November 2011

Desain Kaos #1 : Mengingat Masa Lalu

Sudah lama sekali saya tidak mendesain kaos. Mungkin sudah sekitar 2 tahunan.
Berikut beberapa desain kaos yang pernah saya buat. Saya mengambil templatenya hasil dari searching di google.

 Desain 1 : Umaka Unsoed
Desain 1 ini saya buat Unit Kegiatan Mahasiswa Katolik Unsoed, salah satu UKM yang saya ikuti selama berstatus mahasiswa. Berhubung waktu itu ada wacana kalau Umaka mau bikin kaos UKM, jadilah saya iseng desain buat Umaka. Walau akhirnya cuma dicetak satu buat oleh-oleh Frater Herry di hari perpisahannya (dengan warna kaos putih), tapi saya puas dengan desain saya ini.

 Desain 2 : lomography invasion

Kalau desain "lomography invasion" ini saya buat pas saya lagi getol-getolnya fotografi di tahun 2009-an. Berhubung sudah terlalu banyak desain yang bergambarkan kamera DSLR, jadi saya sengaja bikin desain kaos dengan tema lomo ini. Saya mendesain kaos ini dengan sablonan raster karena waktu itu emang lagi ngetren banget kaos dengan desain raster. Foto-foto yang saya pakai sendiri hasil dari comot sana-sini google.



 Desain 3: moscha #1 (my future clothing label)

Kalau yang desain 3 ini, merupakan desain pertama saya untuk proyek clothing label saya MOSCHA. Saya memang dari dulu suka dengan kata MOSCHA dan bermimpi suatu saat punya clothing label sendiri dengan nama MOSCHA.

Desain 4 : elite photography 1         


Desain 5 : elite photography 2

Kalau desain 4 dan 5 saya buat waktu saya masih sibuk mengurus Elite Photography, klub fotografi yang saya dan beberapa teman-teman di Sastra Inggris Unsoed bentuk.

Software yang saya gunakan untuk mendesain kaos-kaos saya tersebut adalah Adobe Photoshop CS 2 dan Corel Draw X4. Berhubung saya masih pemula, jadilah kaos-kaos hasil desain saya terlihat masih sederhana sekali.


Senin, 28 November 2011

Kupon Diskon, Gaya Baru Berbelanja (Hemat atau Boros)




"Secret Deal! Hanya Rp 12.500 (Nilai Rp 25.000) untuk buku favorit kamu di Gramedia Book Store" (Dealkeren.com)
 Penggalan kata tersebut saya ambil dari penawaran diskon dari dealkeren.com, salah satu pelopor situs penawaran kupon diskon belanja di Indonesia.

Dealkeren, disdus, kriskros, deal adalah beberapa nama situs yang akhir-akhir ini menjadi situs langganan bagi para penggila belanja.Situs-situs tersebut menawarkan beragam kupon diskon belanja, mulai dari produk makanan, paket wisata, perawatan kecantikan, buku dan beragam jenis produk atau paket, dengan besaran diskon beragam. Kebanyakan berkisar antara 20-60 % dari harga normal.

Fenomena maraknya situs-situs seperti ini bisa dipandang negatif dan positif, tentunya menurut kacamata saya. Sisi positifnya adalah dengan semakin larisnya kupon-kupon diskon belanja seperti sekarang ini, itu artinya masyarakat Indonesia semakin pintar dalam menyiasati bagaimana agar dapat menikmati produk dengan value yang sama, tapi dengan harga yang jauh lebih murah. Singkatnya, masyarakat Indonesia semakin cenderung untuk lebih hemat dalam berbelanja.

Trus kalo gitu apa dong sisi negatifnya?
Hal inilah yang sebenarnya saya cermati dari fenomena ini. Semakin banyaknya penawaran kupon diskon belanja untuk beragam jenis produk, makanan, paket wisata, dll menurut kacamata saya malah semakin membuka pintu yang lebar untuk budaya konsumtif bagi masyarakat Indonesia. Yang saya maksud, memang penawaran kupon diskon akan menghemat pengeluaran anda. Tapi bayangkan kalau dengan adanya penawaran kupon diskon, anda malah membeli kupon diskon yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Kita hanya bersikap reaktif untuk membeli hanya karena kita takut kehilangan momen diskon tersebut. Bukankah tindakan tersebut malah menjadi sebuah pemborosan.

Sekarang tergantung anda sendiri menyikapinya. Mau hemat atau boros, semua ada di tangan anda.
Selamat berbelanja (dan berpikir).

Kamis, 24 November 2011

Kuliner #5 (Jakarta) : Warung Belakang POM Bensin Antasari


Kalau biasanya saya ngereview makanan atau tempat makan yang jauh dari rumah,kali ini saya pengin cerita tempat makan yang tiap kali saya pulang kantor pasti ngelewatin.

Warung yang entah apa namanya ini terletak di Jalan Pangeran Antasari,tepatnya di belakang POM Bensin di daerah Cipete Utara. Jam bukanya saya tidak tahu pasti,tapi tiap kali saya melintas sekitar jam 6 sore,warung ini sudah buka.


Menu yang disediakan di tempat ini bermacam-macam,meski semuanya berbau digoreng. Jadi ada ayam goreng,lele goreng,tahu tempe goreng,cumi goreng,ikan kembung goreng,dll. Karena malam itu saya pengin makan malam, jadilah saya memesan ayam goreng plus segelas teh manis hangat sebagai pelepas dahaga.

Segera setelah saya memesan, teh manis hangat saya sudah ada di meja. Awalnya sempat ragu dengan rasa tehnya,karena warnanya terlihat bening alias tidak terlalu merah.Namun setelah satu teguk masuk k kerongkongan, keraguan itu hilang dan cuma bisa bilang "enak juga tehnya".

Sekitar 10menit menunggu,datanglah ayam goreng pesanan saya. Menu utama yaitu ayam goreng disajikan bersama potongan kemangi, irisan ketimun,plus sambel terasi tomat. Tak ketinggalan pula nasi putih dengan taburan bawang goreng diatasnya.

Kunci kelezatan makanan sejenis ayam goreng atau pecel ayam seperti ini adalah sambelnya.Dan menurut saya, sambel terasi tomat di tempat ini enak karena segarnya rasa tomat,pedasnya cabai,dan aroma terasinya terasa pas di lidah saya,untuk menemani menyantap ayam goreng yang sudah digoreng garing. Tak sampai 15 menit,ayam goreng dan teman-temannya sudah habis ludes saya santap.

Enak dan murah, itu 2 kata yang pas untuk menggambarkan menu yang disajikan di warung ini. Untuk menu yang saya santap yaitu ayam goreng + lalapan,nasi putih dan segelas teh manis hangat, saya hanya cukup merogoh kocek sebesar 13 ribu perak. Terjangkau bukan..

Masa Pertumbuhan Kita

Kalian pasti pernah menerima ucapan dari teman atau saudara kalian dengan bunyi kira-kira seperti ini " Makan yang banyak ya. Kan lagi ...